By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Kunjungan kerja pertama Kapolri: sowan ke PBNU
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > Kunjungan kerja pertama Kapolri: sowan ke PBNU
Nahdliyyin

Kunjungan kerja pertama Kapolri: sowan ke PBNU

29/01/2021 Nahdliyyin
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Dan Ketum Pbnu Kh Said Aqil Siroj Di Kantor Pbnu Jalan Kramat Raya 164 Jakarta Pusat
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj, Kamis (28/1) di Kantor PBNU Jalan Kramat Raya 164 Jakarta Pusat. (Foto: NU Online/Suwitno)
SHARE

Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang baru saja dilantik oleh Presiden Joko Widodo pada Rabu (27/1) kemarin sowan ke PBNU dan ditemui langsung oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj pada Kamis (28/1) sore.

Selain dilakukan secara tatap muka dengan sangat terbatas, pertemuan itu juga disiarkan langsung secara daring dan diikuti oleh seluruh Pengurus Wilayah NU serta Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) seluruh Indonesia. Acara ini pun disiarkan langsung melalui kanal Youtube 164 Channel.

Pada kesempatan tersebut, Kiai Said menyampaikan rasa syukur karena Listyo Sigit mendapat amanah dari Allah, presiden, dan rakyat Indonesia untuk menjadi Kapolri yang ke-25. “Mudah-mudahan kita doakan beliau panjang umur, sehat, kuat lahir batin, sukses, dan berkah,” harap Kiai Said.

Kepada Kapolri yang baru itu, ia berharap agar PBNU-Polri dapat melakukan kerja sama. Menurut Kiai Said, negara sebesar dan sekuat apa pun pasti membutuhkan kekuatan civil society atau masyarakat sipil, sebab jika tanpa masyarakat sipil, negara akan mudah hancur.

Kiai Said juga menyambut baik pernyataan Kapolri yang akan menerima tamatan pesantren menjadi anggota polisi. Tak hanya itu, Polri juga akan mewajibkan para anggotanya agar belajar kitab kuning. “Itu artinya mari kita bersama-sama pertahankan budaya. Martabat bangsa itu tergantung budayanya, bukan agamanya. Kata seorang penyair Mesir, Syauqi Beik, martabat sebuah bangsa tergantung budayanya, bukan agamanya,” ungkap Kiai Said.

“Ketika budaya bangsa unggul, maka martabat bangsa akan tinggi dan dihormati semua pihak. Ketika budayanya hancur, maka martabatnya juga akan hancur,” sambung kiai kelahiran Cirebon, 67 tahun yang lalu ini.

Sekali lagi, Kiai Said menegaskan bahwa ajakan Kapolri tentang kewajiban anggota polisi untuk baca kitab kuning itu berarti sebuah upaya untuk mempertahankan budaya. Indonesia memiliki peradaban, khazanah, kebudayaan, dan kekayaan yang luar biasa.

“Termasuk soal kitab kuning itu yang secara turun-temurun dan dilestarikan oleh para Wali Songo dan para ulama. Maka budaya harus kita jadikan sebagai infrastruktur agama. Di atas infrastruktur budaya itu ada agama. Dengan begitu, agamanya kuat dan budayanya akan menjadi langgeng,” tegas Kiai Said.

Menanggapi itu, Kapolri Sigit menyampaikan alasan dirinya yang mewajibkan para anggota kepolisian untuk bisa membaca kitab kuning. Hal tersebut bermula pada saat ia menjadi Kapolda Banten yang sering berkunjung atau sowan ke beberapa ulama.

Bersama para ulama, ia membincang soal upaya pencegahan radikalisme dan terorisme. “Para ulama atau kiai di Banten pada saat itu selalu menyampaikan bahwa yang paling bagus untuk mencegah agar masyarakat tidak terpapar radikalisme dan terorisme adalah dengan belajar kitab kuning,” kata Sigit, berkisah.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa pada waktu sowan itu, kitab kuning yang dimaksud untuk dipelajari adalah karya-karyanya Syekh Nawawi Al-Bantani. “Beliau adalah salah satu ulama besar Banten yang berada dan wafat di Makkah,” tutur Sigit.

Pada saat menjadi Kapolda Banten itu pula, ia mengaku sering menyampaikan dalam gelaran tabligh akbar bahwa anggota kepolisian diminta untuk belajar kitab kuning. “Jadi, itu adalah sebuah niat bahwa anggota kami harus selalu diperkuat dengan keyakinan masing-masing sehingga mau mengakomodasi terkait kearifan lokal yang ada, dan itu menjadi keanekaragaman yang harus selalu dijaga sebagai satu kekuatan bangsa,” pungkas Sigit.

Sebagai informasi, dalam pertemuan ini hadir pula beberapa pengurus harian PBNU. Di antaranya adalah Sekretaris Jenderal PBNU H Ahmad Helmy Faishal Zaini, Ketua PBNU KH Robikin Emhas, KH Marsudi Syuhud, KH Abdul Manan Abdul Ghani, dan KH Aizzuddin Abdurrahman.

Selain itu hadir pula Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PBNU H Andi Najmi Fuaidi, Bendahara Umum PBNU Bina Suhendra, Bendahara PBNU Harvick Hasnul Qolbi, Ketua Baznas RI H Nur Ahmad, dan jajaran kepolisian yang membersamai Kapolri Sigit.

Sumber: https://www.nu.or.id/post/read/126304/sehari-setelah-dilantik-kapolri-listyo-sigit-sowan-ke-pbnu

Iklan.

You Might Also Like

Ketua PWNU Jatim Siap Dipilih dan Tidak Dipilih dalam Muktamar Ke-35 NU

Sekjen Kemendiktisaintek: PTNU harus Atasi “Mismatch” Pendidikan

KHM Chizni Umar Burhan “Penjaga Rumah Arsip NU” Wafat

PWNU Jatim gagas “Gerakan NUConomic” berbasis tiga pilar pemberdayaan ekonomi warga NU ala “Nahdlatut Tujjar”

Jelang Muktamar, PWNU Jatim Usulkan “Aswaja Center” jadi Lembaga/Badan Khusus NU

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article 2021 01 28 113327 Sebaran Mutiara (HadratusSyaikh KH. Hasyim Asyari)
Next Article Dpp Perempuan Bangsa (sayap Perempuan Pkb) Merayakan Hari Lahir (harlah) Ke 95 Nu DPP Perempuan PKB rayakan Harlah e-95 NU dengan bantu warga NU korban banjir

Advertisement



Berita Terbaru

Pererat Silaturahmi, PDUF MUI Jawa Timur Gelar Halal Bihalal dan Konsolidasi Program
Sospol
Siswa MTs Masjid Al-Akbar Raih Juara 1 Bahasa Arab pada Olimpiade KKG-MGMP Jatim
Milenial
Ziarah Makam Mbah Yai Fathurrohman Poleng: Jejak Perjuangan yang Tak Boleh Berhenti
Sospol
Perkuat Internasionalisasi, Unusa Berpartisipasi Aktif dalam Forum Kolaborasi Lintas Negara
Sospol

You Might also Like

Nahdliyyin

PCNU Surabaya Ajak Pemerintah Eksekutif dan Legislatif Bersinergi Atasi Permasalahan Ummat

12/04/2026
Nahdliyyin

Rais Aam PBNU: Muktamar ke-35 NU pada tanggal 1-5 Agustus

12/04/2026
Nahdliyyin

Muskerwil di Tuban, PWNU Jatim Ingatkan Pentingnya Tradisi Silaturahmi dan Qanun Asasi

11/04/2026
Nahdliyyin

Jelang Muktamar NU, PWNU Jatim Siapkan Muskerwil di Pesantren Sunan Bejagung, Tuban

08/04/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?