By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: HAN 2021, Gubernur Khofifah: 22.107 kasus Covid-19 serang anak-anak
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Sospol > HAN 2021, Gubernur Khofifah: 22.107 kasus Covid-19 serang anak-anak
Sospol

HAN 2021, Gubernur Khofifah: 22.107 kasus Covid-19 serang anak-anak

23/07/2021 Sospol
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan vaksinasi di Pesantren Modern Al-Amanah Junwangi, Krian, Kab. Sidoarjo, Jumat (16/7). (*/hmn)
SHARE

Surabaya (Radar96.com) – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) yang jatuh pada hari Jumat (23/7/2021), dilaksanakan secara virtual lantaran masih dalam kondisi pandemi covid-19. Tema HAN 2021 adalah ‘Anak Terlindungi, Indonesia Maju’ dengan Tagline #AnakPeduliMasaPandemi.

Dalam peringatan itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menenkankan pentingnya memahami dan mengimplementasikan makna HAN pada seluruh elemen warga Jawa Timur, untuk menggugah kepedulian dan partisipasi seluruh komponen bangsa dalam menjamin pemenuhan hak anak atas hak hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan.

“Berbeda dengan peringatan pada tahun-tahun sebelumnya, pelaksanaan HAN tahun ini penuh tantangan karena adanya pandemi covid-19 terutama adanya varian baru yang dikenal varian delta yang juga memapar anak- anak. Implikasi pandemi ini bagi anak- anak begitu besar. Banyak anak mengalami berbagai persoalan, seperti masalah pengasuhan karena orang tuanya positif covid-19, kurangnya kesempatan bermain dan belajar, serta meningkatnya kasus kekerasan selama pandemi,” kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Jumat (23/7/2021).

Faktanya, Komite Penanganan Covid-19 Nasional dalam laporan di laman covid19.go.i, per tanggal 21 Juli 2021, tercatat jumlah kasus tekonfirmasi positif di Jawa Timur mencapai 249.242 kasus dengan 22.107 kasus diantaranya adalah kasus yang menyerang pada anak-anak dengan usia di bawah usia 18 tahun.

“Dari 249.242 kasus positif covid-19 di Jawa Timur tersebut, terdapat 16.495 jiwa yang meninggal dunia. Dan dari 16.495 jiwa yang meninggal tersebut, sebanyak 93 jiwa anak-anak (46 anak usia 0-5 tahun dan 47 anak usia 6-18 tahun),” tandas Khofifah.

Lonjakan kasus covid-19 di Jawa Timur ini banyak terjadi pada klaster keluarga. Klaster keluarga adalah penyebab virus corona yang berasal dari anggota keluarga atau orang yang tinggal serumah. Biasanya, penyebaran berawal dari seseorang yang telah lebih dulu terpapar, lalu menularkan pada anggota keluarga lain.

Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan klaster keluarga semakin masif. Antara lain membiarkan anak anak bermain bersama di lingkungan komplek atau perumahan tanpa protokol kesehatan.

“Anak-anak kita di Jawa Timur harus kila lindungi. Salah satunya dengan pemberian vaksinasi. Untuk saat ini, sudah tersedia vaksinasi bagi anak yang diberikan untuk anak dengan rentang usia usia 12 – 17 tahun,” terang Khofifah.

Di Jawa Timur, jumlah anak usia tersebut sebanyak 3.093.465 jiwa. Untuk itu ia mendorong elemen orang tua, guru, dan juga tokoh masyarakat agar turut menggencarkan vaksinasi covid-19 untuk anak.

Ditegaskan Khofifah, pemberian vaksin anak-anak tidak hanya melindungi anak dari infeksi virus corona, melainkan juga penting untuk mencegah anak-anak menularkannya kepada orang dewasa yang rentan. Selain itu, perlindungan anak merupakan bagian dari investasi pembangunan SDM.

Pemenuhan hak dan perlindungan anak secara optimal akan menghasilkan individu berkualitas yang membawa kebangkitan dan kemajuan Jawa Timur di masa yang akan datang. Sebaliknya, jika permasalahan anak tidak tertangani dengan baik maka generasi selanjutnya akan menjadi beban bagi Pemerintah.

“Untuk itu, dibutuhkan suatu sistem perlindungan anak yang efektif melindungi anak dari segala bentuk kekerasan, perlakuan salah, eksploitasi dan penelantaran terutama pada masa pandemi ini. Selamat Hari Anak Nasional, Anak Terlindungi, Indonesia Maju,” pungkas Khofifah. (*)

Iklan.

You Might Also Like

Unusa Jajaki Kolaborasi dengan KCG Jepang untuk Transformasi Pendidikan Tinggi

Kaum Hawa IPHI Jatim Bergerak Ingin Wujudkan Program Haji Mabrur Sepanjang Hayat

Menjajaki Kolaborasi Riset Penyakit Infeksi, RC-GERID UNAIR Benchmarking ke Pusat Genom Malaysia

MUI Jatim Kolaborasi dengan Pemkot Madiun, Kembangkan Ekonomi Kreatif Santri

Pesantren se-Madura Raya Bergerak Bersama, Modernisasi Koperasi jadi Fokus Utama

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article NU Jatim buka jangkauan distribusi Paket Isoman ke lima daerah
Next Article Masjid pertama NU di Jepang diresmikan pada momentum Idul Adha 2021

Advertisement

Iklan.

Iklan.

Iklan.

Berita Terbaru

Founder Al Yasmin Meriahkan Harlah Ke-80 Muslimat NU di Hongkong
Nahdliyyin
Unusa Jajaki Kolaborasi dengan KCG Jepang untuk Transformasi Pendidikan Tinggi
Sospol
Kaum Hawa IPHI Jatim Bergerak Ingin Wujudkan Program Haji Mabrur Sepanjang Hayat
Sospol
Saat turba, PWNU Jatim Apresiasi MWC Tambak-Bawean yang Miliki Poliklinik dan BMT potensial
Nahdliyyin

You Might also Like

Sospol

Al Yasmin Gandeng UNITOMO Perkuat Kolaborasi Pendidikan Digital

13/05/2026
Sospol

Al Yasmin dan UMAHA Kembangkan Mahasiswa Berbasis Digital Entrepreneurship

12/05/2026
Sospol

Kontroversi Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Tanggapan Pakar: Pendidikan Bukan Sekadar Menang-Kalah, Tapi Soal Kejujuran dan Keadilan

12/05/2026
Sospol

MUI Jatim Siap Edukasi Pengelolaan Dana Pesantren

12/05/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?