By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: IPNU Metropolis Jatim adakan Webinar “Merdeka dari COVID-19”
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Milenial > IPNU Metropolis Jatim adakan Webinar “Merdeka dari COVID-19”
Milenial

IPNU Metropolis Jatim adakan Webinar “Merdeka dari COVID-19”

15/08/2021 Milenial
Miftakhul Jannatin, S.Si., M.Si., Alumni IPPNU Sidoarjo yang sedang menempuh Ph.D Student di National Yang Ming Chiao Tung University, Taiwan (kanan) dalam "Webinar Internasional" bertajuk "Merdeka dari COVID-19, Merdeka Berorganisasi" yang diadakan kalangan pelajar dan mahasiswa dari Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) "Metropolis" (IPNU Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto dan Jombang) secara daring, Minggu, 15 Agustus 2021. (*/my)
SHARE

Surabaya (Radar96.com) – Setelah kedatangan virus COVID-19 yang mulai masuk ke Indonesia sejak Maret 2020 atau telah berlangsung 1,5 tahun itu, tentu tidak ada salahnya bila belajar dari negara lain dalam penanganan COVID-19, terutama strategi yang ditempuh setiap negara dalam menaklukkan virus COVID-19.

Belajar dari negara lain dalam penanganan COVID-19 itu antara lain ada dalam “Webinar Internasional” bertajuk “Merdeka dari COVID-19, Merdeka Berorganisasi” yang diadakan kalangan pelajar dan mahasiswa dari Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) “Metropolis” (IPNU Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto dan Jombang) secara daring, Minggu, 15 Agustus 2021.

Webinar itu melibatkan alumni IPNU-IPPNU yang sedang menempuh studi di negara lain yakni Nik Farid Faezuddin (Putra Pangeran Kerajaan Kelantan Malaysia dan Alumni IPNU Jombang yang sedang studi Magister di Mesir); Miftakhul Jannatin, S.Si., M.Si., (Alumni IPPNU Sidoarjo yang sedang menempuh Ph.D Student di National Yang Ming Chiao Tung University, Taiwan); dan Dr. Ayunda Dewi Jayanti (Dosen dan Satgas COVID-19 Universitas Brawijaya, Malang, Jatim).

Nik Farid Faezuddin (Putra Pangeran Kerajaan Kelantan Malaysia dan Alumni IPNU Jombang yang sedang studi Magister di Mesir) dalam “Webinar Internasional” bertajuk “Merdeka dari COVID-19, Merdeka Berorganisasi” yang diadakan kalangan pelajar dan mahasiswa dari Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) “Metropolis” (IPNU Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto dan Jombang) secara daring, Minggu, 15 Agustus 2021. (*/my)

“Tidak ada negara di dunia yang benar-benar ‘merdeka’ dari COVID-19, karena 215 negara sudah terpapar dan ada 10 jenis pekerjaan yang hilang akibat virus yang membatasi gerak orang itu, namun ada 100-an jenis pekerjaan yang baru muncul dan mayoritas terkait dengan dunia digital. Ini menuntut peran IPNU-IPPNU,” kata Ketua PW IPNU Jatim, Choirul Mubtadi’in.

Dalam webinar yang dibuka Sekdaprov Jatim DR Ir Heru Tjahjono MM itu, Nik Farid Faezuddin (Putra Pangeran Kerajaan Kelantan Malaysia) yang sedang studi Magister di Mesir) dan Miftakhul Jannatin yang sedang menempuh Ph.D Student di National Yang Ming Chiao Tung University, Taiwan, agaknya menyebutkan solusi berbasis teknologi yang dilakukan Malaysia dan Taiwan dalam menaklukkan COVID-19.

“Selain melacak perkembangan COVID-19 seperti yang dilakukan Indonesia dengan PPKM dalam beberapa level, Pemerintah Malaysia juga mengembangkan aplikasi mysejahtera untuk pemantauan pergerakan masyarakat secara langsung oleh Kerajaan, sekaligus menjadi semacam scanner untuk masuk area publik seperti toko,” kata alumni IPNU Jombang itu.

Namun, ia juga mengaku kaget saat menempuh studi di Mesir yang justru bebas seolah tidak ada COVID-19. “Kalau di Malaysia, kasus COVID-19 itu melonjak setelah ada Pemilu di Sabah, maka di Mesir justru sudah menurun saat saya datang ke Mesir. Hanya di tempat ibadah saja yang mensyaratkan pakai masker, tapi di area publik lain sudah tidak ada kewajiban itu,” katanya.

Solusi berbasis teknologi juga dilakukan Taiwan dalam menaklukkan COVID-19. Mantan Wakil Sekretaris IPPNU Sidoarjo 2016-2018 Miftakhul Jannatin yang kini menempuh Ph.D Student di National Yang Ming Chiao Tung University, Taiwan, menyatakan area publik di Taiwan dilengkapi dengan “barcode” untuk pengunjung, seperti toko atau mal, stasiun atau terminal, dan sebagainya.

“Saat mewajibkan vaksinasi dan masker, pemerintah Taiwan juga mengawalinya dengan sosialisasi berbasis sains, sehingga masyarakat patuh. Kalau Anda melindungi diri sendiri, maka Anda juga melindungi orang lain dan mencegah penularan,” katanya dalam diskusi yang dipandu alumni IPPNU dan Duta Ning Sidoarjo 2017, Alimatun Fadhilatus Naini, S.Pd., dan ‘Si Kopyah Miring’ M. Yudha Bakti, S.Pd.

Selain itu, pemerintah juga menerapkan sanksi denda yang nilainnya puluhan hingga ratusan juta, sehingga orang berpikir ulang kalau melanggar, misalnya makan di warung dengan jumlah pengunjung melebihi batas akan didenda Rp150 juta atau warungnya ditutup. “Orang asing pun ada negara-negara tertentu yang dilarang masuk,” katanya.

Sementara itu, Dosen dan Satgas COVID-19 Universitas Brawijaya, Malang, Jatim; Dr. Ayunda Dewi Jayanti; menegaskan bahwa tingginya kasus COVID-19 di Indonesia itu selalu bersamaan dengan tingginya testing/tracking dan juga bersamaan datangnya varian baru pada 7 Juni 2021 yang bermula dari Bangkalan (Jatim) dan Kudus (Jateng). “Itu ada kaitannya dengan kedatangan pekerja migran saat terjadi varian baru,” katanya.

Namun, kapan virus dan varian barunya itu berhenti memapar, tentu tidak ada yang tahu, karena itu IPNU-IPPNU harus ‘merdeka’ dari COVID-19 dengan melakukan adaptasi secara teknologi seperti webinar internasional itu, dan juga hidup berdampingan dengan COVID-19 melalui protokol kesehatan yang ketat serta menjaga imun.

Pandangan dosen Unibraw itu agaknya tidak berbeda dengan pandangan Sekdaprov Jatim DR Ir Heru Tjahjono MM saat membuka webinar internasional itu. “Solusi yang ditempuh Pemprov Jatim menangani COVID-19 adalah PPKM berlevel, vaksinasi, menerapkan isolasi terpadu untuk isoman, dan protokol kesehatan yang ketat. IPNU dapat berperan dalam kampanye atau sosialisasi terkait solusi yang dilakukan Pemprov Jatim itu,” katanya.

Namun, agar Indonesia bisa “merdeka” dari COVID-19, agaknya solusi yang ada perlu dibarengi dengan solusi penanganan berbasis teknologi (digitalisasi), penerapan protokol kesehatan dengan ketat dan denda, apalagi varian baru tidak dapat dianggap ringan dan cepat sirna. (*/my)

Iklan.

You Might Also Like

Dukung BKPRMI Jatim, Pesantren Digipreneur Al Yasmin Bekali Remaja Masjid dengan Kemampuan Dakwah Digital

Kumpul di Al-Yasmin, 60 Remaja Masjid se-Jatim Dilatih Kuasai Digital

63 Siswa Ikuti Program “Talenta Digital Santri 2” di Pesantren Digipreneur “Al-Yasmin” Surabaya

Wisudawan Fresh Graduate Unusa Tembus RS di Arab Saudi

Siswa MTs Masjid Al-Akbar Raih Juara 1 Bahasa Arab pada Olimpiade KKG-MGMP Jatim

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Pramuka Jatim gelar Vaksinasi 60.000 dosis di 60 Titik se-Jatim
Next Article Gubernur Khofifah: Jaga Merah Putih untuk Indonesia Tangguh dan Indonesia Tumbuh

Advertisement



Berita Terbaru

Perkuat Digipreneur, Al Yasmin Hadiri Rakor Rencana Pengembangan Pesantren
Sospol
MEMBINCANG PELUANG SUARA, DALAM ARAH KOALISI MUKTAMAR NU KE 35
Kolom
Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar NU ke-35
Kolom
Sowan Rektor, Pesantren Digipreneur Al Yasmin Perkuat Kolaborasi dengan UPN “Veteran” Jawa Timur
Sospol

You Might also Like

Milenial

Halalbihalal, Majelis Alumni IPNU-IPPNU Titipkan GenZI jadi fokus binaan IPNU-IPPNU

10/04/2026
Milenial

Dua Mahasiswi FKIP Unusa Juara Nasional Jujitsu, Cerminan Karakter Pendidik Masa Depan

07/04/2026
Milenial

Gus Iqdam dan Wagub Jatim Luncurkan ”Talenta Digital Santri” Al Yasmin dengan 21 konfigurasi drone

06/04/2026
Milenial

99 GenZi Siap Sambut “Tamu” Qiyamullail di Masjid Al-Akbar Surabaya

10/03/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?