By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Puluhan pengurus ikuti “Pelatihan Kemandirian Pesantren II” di Pasuruan
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Kultural > Puluhan pengurus ikuti “Pelatihan Kemandirian Pesantren II” di Pasuruan
Kultural

Puluhan pengurus ikuti “Pelatihan Kemandirian Pesantren II” di Pasuruan

29/09/2021
Dr. H. Sholehuddin, M.Pd.I adalah Widyaiswara Balai Diklat Keagamaan Surabaya dan aktifis NU. (/pna)
SHARE

Pasuruan (Radar96.com) – Puluhan pengasuh, ustadz, dan pengurus pondok pesantren se-Indonesia mengikuti “Pelatihan Kemandirian Pesantren Angkatan II” di Kota Pasuruan, Selasa (28/9/2021).

Peserta menerima materi tentang enterpreneurship berbasis pesantren dalam pelatihan yang diselenggarakan oleh Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan bekerjasama dengan Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren itu.

“Saya sendiri dapat berkah bisa menjadi bagian dari kegiatan ini, meskipun saya diberi materi Building Learning Commitment (BLC). Yang jelas, tema utama pelatihan ini menarik yakni kemandirian pesantren,” kata Widyaiswara Balai Diklat Keagamaan Surabaya, Dr. H. Sholehuddin, M.Pd.I, disela-sela Kediklatan Tenaga Teknis Keagamaan itu.

“Ya, kemandirian merupakan isu yang cukup ‘seksi’ untuk diperbincangkan dalam pemberdayaan umat saat ini, termasuk pesantren. Bicara kemandirian pesantren, tentu bukan hal baru. Sebab, dalam sejarah sosial pesantren, lembaga pendidikan 24 jam ini didirikan oleh kyai tanpa bantuan dari pihak manapun, karena kyai saat itu sosok tidak saja kuat secara keilmuan, tapi juga kuat dalam hal ekonomi,” katanya.

Kyai Hasyim Asy’ari, Kyai Abdul Abd. Wahab Chasbullah, dan sederet kyai pesantren besar yang berdiri kokoh hingga kini, membangun, mengelola pesantren secara mandiri. Kebanyakan para kyai memiliki lahan pertanian dan usaha yang dikelola bersama para santri di sela-sela mengaji dalam rangka tafaqquh fiddin.

“Inilah yang kini diikhtiari Kementerian Agama sebagai leading sector pendidikan pesantren, mengukuhkan jati dirinya melalui Pelatihan Kemandirian Pesantren,” katanya.

Maka, lahirnya Perpres 82/2021 Tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren, harus dimaknai sebagai kepedulian negara dalam pengembangan pesantren, terutama pesantren kecil yang juga masih memerlukan support dalam berbahai hal. Sementara kontribusinya sebagai fungsi pendidikan, dakwah dan pemberdayaan masyarakat tidak kecil. Stimulasi ini bersifat sementara dan sebatas pancingan, karena esensinya ada pada kemandirian.

“Jika pesantren sudah mandiri, maka lembaga ini tidak memerlukan lagi dana dari luar. Mereka sudah mampu menghidupi dirinya, bahkan ada pesantren yang telah beromzet milyaran rupiah. Inilah pesantren dengan kemandiriannya yang tentu menjadi sebuah keniscayaan, menyongsong Hari Santri Nasional 2021,” katanya. (*/pna)

Iklan.

You Might Also Like

Kajian Senja Al-Yasmin, Gus Mujab Ungkap 3 Alasan “Lailatulqadar” Dirahasiakan

KH A Muzakky Al Hafidz: Jika Diuji Allah Berarti Disayangi

Gus Mujab Jelaskan Lima Indikator “Kebahagiaan Sejati”

KHA Muzakky Al-Hafidz: Hidup/Umur Itu Yang Penting Bukan Panjang/Pendek, tapi Berkah dan Manfaat

Kajian Senja Al-Yasmin, Gus Mujab: QS Ad-Dhuha Ajarkan Tiga Pilar Optimisme

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Gojek-AMSI adakan lomba karya jurnalistik “Kreasi Pewarta Anak Bangsa”
Next Article Suko Widodo: Takmir Masjid harus beradaptasi dengan teknologi digital untuk menarik milenial

Advertisement



Berita Terbaru

Sekjen Kemendiktisaintek: PTNU harus Atasi “Mismatch” Pendidikan
Nahdliyyin
120 Pelaku UMKM di Jatim Ikuti Pelatihan “Platform Marketplace” ISNU Jatim
Ekraf
Fenomena “Ghosting Berkedok Lupa: Seni Menghilang Tanpa Rasa Bersalah” dalam Perspektif Relasi Sosial dan Etika Keislaman
Kolom
KPK rekomendasikan 7 solusi cegah 8 potensi korupsi program MBG
Sospol

You Might also Like

Kultural

Kajian Senja Al-Yasmin, Prof Ali Aziz: “Al ‘Ashr” Ajarkan 4 Spirit Terbaik Isi Waktu

08/01/2026
Kultural

KH Muhammad Imam Aziz: Penerus Api Perjuangan HAM Dan Keadilan, Meskipun Sudah Tiada

16/12/2025
Kultural

Kembangkan 190 Varian Anggur, Ponpes Jatinom Blitar Calon Penerima Eco Pesantren Jatim

17/11/2025
Kultural

Pesantren Ribath Futuhatunnur Toro Gelar Maulid Nabi

21/09/2025
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?