By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Gubernur Khofifah luncurkan gerai Samsat OPOP di 76 Ponpes
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Sospol > Gubernur Khofifah luncurkan gerai Samsat OPOP di 76 Ponpes
Sospol

Gubernur Khofifah luncurkan gerai Samsat OPOP di 76 Ponpes

31/10/2021
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meluncurkan gerai Samsat di pesantren di Mojokerto, Sabtu (30/10/2021). (*/hmn)
SHARE

Mojokerto (Radar96.com Oktober ) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meluncurkan 76 gerai Samsat One Pesantren One Product (OPOP) yang tersebar di 76 Pondok Pesantren (Ponpes) di Jawa Timur. Peluncuran dipusatkan di Ponpes Amanatul Ummah, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (30/10).

Peluncuran gerai Samsat OPOP ini dimaksudkan untuk memberi kemudahan pelayanan bagi warga pesantren dan sekitar pesantren dalam memenuhi kewajiban membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

Peluncuran layanan Samsat OPOP Berbasis Ponpes yang hadir pertama kali di Indonesia bertema “Pesantren Berdaya, Masyarakat Sejahtera” itu ditandai dengan penekanan layar virtual oleh Gubernur Khofifah didampingi Bupati Mojokerto Ikfina Fatmawati, Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah KH. Asep Saifuddin Chalim, Kepala Dinas Bapenda Jatim Abimanyu Poncoatmojo Iswinarno, Kacab PT Jasa Raharja Jatim Hervanka Tri Dianto, Dirut Bank Jatim Busrul Iman, dan PAUR Samsat Surabaya Utara AKP Mulya Sugiharto.

Selain digelar peluncuran Samsat OPOP, juga dilaksanakan Pengundian Tabungan Hadiah Umroh untuk 15 orang Wajib Pajak Patuh. Pemberian hadiah ini diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat yang tertib dan taat dalam memenuhi kewajiban membayar Pajak Kendaraan Bermotor.

Terhitung, sejak 2019 hingga 2021, telah diberikan 60 tabungan umroh kepada wajib pajak yang patuh. Pada 2021 ini, Pemprov Jatim bekerjasama dengan Bank Jatim menyediakan hadiah tabungan umroh untuk 30 orang wajib pajak yang patuh. Masing-masing senilai Rp30 juta yang diundi dalam dua tahap.

Tahap pertama diberikan untuk 15 orang Wajib Pajak Patuh yang dilaksanakan pada 5 Mei 2021 di Gedung Grahadi bersamaan dengan momentum Bulan Suci Ramadhan. Sedangkan pengundian tahap kedua untuk 15 orang Wajib Pajak Patuh, dilaksanakan pada 30 Oktober 2021 di Ponpes Amanatul Ummah Pacet Mojokerto serangkaian dengan peringatan Hari Jadi ke-76 Provinsi Jawa Timur.

Terkait peluncuran Samsat OPOP, Gubernur Khofifah menyampaikan, bahwa inovasi layanan Samsat OPOP yang diinisiasi Bapenda Provinsi Jatim tersebut merupakan inovasi pengembangan dari layanan Payment Point Online Banking (PPOB) yang sudah berjalan. Tujuannya, memberikan kemudahan pelayanan kepada warga pesantren dalam memenuhi kewajibannya membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Selain itu, mendukung pengembangan usaha-usaha yang dimiliki Koperasi Pondok Pesantren (KOPONTREN) untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat berbasis Ponpes maupun warga di sekitar Ponpes.

“Layanan ini merupakan inovasi layanan sebagai bagian dari program One Pesantren One Product (OPOP) yang diinisiasi Pondok Pesantren bekerjasama dengan Samsat dan Bank Jatim. Semoga layanan berbasis pesantren semakin dekat, murah dan efektif sehingga membawa kemanfaatan besar bagi masyarakat sekitar,” tuturnya.

Samsat OPOP berbasis Pesantren sendiri, kata Gubernur Khofifah, pernah dilakukan uji coba di empat titik dan sempat melihat proses yang berjalan di Kab. Nganjuk. Kemudian dikoordinasikan kemungkinan adanya pengembangan karena jangkauan wilayah di Jawa Timur luas sekali. Memang dibutuhkan kecepatan layanan, kedekatan layanan sehingga semua bisa memudahkan.

“Saya rasa format-format yang makin memudahkan dan mempercepat semua layanan akan terus kita maksimalkan dan kita juga bisa melihat format yang sudah dilakukan ini cashless. Misalnya sedang bertugas di daerah mana bahkan di negara mana juga bisa dilakukan. Jadi transformasi digital di lingkungan bapenda Insyaallah sudah berjalan cukup advance,” tuturnya.

Dalam penerapannya, Gubernur Khofifah menuturkan, wajib pajak akan mendapatkan SMS bukti pembayaran yang di dalamnya terdapat link E-TBPKP (Tanda Bukti Pelunasan Kewajiban Pembayaran) berbasis QR Code yang dapat dicetak secara mandiri dan sebagai bukti pembayaran yang sah tanpa harus datang ke Kantor Bersama Samsat.

“Inovasi Samsat OPOP sangat selaras dengan kondisi pandemi yang masih berlangsung sampai saat ini, dimana masyarakat cenderung mengurangi untuk mendatangi tempat layanan publik seperti Kantor Bersama Samsat,” ujarnya.

Hingga saat ini, di Jawa Timur
terdapat lebih dari 6.000 Pondok
Pesantren. Gubernur Khofifah pun berharap, Inovasi Samsat OPOP dapat dikembangkan di pondok-pondok pesantren yang tersebar di seluruh Jawa Timur.

“Dengan demikian, keberadaannya dapat memberikan kontribusi dengan meningkatkan pendapatan dari usaha-usaha pondok pesantren yang sudah ada,” pungkas Gubernur Khofifah yang juga menjabat sebagai Ketua PP Muslimat NU tersebut.

Khofifah menyebutkan, selama pandemi Covid-19, Pemprov Jatim juga berkomitmen memberikan insentif pajak kepada masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi akibat wabah virus Covid 19. Kebijakan ini, kata Gubernur Khofifah, dilaksanakan selama tiga bulan, yakni 9 September – 9 Desember 2021. Tujuannya, yakni untuk meringankan beban masyarakat dan mendorong wajib pajak agar semakin bergairah membayar pajak kendaraan bermotor.

Kebijakan dimaksud, lanjutnya, meliputi pemutihan pajak daerah berupa pembebasan pokok BBNKB tangan ke 2, 3 dan seterusnya, pembebasan denda pembayaran PKB, dan pembebasan denda pembayaran BBNKB. Kemudian, pengurangan Pokok Pajak Kendaraan Bermotor roda dua dan tiga sebesar 20 persen dan kendaraan bermotor roda empat atau lebih sebesar 10 persen.

“Hasilnya, kebijakan pemutihan dan pengurangan pokok PKB sampai dengan 29 Oktober 2021, telah dinikmati oleh 3.053.054 obyek pajak/masyarakat Jawa Timur, dengan insentif yang diberikan sebesar Rp 171.270.702.806,” urai mantan Menteri Sosial RI tersebut.

Berdasarkan data Bapeda Prov. Jatim, bahwa per 29 Oktober 2021, realisasi penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai salah satu sumber pembiayaan untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan. Selain itu juga diperuntukkan bagi pembangunan dan pelayanan masyarakat yang dikelola Bapenda Provinsi Jawa Timur telah tercapai sebesar Rp. 11.638.830.331.007 atau 88,19 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp. 13.197.429.290.118.

Sementara itu, Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah KH Asep Saifuddin Chalim mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Khofifah. Melalui layanan Samsat OPOP, mampu memberikan motivasi, bantuan, dorongan untuk kebangkitan ponpes-ponpes lainnya di Jatim.

“Saya meminta kepada 76 para pengasuh ponpes lainnya, turut mendukung dan merespon sebaik-baiknya, sehingga ponpes bisa disiplin membayar pajak sekaligus mandiri secara ekonomi,” ungkapnya.

Merespon program Gubernur Khofifah untuk membangun kemandirian ekonomi bagi ponpes, Kyai Asep mejelaskan kepada 25 pengasuh ponpes yang hadir di acara Launching Samsat OPOP. Dirinya menyampaikan, apabila ingin mengembangkan ponpes harus memenuhi 4 akses, yakni akses intelektual, akses sosial, akses jaringan dan akses finansial.

“Sejak berdirinya OPOP Jatim, kami berusaha melalukan usaha demi kemandirian pesantren. Kami harus membantu ponpes yang belum memiliki keberdayaan memotivasi ponpes lainnya. Ada pelatihan pertanian, perikanan dan peternakan. Ini yang kita gunakan untuk pesantren dan masjid maupun elemen masyarakat lain agar mendapatkan pelatihan,” tandasnya.(*/hmn)

Iklan.

You Might Also Like

Gubernur Khofifah lepas pelayaran RS Terapung “Ksatria Airlangga” ke Kepulauan Madura
ARCI: KH Marzuki Mustamar bisa jadi lawan tanding kompetitif Khofifah
Dalam Pelatihan Kepemimpinan ASN, Gubernur Khofifah: Kualitas SDM Jadi Kunci Wujudkan Indonesia Emas
Pemprov Jatim raih Penghargaan Humas Enterpreneur Award Tahun 2021
Kuota Haji Tahun 2023 diperkirakan Penuh
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Tokoh Perempuan NU Khofifah masuk “500 Muslim Paling Berpengaruh di Dunia (2021)”
Next Article Gubernur Khofifah: Hari Aksara Internasional dorong perlunya percepatan Literasi Digital

Advertisement



Berita Terbaru

Kader Muda NU Didapuk Sebagai Ketua DPW Perindo Jatim
Sospol
Gubernur Khofifah Bagikan Apem saat Megengan “Healing Ramadhan” di Masjid Al-Akbar
Sospol
“Tebuireng Institute” Serukan NU Kembali ke Qanun Asasi
Nahdliyyin
Tumbuh Pesat di Tahun Ketiga, Aset Dikelola BMTNU Sidoarjo Capai Rp 15 Miliar
Nahdliyyin

You Might also Like

Sospol

Penuhi Undangan Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Gubernur Khofifah Hadiri Pertemuan Tahunan Haji di Istana Mina

08/06/2025
Sospol

Pemerintah Cabut Aturan Wajib Masker

11/06/2023
Sospol

Raih Gelar Doktor, Retnawati Beri Kado Istimewa Al Azhaar Kedungwaru

16/01/2026
Sospol

Gubernur Khofifah melantik Kepala Disbudpar dan Kepala Disnakertrans

23/12/2023
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?