By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: AMSI Jatim ajak bergandengan tangan bersihkan ruang publik
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Milenial > AMSI Jatim ajak bergandengan tangan bersihkan ruang publik
Milenial

AMSI Jatim ajak bergandengan tangan bersihkan ruang publik

20/12/2021
AMSI Jatim ajak bergandengan tangan bersihkan ruang publik Surabaya (Radar96.com) - Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jawa Timur Arief Rahman mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergandengan tangan guna membersihkan ruang publik dari hoaks, berita adu domba, dan ujaran kebencian yang memang banyak terjadi di media sosial. "AMSI adalah lembaga yang membidangi dunia digital tersebut, karena itu tanggung jawab kita bersama untuk membersihkan ruang publik agar bersih. Kalau ruang publik kotor, maka semua akan sakit dan kita sendiri akhirnya akan habis," katanya dalam 'Stakeholders Meeting' di Gedung Mahameru Mapolda Jatim, Senin. Dalam pertemuan bertajuk "Kolaborasi Konten Terpercaya dan Komunikasi Media Era Digital" yang dihadiri pimpinan media serta "stakeholder" di Jatim itu, ia menjelaskan upaya "membersihkan" ruang publik itu tidak bisa dilakukan sendirian, namun harus bersinergi. "Ya pemda, ya polisi, TNI, masyarakat media. Semangat untuk melayani masyarakat agar mendapatkan informasi yang benar hendaknya semakin mendapatkan perhatian, salah satunya dari AMSI, tentunya dengan menggandeng lembaga-lembaga lain untuk menyatukan langkah," katanya. Dalam acara yang menghadirkan Dewan Pers, Mafindo (masyarakat anti fitnah Indonesia), Pemprov, Kodam V/Brawijaya, Humas Polda dan Polres se-Jatim, dan humas-humas lain, ia menyatakan pihaknya menyelenggarakan acara ini untuk mencari solusi atas ruang publik tetap bersih. "Kalau ruang publik tidak sehat, maka masyarakat menjadi tidak sehat. Dan akhirnya, kita sendiri juga akan habis," katanya dalam acara yang dipandu pakar komunikasi Unair Suko Widodo dengan dukungan Wakil Gubernur Jatim Emil Elistianto Dardak sebagai narasumber secara daring. Sementara itu, anggota Dewan Pers, Agus Sudibyo, menyatakan dukungan kepada AMSI untuk "membersihkan" ruang publik, bahkan tidak hanya pemilik konten negatif dan penyebarnya yang dikenai sanksi hukum, tapi platform global seperti FB, Google, dan sejenisnya yang juga menjadi penyebar harus dikenai sanksi yang sama, seperti di Amerika dan Eropa. "Selain itu, pemasang iklan, terutama pemda sebaiknya tidak memasang iklan di media platformn global, karena uang akan lari ke luar negeri. Berbeda dengan iklan di dalam negeri yang uangnya akan tetap berputar di dalam negeri. Saat ini, platform global (google, fb, dan sebagainya) sampai saat ini meraup 45-50 persen anggaran pemasang iklan dunia," katanya. (*/sub)
SHARE

Surabaya (Radar96.com) – Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jawa Timur Arief Rahman mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergandengan tangan guna membersihkan ruang publik dari hoaks, berita adu domba, dan ujaran kebencian yang memang banyak terjadi di media sosial.

“AMSI adalah lembaga yang membidangi dunia digital tersebut, karena itu tanggung jawab kita bersama untuk membersihkan ruang publik agar bersih. Kalau ruang publik kotor, maka semua akan sakit dan kita sendiri akhirnya akan habis,” katanya dalam ‘Stakeholders Meeting’ di Gedung Mahameru Mapolda Jatim, Senin.

Dalam pertemuan bertajuk “Kolaborasi Konten Terpercaya dan Komunikasi Media Era Digital” yang dihadiri pimpinan media serta “stakeholder” di Jatim itu, ia menjelaskan upaya “membersihkan” ruang publik itu tidak bisa dilakukan sendirian, namun harus bersinergi.

“Ya pemda, ya polisi, TNI, masyarakat media. Semangat untuk melayani masyarakat agar mendapatkan informasi yang benar hendaknya semakin mendapatkan perhatian, salah satunya dari AMSI, tentunya dengan menggandeng lembaga-lembaga lain untuk menyatukan langkah,” katanya.

Dalam acara yang menghadirkan Dewan Pers, Mafindo (masyarakat anti fitnah Indonesia), Pemprov, Kodam V/Brawijaya, Humas Polda dan Polres se-Jatim, dan humas-humas lain, ia menyatakan pihaknya menyelenggarakan acara ini untuk mencari solusi atas ruang publik tetap bersih.

“Kalau ruang publik tidak sehat, maka masyarakat menjadi tidak sehat. Dan akhirnya, kita sendiri juga akan habis,” katanya dalam acara yang dipandu pakar komunikasi Unair Suko Widodo dengan dukungan Wakil Gubernur Jatim Emil Elistianto Dardak sebagai narasumber secara daring.

Sementara itu, anggota Dewan Pers, Agus Sudibyo, menyatakan dukungan kepada AMSI untuk “membersihkan” ruang publik, bahkan tidak hanya pemilik konten negatif dan penyebarnya yang dikenai sanksi hukum, tapi platform global seperti FB, Google, dan sejenisnya yang juga menjadi penyebar harus dikenai sanksi yang sama, seperti di Amerika dan Eropa.

“Selain itu, pemasang iklan, terutama pemda sebaiknya tidak memasang iklan di media platformn global, karena uang akan lari ke luar negeri. Berbeda dengan iklan di dalam negeri yang uangnya akan tetap berputar di dalam negeri. Saat ini, platform global (google, fb, dan sebagainya) sampai saat ini meraup 45-50 persen anggaran pemasang iklan dunia,” katanya. (*/sub)

Iklan.

You Might Also Like

Dhimas Aura Bhagastama Raih “Most Impactful X Crypto Influencers 2025”, Sosok Pejuang dari Media IPNU hingga Pendiri PejuangCrypto
Pelepasan Siswa Kelas XII SMAN 1 Taman Berlangsung dalam Kesederhanaan yang Khidmat
Gubernur Khofifah apresiasi Gerakan Solidaritas Milenial “Komunitas Sedulur Pati Jember”
Kader IPNU Jatim jadi “Profesor” Ilmu Hukum
Menag-Wagub Jatim apresiasi Buku “Madzhab Dakwah Wasthiyah Sunan Ampel” terbitan UINSA
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Pelabuhan Penyeberangan Jangkar-Situbondo diresmikan untuk konektivitas Pulau-Pulau di Madura dan Indonesia Timur
Next Article Gubernur Khofifah tanam 4.000 bibit tanaman di Malang dan sambung listrik gratis si miskin di Situbondo

Advertisement



Berita Terbaru

Kader Muda NU Didapuk Sebagai Ketua DPW Perindo Jatim
Sospol
Gubernur Khofifah Bagikan Apem saat Megengan “Healing Ramadhan” di Masjid Al-Akbar
Sospol
“Tebuireng Institute” Serukan NU Kembali ke Qanun Asasi
Nahdliyyin
Tumbuh Pesat di Tahun Ketiga, Aset Dikelola BMTNU Sidoarjo Capai Rp 15 Miliar
Nahdliyyin

You Might also Like

Milenial

52 Kader Ansor se-Jatim diajak lakukan Migrasi Usaha dari Offline ke Online

16/04/2022
Milenial

Hari Remaja Internasional, Khofifah Ajak Kaum Muda Terus Menajamkan Kemampuan di Bidang Digital untuk Pembangunan Berkelanjutan

12/08/2024
Milenial

Doktor baru UINSA temukan ideologi politik pengaruhi Tafsir al-Qur’an

14/07/2023
Milenial

Mahasiswa Unusa Agung Firmansyah Ikuti Program IFMA di Malaysia

01/07/2024
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?