By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Pangdam V/ Brawijaya Bersilaturahmi ke PWNU Jatim
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > Pangdam V/ Brawijaya Bersilaturahmi ke PWNU Jatim
Nahdliyyin

Pangdam V/ Brawijaya Bersilaturahmi ke PWNU Jatim

11/01/2022 Nahdliyyin
Suasana pertemuan PWNU dan Kodam V/ Brawijaya Selasa (11/01/22) siang tadi.
SHARE

Surabaya (Radar96.com) – Panglima Kodam V/ Brawijaya, Mayjen TNI Nurchahyanto, melakukan kunjungan silaturahmi ke PWNU Jawa Timur, Selasa 11 Januari 2022. Rombongan disambut oleh Wakil Rais Syuriah PWNU KH Anwar Iskandar, Ketua PWNU KH Marzuki Mustamar dan jajarannya.

Contents
Sambutan Wakil Rais SyuriahTanggapan Pangdam V/ Brawijaya

Pangdam yang baru dilantik tanggal 10 Desember 2021, hadir bersama Kasdam Brigjen Ari Subekti dan Aster Kol Inf Ahmad Basuki. Sedang dari PWNU Jatim tampak Wakil Ketua Prof A’la Basyir, KH Abdussalam Shohib, KH Fahrurrozi, M Koderi, KH Ahsanul Haq, Ma’ruf Syah, Wakil Sekretaris Hasan Ubaidillah, H Mujib Syadzili, dll.

“Kami ingin kulonuwun kepada para kiai di PWNU Jatim. Saya asli Jatim, dibesarkan di Malang. Selama 30 tahun dinas TNI AD baru kali ini di Jawa Timur,” tutur Mayjen TNI Nurchahyanto, yang sebelumnya Asisten Teritorial (Aster) KSAD, menjelaskan.

Sementara itu, KH Marzuqi Mustamar menjelaskan, pihaknya selalu berusaha untuk menjalin kerja sama dengan berbagai pihak dalam menjaga keutuhan NKRI.

“Apalagi dengan Kodam V/ Brawijaya, karena para kiai pesantren dan NU mempunyai sejarah cukup panjang dalam perjuangan negara,” tutur KH Marzuqi, yang juga Pengasuh Pesantren Sabilurrosyad Gasek Malang.

Sambutan Wakil Rais Syuriah

“Di kalangan kiai-kiai sepuh Jawa Timur, dipahami bahwa kata-kata yang berbunyi “Nusantara” merupakan kata kunci bagi keselamatan Indonesia. Bila dijabarkan ‘Nusantara bermakna NU, Santri dan Tentara’. Insya Allah bila tiga komponen ini bersatu, Indonesia akan kuat dan aman,” tutur KH Anwar Iskandar, mengawali sambutannya.

Kedua, menurut Kiai Anwar Iskandar, kehadiran Panglima Kodam V/ Brawijaya seraya diiringi doa agar tugas-tugas di Jawa Timur sukses.

Ketiga, tentang posisi NU, Agama dan Negara.
NU berpandangan, negara merupakan rumah besar seluruh warga bangsa yang terdiri latar belakang yang bermacam-macam, majemuk, plural, tak hanya satu agama melainkan bermacam-macam.

Bagi NU, kebhinnekaan adalah keniscayaan yang harus dihargai. Dengan kebhinnekaan itu, di mata NU, negara NU yang merupakan negara bangsa, hasil prakarsa atas Pendiri Bangsa, sudah selesai.

“Tidak boleh ada pikiran dan usaha-usaha yang mengubah bentuk negara. Menjadi negara agama, misanya, NU tidak akan menyetujui,” tutur Kiai Anwar Iskadar, mewakili Rais Syuriah PWNU Jatim KH M Anwar Manshur yang berhalangan hadir.

Dasar Negara Pancasila, yang menjadi payung bagi seluruh elemen bangsa menjadi keniscayaan. Pancasila tidak bertentangan dengan ajaran Islam.

Menurut Kiai Anwar Iskandar, NU akan menentang dengan segala daya dan upaya, adanya rongrongan dari berbagai kekuatan yang ingin mengubah dasar negara. NU tak ingin Indonesia ada yang disebut “kekuatan yang menginginkan politik aliran”.

“Karena kita memahami negara bangsa dan Pancasila sebagai dasar negar, karenanya politiknya adalah politik kebangsaan, bukan politik aliran. Itulah pandangan-pandangan NU, yang bisa disamakan frekuensinya,’ tuturnya.

Tentu prinsip-prinsip tersebut ada yang mengganggu: komunisme, sekularisme, materialisme. Itulah yang menjadi gangguan yang menjadi prinsip-prinsip kebangsaan.

“Warga NU selain memahami wawasan keagamaan yang moderat, dan wawasan kebangsaan yang nasionalis. Membangun kesadaran bersama untuk menyemalatkan NKRI,” kata Kiai Anwar Iskandar.

Meski begitu, Kiai Anwar mengingatkan, ada kelompok-kelompok yang menggerogoti keutuhan negara ada di tengah masyarakat.
Maka, menurutnya, penting sinerji antara Babinsa dengan NU ranting atau pondok pesantren.

“Sinergi bisa dilakukan bukan hanya di Kodam dan PWNU melainkan juga di tingkat Kodim dan PCNU. Kami buka pintu 24 jam bagi para tentara yang hadir ke kiai-kiai untuk menyamakan visi dan demi keutuhan NRKI,” kata Kiai Anwar Iskandar.

Tanggapan Pangdam V/ Brawijaya

“Kebijakan pimpinan kami, khususnya TNI AD, sudah akan dimulai rekrutmen santri untuk menjadi prajurit.

“Peluang itu sudah dibuka, akan dicoba untuk sosialisasi kepada para santri dan NU guna melaksanakan rekrutmen,” tuturnya.

“Ini peluang yang luar biasa. Bila prajurit direkrut dari santri, khususnya dari NU, niscaya dijamin komitmennya pada NKRI dan nasionalismenya.

Kami akan menindaklanjuti dengan menyampaikan pada para Komandan Kodim hingga di jajaran bawah,” kata Mayjen Nurchahyanto, kelahiran Malang pada 28 Oktober 1964. (*)

Iklan.

You Might Also Like

NBI Usulkan Duet Kiai Alim dan Intelektual Muda Pimpin PBNU 2026-2031 

PWNU Jatim Siap Sukseskan Munas-Konbes NU di Ploso, Kediri

Menjelang Muktamar, Forum Aktivis NU Jatim Serukan Ulama Kembali Menjadi Penunjuk Arah Organisasi

Relawan 33 LPBI PCNU se-Jatim dilatih SIG Pemetaan Bencana

Lesbumi PBNU Adakan Muktamar Kebudayaan Indonesia di UNWAHA Jombang, 12-14 Juni 2026

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Belajar kepada Wartawan Senior di PWNU
Next Article Gubernur Khofifah dorong inovasi Perguruan Tinggi untuk percepat Pembangunan Daerah

Advertisement


Iklan.

Berita Terbaru

Bondowoso Tingkatkan Produktivitas Tebu Melalui Program Bongkar Ratoon
Sospol
NBI Usulkan Duet Kiai Alim dan Intelektual Muda Pimpin PBNU 2026-2031 
Nahdliyyin
KHR Achmad Azaim Ibrahimy: Muharram, Momentum Menata Hati dan Menguatkan Ukhuwah
Sospol
Wisuda Tahfidz Juz 30 Warnai Pelepasan siswa kelas 6 SD Al Islam Surabaya
Milenial

You Might also Like

Nahdliyyin

Mendesak, Literasi Digital Warga NU

11/06/2026
Nahdliyyin

Ratusan Mahasiswa-Santri PWNU-PTN-PTNU dari Surabaya Ikuti “Daurah Aswaja 2026”

07/06/2026
Nahdliyyin

MDS Rijalul Ansor dan Pesantren Al Yasmin Lestarikan Ngaji Kitab Kuning ala Anak Muda

07/06/2026
Nahdliyyin

41 Mahasiswa Prodi Sejarah UIN KHAS Jember Kunjungi PWNU Jatim

06/06/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?