AMSI Jatim: Stop Hoaks Sejak dari Hulu!

Bagikan yuk..!

Surabaya. Radar96.com. Komitmen Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jawa Timur untuk menjaga kebenaran informasi di ruang publik tidak pernah berhenti. Bahkan semakin terus ditingkatkan. Jika sebelumnya bersih-bersih dari sampah informasi (hoaks) dilakukan di hilir, kini sedang dirintis bersih-bersih di tingkat hulu agar lebih efektif.

“Stop sampahnya sejak di hulu,” kata Ketua AMSI Jawa Timur Arif Rahman, saat menutup pelatihan literasi berita untuk publik melawan mis/ disinformasi pada Kamis (29/09/22) siang tadi. Pelatihan yang digelar AMSI Pusat itu dilaksanakan selama dua hari di Hotel Kampin Surabaya.

Menurut Arif, sampah informasi alias hoaks di media sosial saat ini sudah pada tahap berbahaya karena betul-betul dapat melemahkan sendi-sendi kebangsaan yang telah dibangun dengan susah payah. “Tidak ada unggah-ungguh dan tidak ada tata krama di sana,” jelas Arif. Tapi buru-buru pimpinan Lensa Indonesia itu menambahkan bahwa membersihkan ruang publik dari sampah dis maupun misinformasi adalah tanggung jawab semua pihak. “Ini PR besar kita bersama,” jelasnya menekankan.

Menurut pria asal Magetan itu, telah banyak yang dilakukan oleh AMSI Jawa Timur. Selain terus memberikan pencerahan kepada masyarakat tentang bahaya hoaks dan cara menangkalnya lewat pelatihan-pelatihan, AMSI Jawa Timur juga telah menjalin kerja sama dengan Forkopimda Jawa Timur dengan membentuk Komite Komunikasi Digital yang kepengurusannya dilantik oleh gubernur. “Ini yang pertama ada di Indonesia,” jelasnya.

Selain itu, AMSI Jawa Timur juga terus melakukan cek fakta atas berita-berita, foto, meme maupun informasi-informasi lain yang diduga mengandung unsur penipuan informasi. Namun, kata Arif, selama ini hasilnya kurang mendapatkan perhatian dari masyarakat. Cek fakta yang menjadi penjelas atas dugaan manipulasi data itu kurang dibaca orang. Padahal pengerjaannya sulit, butuh banyak tenaga, waktu dan ketelitian. Salah satu solusinya saat ini adalah diubah menggunakan clickbait (teknik memancing orang untuk mengonsumsi konten) agar cepat mendapatkan perhatian.

Dan kini, setelah sekian lama berkutat dengan bersih-bersih sampai informasi di hilir yang dirasa kurang efektif dibanding derasnya sampah yang terus berdatangan dalam jumlah besar, AMSI Jawa Timur merintis bersih-bersih sejak di hulu. Jika sebelumnya sampah datang dulu lalu baru dibersihkan, kini diusahakan agar sampah tidak bisa masuk dan mengotori. “Nyetopnya sejak di hulu, agar lebih efektif,” jelas Arif.

Sambil mempersiapkan langkah baru sebaik mungkin, menurut Arif, langkah-langkah lama masih terus dilakukan. “Kita siap memfasilitasi para pembawa virus kebaikan di lembaga masing-masing. Niat kita baik, yaitu ingin menyelamatkan bangsa dan keluarga yang kita cintai bersama,” pungkasnya.

BeritaTerkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.