Gus Yahya: Cegah Hoaks, Percayakan Pengusutan Tragedi Kanjuruhan kepada Tim Pencari Fakta

Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) mengikuti doa dan tahlil untuk korban tragedi Kanjuruhan, Malang. (*/NUO)
Bagikan yuk..!

Malang (Radar96.com/NUO) – Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf mengajak semua pihak untuk mempercayakan pengusutan musibah yang terjadi di stadion Kanjuruhan kepada tim pencari fakta yang dibentuk pemerintah.

“Kita mesti percaya kepada mereka agar kita semua terhindar dari informasi-informasi hoaks yang dibuat untuk memperkeruh suasana,” kata Gus Yahya dalam sambutannya di hadapan perwakilan keluarga korban, di GSG NU, Selasa (4/9/2022).

Dalam kunjungannya ke Kota dan Kabupaten Malang, Gus Yahya secara langsung memberikan santunan kepada para keluarga korban tragedi Kanjuruhan, baik yang meninggal dunia maupun yang dirawat di rumah sakit.

Gus Yahya juga mengingatkan kepada petugas Posko Terpadu PBNU untuk proaktif menjemput warga yang membutuhkan bantuan informasi maupun trauma healing.

“Jangan menunggu masyarakat yang meminta bantuan, tapi harus proaktif, jemput bola,” ujarnya mengingatkan. Menurutnya, kepedulian NU ini merupakan tanggung jawab NU kepada masyarakat yang terkena musibah. “Kalau tidak dilaksanakan kita berdosa,” kata Gus Yahya.

Sementara itu, Ketua PCNU Kabupaten Malang, Gus Hamim mengucapkan terima kasih kepada jajaran PBNU yang menyempatkan ke Malang.

“Kehadiran panjenengan semua menjadi motivasi bagi kami untuk lebih peduli terhadap kemanusiaan,” ujar Gus Hamim.

Sikap Gusdurian

Sementara itu, Jaringan Gusdurian mendorong langkah konkret dari berbagai pihak untuk menyelesaikan tragedi kemanusiaan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur yang menewaskan ratusan korban, Sabtu (1/10/2022).

Peristiwa itu terjadi sesaat setelah pertandingan Liga 1 antara Arema Malang vs Persebaya Surabaya usai itu menjadi tragedi terbesar kedua dalam sejarah sepak bola dunia. Tragedi paling dahsyat yakni di Estadio National, Peru, pada tahun 1964 juga terjadi karena penembakan gas air mata di dalam stadion.

“Hal ini tentu menjadi pertanyaan mengingat tidak ada potensi bentrok antarsuporter karena hanya pendukung Arema yang diperbolehkan masuk ke stadion,” ujar Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian Alissa Wahid dalam keterangan tertuli.

“Berbagai spekulasi pun muncul, salah satunya mengenai penyebab meninggalnya ratusan korban karena sesak napas akibat gas air mata yang ditembakkan aparat kepolisian ke kerumunan penonton di berbagai titik,” imbuh Alissa. Sementara FIFA melalui peraturan FIFA Stadium Safety and Security Regulations dengan tegas melarang penggunaan gas air mata untuk mengendalikan massa.

“Dari berbagai sumber juga didapat informasi bahwa kepolisian setempat dan panitia pelaksana sudah meminta untuk mengubah jadwal pertandingan menjadi sore hari, namun permintaan ini ditolak PT Liga IndonesiaBaru sebagai penyelenggara kompetisi. Diinformasikan pula bahwa panitia mencetak tiket melebihi kapasitas tempat duduk di stadion,” ungkap Alissa.

Dalam hal ini, Jaringan Gusdurian memberikan 6 poin sebagai pernyataan sikap terhadap kasus tersebut.

Pertama, berduka cita kepada korban dan keluarganya atas tragedi kemanusiaan yang terjadi.
Kedua, mengecam dan menyesalkan tindakan aparat yang represif dan menembakkan gas air mata ke tribun penonton. Diduga ratusan korban meninggal dunia karena tindakan tersebut. Kepolisian harus melakukan evaluasi total terhadap protap keamanan pertandingan sepak bola.
Ketiga, meminta Pemerintah Indonesia untuk mengusut tuntas tragedi kemanusiaan ini dengan membentuk tim investigasi independen dan menghukum siapa pun yang bersalah.
Keempat, meminta Komnas HAM untuk mengusut dugaan pelanggaran HAM yang dilakukan aparat dalam penanganan keamanan di stadion.
Kelima, mendesak PSSI untuk membekukan segala aktivitas sepak bola sampai ada evaluasi yang menyeluruh terhadap penyelenggaraan pertandingan sepak bola.
Keenam, mengimbau kepada masyarakat untuk memperkuat solidaritas dan melawan segala bentuk fanatisme buta. Tidak ada sepak bola yang lebih berharga daripada nyawa. (*/NUO)

Sumber:
*) https://www.nu.or.id/nasional/cegah-hoaks-gus-yahya-percayakan-pengusutan-tragedi-kanjuruhan-kepada-tim-pencari-fakta-v4bfJ
*) https://www.nu.or.id/nasional/6-pernyataan-sikap-jaringan-gusdurian-soal-tragedi-kanjuruhan-sesalkan-tindakan-represif-aparat-y2bYz

BeritaTerkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.