Surabaya (Radar96.com) – Sejumlah pesantren, masjid dan tokoh inspiratif menerima penghargaan “AYSI Award 2022” dari Gubernur Jatim Hj Khofifah Indar Parawansa selaku Pembina AYSI (Asosiasi Youtuber Santri Indonesia) dalam rangkaian Silatnas AYSI di Grand Ballroom Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, 5 November 2022.
“Silatnas itu tidak hanya konsolidasi organisasi dan program, tapi kami juga memberikan apresiasi melalui award dan wawasan melalui sharing session,” kata Ketua Umum AYSI Helmy M Noor di Surabaya, Sabtu (5/11) malam.
Santri yang piawai di bidang EO itu mengaku terharu dengan semangat kalangan pesantren yang antusias memasuki dunia digital untuk kepentingan agama dan organisasi.
“Para kiai dan santri sekarang sudah memasuki dunia itu, karena itu mereka ingin AYSI memberi bekal kepadanya untuk cakap dan tidak keliru dalam digitalisasi. Nah, kami memberikan award untuk merespons motivasi mereka itu,” katanya.

Pesantren penerima “AYSI Award 2022” antara lain Pesantren Lirboyo Kediri (Channel Pondok Lirboyo) dengan prestasi berupa channel dengan Subscriber lebih dari 100.000.
Kedua, Pondok Pesantren Ngalah, Pasuruan (Ngalah TV Official) dengan prestasi berupa channel dengan Subscriber lebih dari 100.000.
Ketiga, Pesantren Progresif Bumi Shalawat Sidoarjo (Channel Progresif TV) dengan prestasi berupa channel dengan Subscriber lebih dari 100.000.
Keempat, AYSI Award 2022 juga diberikan kepada “Gus Miftah Official” (Pondok Pesantran Ora Aji Sleman Jogjakarta) dengan prestasi: Channel Pengasuh Pondok Pesantren yang Konsisten dalam Gerakan Moderasi Beragama.
Kelima, “MADU TV” (Pondok Pesantren Ma’dinul Ulum Campurdarat, Tulungagung) dengan prestasi: Pondok Pesantren yang sudah siaran dan memiliki izin resmi TV Digital dan selalu merelay program AYSI.
“Itu satu-satunya TV Digital milik pesantren yang sudah punya izin resmi dari Kominfo,” kata Helmy yang juga merupakan Inisiator AYSI itu.
Keenam, masjid juga menerima AYSI Award 2022 yakni Masjid Al Akbar TV dengan prestasi: Channel yang Konsisten dalam Pengembangan Dakwah Digital Berbasis Masjid.
“Ada juga beberapa tokoh penerima AYSI Award 2022, diantaranya Nyai Hj Machfudzoh Wahab sebagai Inspirator AYSI yang diterima Gus H Mujtahidur Ridho, lalu HM Arum Sabil sebagai Inspirator AYSI,” kata Helmy.
Dalam sharing session, entrepreneur Tom Liwafa menekankan Proses Membangun Personal Branding itu sangat penting dalam era digitalisasi.
“Personal Branding itu terkait dengan sikap dan perilaku kita, karena itu penting bagi kita mengetahui kapasitas
diri melalui
Keunggulan dan
Keahlian yang dimiliki,” katanya.
Selanjutnya, branding akan terbentuk dengan membuat Karya, karena kemampuan
dan kerja nyata kita akan membuat orang ingat siapa kita.
Sementara itu, pakar komunikasi Unair Dr Suko Widodo menyatakan pentingnya dakwah digital bagi kalangan pesantren, karena dunia digital itu tidak bisa dihindari, namun juga perlu diberi substansi yang benar. (*/my)



