Ketua FK Patuh: Bukan Hoax, Umrah Tak Wajib Vaksin Meningitis

Bagikan yuk..!

Surabaya, Radar96.com –
Kemenkes RI secara resmi mengeluarkan surat edaran bahwa tidak ada lagi keharusan bagi jemaah umrah untuk vaksin meningitis. Surat itu ditandangani Sekjen Kemenkes pada Jumat (11/11), tapi baru beredar pada Senin (14/11).

“Jadi, bukan hoaks, surat edaran Kemenkes itu resmi 100 persen,” kata Ketua FK Patuh (Forum Komunikasi Pimpinan Travel Umrah & Haji) Jawa Timur, H Ahmad Bajuri, di Surabaya, Senin (14/11) malam.

Awalnya, beberapa pimpinan travel umrah, meragukan surat ini. “Akhirnya, kami mencoba konfirmasi dengan pihak KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan) Juanda, Surabaya. Hasilnya, KKP menyatakan bahwa surat itu benar,” kata Bajuri.

KKP Surabaya, lanjut Bajuri, langsung sigap dan tanggap dengan aturan vaksin meningitis ini. “Mulai Selasa (15/11), KKP tidak melakukan pemeriksaan kartu vaksin di bandara Juanda, Surabaya,” tandas Bajuri.

Begitu mendengarkan pernyataan KKP, ucap Bajuri, para pimpinan travel umrah menyambut gembira. Hampir semua berucap syukur dan semakin termotivasi untuk mencari jemaah sebanyak-banyaknya untuk umrah.

“Kami, para pimpinan travel umrah memang sempat kesal dengan aturan vaksin ini. Ratusan jemaah umrah gagal berangkat gara-gara jarak suntik vaksin dan keberangkatan kurang dari 10 hari,” tegas Bajuri menirukan keluhan anggotanya.

Dengan dihapuskannya syarat vaksin meningitis, kata Bajuri, maka diharapkan ada kenaikan jumlah jemaah umrah, terutama menjelang liburan sekolah Desember.

“Kini pergi umrah cukup mudah. Hanya perlu paspor, maka visa dan akomodasinya akan diurus oleh masing-masing travel,” ujar pria yang juga Direktur PT Bakkah Travel Surabaya ini. (*/pna)

BeritaTerkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.