Menkopolhukam minta media blokir Berita Hoaks agar Pemilu berkualitas

Menkopolhukam Mahfud MD dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa setelah keduanya menjadi narasumber dalam acara Cangkrukan Menkopolhukam bertema 'Tertib di Tahun Politik Menuju Indonesia Maju' di Surabaya pada Selasa (28/2/2023). (*/hmn)
Bagikan yuk..!

Surabaya, Radar96.com – Menkopolhukam RI Mahfud MD meminta media saat ini untuk memblokir berita-berita hoaks, termasuk jangan membiasakan membuat berita yang click bite yang mana berita dipotong, padahal terdapat pesan atau penjelasan yang lebih penting, sehingga membahayakan kualitas Pemilu 2024.

“Kadang kala berita dipelintir, nah itu berbahaya kalau untuk pemilu yang akan datang tidak bagus bagi hasil pemilu kalau didahului dengan hoax,” ucapnya saat menjadi narasumber dalam acara Cangkrukan Menkopolhukam bertema ‘Tertib di Tahun Politik Menuju Indonesia Maju’ di Surabaya, Selasa (28/2).

Secara umum, Mahfud MD mengapresiasi kegiatan cangkrukan diadakan pertama kali secara nasional di Jatim dalam rangka menunjukkan usaha-usaha yang lebih nyata yang dipelopori oleh kantor-kantor pemerintah untuk membangun atau melaksanakan program revolusi mental yang telah disampaikan oleh Presiden Jokowi.

Secara khusus, kegiatan ini diadakan dalam rangka menyongsong Pemilu yang umum, bebas, rahasia jujur dan adil. Semua itu kata Mahfud, tidak dapat dilakukan pemerintah dan aparat serta lembaga saja, akan tetapi seluruh masyarakat terutama media harus terlibat.

Mengenai format Cangkrukan, Mahfud mengambil model Jawa Timur karena model seperti yang sekarang dilakukan lebih mudah diterima masyarakat.

“Model-model yang seperti ini karena ternyata lebih cair lebih gampang dan masyarakat merasa tidak digurui melulu tetapi juga diajak bicara dan ditanya apa masalahnya kemudian juga kita bertanya kepada masyarakat bukan hanya masyarakat kepada kita nah itulah sebabnya acara ini diadakan,” tuturnya.

Ke depan, Mahfud mengatakan bahwa model atau format cangkrukan yang pertama kali diadakan secara nasional di Jatim, akan diterapkan di provinsi lain. “Tadi saya sudah minta izin kepada Gubernur Jawa Timur untuk membuat semacam hak cipta atau hak paten bahwa ini akan kita bawa ke provinsi-provinsi lain,” urainya.

Sebagai informasi, kegiatan ini dilakukan sebagai langkah awal untuk memberikan sosialisasi kepada seluruh masyarakat agar tertib penggunaan media sosial kepada tokoh publik di ruang publik sehingga Pemilu 2024 mencegah berita hoax dan hate speech yang berpotensi memecah kesatuan bangsa. Sedangkan tujuan dari kegiatan cangkrukan ini adalah meningkatkan perilaku masyarakat menjadi lebih tertib dalam menggunakan media sosial.

Adapun tema yang akan didiskusikan dalam kegiatan Cangkrukan Gerakan Indonesia Tertib di Provinsi Jawa Timur adalah Tertib Tahun Politik Untuk Indonesia Maju dan Jaga Integritas Diri Untuk Satukan Negeri. Pemilihan tema tersebut, bertujuan untuk memberikan persepsi kepada peserta dan narasumber tentang perlunya peningkatan budaya tertib di masyarakat dalam mensukseskan tahapan Pemilu Tahun 2024. Utamanya budaya tertib di ruang publik secara langsung maupun ruang publik di media sosial guna meminimalisir disinformasi Pemilu.

Diskusi dengan gaya cangkrukan itu dihadiri pula oleh Guru Besar Universitas Airlangga Henri Subiakto, Direktur Jaringan Gusdurian Alissa Wahid, Analis Media Sosial Ismail Fahmi yang dimoderatori oleh pakar komunikasi Suko Widodo. Terakhir tanggapan dari sisi agama dan tausiyah oleh Ustad Das’ad Latif serta rangkuman hasil diskusi.

Turut hadir pula Sesmenko Polhukam Letjen TNI Teguh Pudjo Rumekso, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakapolda Jawa Timur Brigjen Pol Slamet Hadi, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Farid Makruf, Ketua DPRD Provinsi Jatim Kusnadi, jajaran Forkopimda Jatim, akademisi, analis media sosial, tokoh agama, wali kota dan Bupati serta pejabat di lingkungan Provinsi Jatim. (*/hmn)

BeritaTerkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *