By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Jangan Lompat Urutan, Institut Sarinah Ingatkan DPR Jaga Integritas Seleksi Pimpinan Ombudsman
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Sospol > Jangan Lompat Urutan, Institut Sarinah Ingatkan DPR Jaga Integritas Seleksi Pimpinan Ombudsman
Sospol

Jangan Lompat Urutan, Institut Sarinah Ingatkan DPR Jaga Integritas Seleksi Pimpinan Ombudsman

25/04/2026 Sospol
Ketua Direktur Eksekutif Institut Sarinah, Endang Yuliastuti.
SHARE

Jakarta, radar96.com — Institut Sarinah mengingatkan DPR RI agar tidak mengabaikan urutan hasil seleksi dalam proses pengisian kekosongan pimpinan Ombudsman RI. Pengabaian terhadap peringkat kandidat dinilai berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap proses seleksi lembaga negara.

Merujuk keputusan Komisi II DPR RI, telah ditetapkan sembilan pimpinan Ombudsman RI masa jabatan 2026–2031, disertai daftar kandidat berikutnya berdasarkan hasil pemeringkatan resmi. Dalam daftar tersebut, Wahidah Suaib menempati urutan ke-10 dan dinilai sebagai kandidat sah untuk mengisi posisi yang kosong, menyusul penangkapan Ketua Ombudsman RI, Hery Susanto, oleh Kejaksaan Agung, sepekan setelah pelantikan oleh Presiden.

Direktur Eksekutif Institut Sarinah, Endang Yuliastuti, menegaskan bahwa pengisian jabatan seharusnya mengacu pada urutan hasil seleksi.

“Oleh karena itu, pengisian posisi yang kosong semestinya diberikan kepada kandidat berikutnya sesuai urutan, tanpa melompati,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (25/4/2026).

Menurut Endang, keputusan yang mengabaikan urutan tidak hanya merusak integritas proses seleksi, tetapi juga berisiko melemahkan legitimasi kelembagaan. Dalam jangka panjang, hal tersebut dapat menurunkan kepercayaan publik terhadap DPR, khususnya Komisi II yang membidangi proses seleksi.

Selain aspek prosedural, Institut Sarinah juga menilai momentum ini penting untuk memperkuat keterwakilan perempuan di lembaga negara. Ketua Bidang Hukum Institut Sarinah, Antarini Arna, menegaskan bahwa afirmasi perempuan tidak bertentangan dengan prinsip meritokrasi.

“Kandidat yang berada pada urutan berikutnya telah melalui proses seleksi yang sama dan sah. Karena itu, penguatan keterwakilan perempuan justru dapat berjalan seiring dengan prinsip meritokrasi,” jelasnya.

Ia menambahkan, konsistensi terhadap hasil seleksi akan menjadi preseden penting dalam tata kelola lembaga negara. Keputusan DPR dalam kasus ini akan menentukan apakah proses seleksi dijalankan secara konsisten atau justru membuka ruang bagi penyimpangan prosedur.

Institut Sarinah menekankan bahwa konsistensi terhadap urutan hasil seleksi merupakan fondasi utama tata kelola yang transparan dan akuntabel. Karena itu, lembaga tersebut menyerukan kepada pimpinan DPR RI, Komisi II DPR RI, serta seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan proses penggantian pimpinan Ombudsman dilakukan secara adil, transparan, dan sesuai aturan.

Di sisi lain, para kandidat lain, khususnya yang berada di bawah urutan ke-10, juga didorong untuk menghormati hasil seleksi dan menjaga integritas kelembagaan. Dukungan terhadap kandidat pada urutan berikutnya dinilai sebagai bentuk kepemimpinan moral dalam menjaga keadilan prosedural.

Institut Sarinah menilai polemik ini bukan sekadar soal pengisian jabatan, melainkan menyangkut kepercayaan publik, konsistensi hukum, serta komitmen terhadap keadilan dalam tata kelola negara.

“Menetapkan Wahidah Suaib sebagai pengganti bukan hanya keputusan administratif, tetapi langkah penting untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus memastikan tata kelola yang adil, konsisten, dan berperspektif gender,” pungkas Endang.

Iklan.

You Might Also Like

Dalam Research Week, Dosen FISIP UNAIR Ingatkan Bahaya Kekuasaan Algoritma

Debat “AI untuk Pendidikan” Meriahkan Dies Natalis ke-7 STAI Al-Akbar Surabaya

Komisi PDUF MUI Jatim Siapkan Ekosistem Filantropi Modern

Masjid Al-Akbar Surabaya panen ratusan melon pada 1 Muharram 1448 H

IPNU-IPPNU dan LBH Ansor Perkuat Advokasi dan Kesadaran Hukum Pelajar

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article BPJS Ketenagakerjaan Gandeng PWNU Jatim untuk Perlindungan Pekerja Informal
Next Article Pesantren Digipreneur Al-Yasmin Surabaya jadi tempat uji kompetensi bagi tour leader internasional

Advertisement


Iklan.

Berita Terbaru

Dalam Research Week, Dosen FISIP UNAIR Ingatkan Bahaya Kekuasaan Algoritma
Sospol
Debat “AI untuk Pendidikan” Meriahkan Dies Natalis ke-7 STAI Al-Akbar Surabaya
Sospol
Ratusan Mahasiswa-Santri PWNU-PTN-PTNU dari Surabaya Ikuti “Daurah Aswaja 2026”
Nahdliyyin
MDS Rijalul Ansor dan Pesantren Al Yasmin Lestarikan Ngaji Kitab Kuning ala Anak Muda
Nahdliyyin

You Might also Like

Sospol

100-an Santri Ikuti “Ngaji Soccer II” di Masjid Al-Akbar

31/05/2026
Sospol

Pemuda Asal Hongkong Resmi Memeluk Islam di Kota Probolinggo

29/05/2026
Sospol

Masjid Al-Akbar Surabaya Sembelih Sapi Presiden, Gubernur, dan Puluhan Sapi-Kambing

28/05/2026
Sospol

Prof.Dr.KH. Nazaruddin Umar, Menteri Agama RI Menyerahkan Sapi Qurban kepada PWNU Jawa TImur

27/05/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?