By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Dzurriyah Hasan Gipo: Muktamar Tambakberas Simbol Ajakan Pulang ke Muassis
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > Dzurriyah Hasan Gipo: Muktamar Tambakberas Simbol Ajakan Pulang ke Muassis
Nahdliyyin

Dzurriyah Hasan Gipo: Muktamar Tambakberas Simbol Ajakan Pulang ke Muassis

19/08/2026 Nahdliyyin
Wachid Zen, Ketua IKSA (kiri)
SHARE

Surabaya, radar96.com – Ketua Yayasan Insan Keturunan Sagipoddin (IKSA) yang merupakan Dzurriyah H Hasan Gipo (Ketua Umum PBNU pertama) H Abd Wachid Zen menilai Muktamar ke-35 NU di Pesantren Tambakberas, Jombang pada 27-31 Agustus 2026 merupakan simbol ajakan pulang (kembali) pada nilai-nilai warisan muassis/pendiri untuk Abad Kedua NU.

“Sebagai ketua Yayasan IKSA (Insan Keturunan Sagipoddin), kami sangat berharap Muktamar ke-35 NU nanti betul-betul mewujudkan nilai-nilai organisasi yang diwariskan para muassis, termasuk H Hasan Gipo. Jadi, muktamar kali ini ibarat pulang pada nilai-nilai warisan muassis atau kembali pada teladan muassis,” katanya di Surabaya, Rabu.

H Hasan Gipo, Ketua Umum PBNU pertama (HBNO 1926)

Wachid Zen yang juga Ketua II Pengurus Takmir Masjid Agung Sunan Ampel itu menjelaskan Muktamar ke-35 NU merupakan muktamar pertama di Abad Kedua NU (2026-2126), karena itu muktamar kali ini perlu menengok peran/kiprah NU di Abad Pertama sebagai Pendiri Bangsa agar NU di Abad Kedua menjadi Penjaga Peradaban Bangsa.

Untuk itu, pelaksanaan Muktamar ke-35 NU perlu merujuk pada teladan para muassis dalam ber-NU, seperti H Hasan Gipo saat menjadi Ketua Umum PBNU yang mendampingi KHM Hasyim Asy’ari selama 9 tahun (1926-1934) dengan satu niat yakni khidmah atau fokus dalam ngopeni (melayani) jamaah (masyarakat), apalagi lokasi muktamar di Tambakberas.

“H Hasan Gipo sebagai petinggi PBNU itu betul-betul berkhidmah ke NU dan ulama, beliau tidak sulit ditemui jamaah dan tidak mencari penghidupan di NU, apalagi niat mencari dukungan agar bisa duduk di pemerintahan. Beliau adalah teladan ketulusan, khumul, dan tidak mencari popularitas. Beliau adalah tokoh NU yang nyaris tak tersorot dan tidak viral, bahkan situs makamnya di sisi timur Masjid Ampel pun baru terlacak pada 2020-2021,” katanya.

Nama lengkap dari Hasan Gipo adalah Hasan Basri. Ia lahir di Kampung Sawahan Ampel Surabaya pada tahun 1869, tepatnya di kawasan Jalan Ampel Masjid. Dia berasal dari keluarga besar Sagipoddin (Gipo) sehingga nama tersebut disematkan di belakang namannya menjadi Hasan Gipo.

Secara silsilah, Hasan Gipo merupakan generasi ketiga dari Bani Gipo, yakni H Abdulloh (ayah), H Tarmidzi (kakek), dan Gipo/H Sagipoddin (buyut/leluhur), jadi Hasan Basri bin Abdullah, bin Tarmidzi, bin Sagipoddin, sehingga menjadi Hasan Gipo. Asal-usul dari Bani Gipo juga masih memiliki hubungan darah dengan Sunan Ampel.

Dari jalur keturunan Gipo itu pula, Hasan Gipo memiliki hubungan kekerabatan dengan KH Mas Mansur (Muhammadiyah), karena sama-sama keturunan Sagipoddin/Gipo, tapi KH Mas Mansur dari jalur Perempuan yakni Hj Roudho bin Tarmidzi, sedangkan Hasan Gipo dari jalur laki-laki. Jadi, keluarga Sagipodin memiliki akar kuat di NU dan Muhammadiyah.

“Hasan Gipo merupakan seorang saudagar kaya yang kekayaannya diperoleh dari kakeknya, diantaranya ekspor palawija/rempah ke luar negeri, impor beras , ketan, pakaian, dan memiliki pergudangan di kawasan Kalimas, serta menyewakan rumah inap dan mempunyai pasar di Pabean Cantikan, Surabaya,” katanya.

Namun, kekayaannya yang melimpah itu banyak digunakan untuk pergerakan/NU. Hasan Gipo-lah yang mendanai Komite Hijaz ke Saudi Arabia untuk memperjuangkan paham bermadzhab/Aswaja, sehingga akhirnya Komite Hijaz menjadi cikal bakal lahirnya NU dan KHA Wahab Hasbullah sebagai penggagas/muassis NU pun merasa terbantu Hasan Gipo.

“Hasan Gipo pula yang selalu mengantar Kiai Wahab menemui para aktivis pergerakan yang ada di Surabaya, seperti HOS Cokroaminoto dan dr Soetomo, sehingga Kiai Wahab pun berkenalan dengan para murid HOS Cokroaminoto, seperti Soekarno, Kartosoewirjo, Muso, SK Trimurti, dan sebagainya. Hasan Gipo sangat menjunjung tinggi faktor keulamaan,” katanya.

Dari perjuangan harta, raga, dan pemikiran itulah, Hasan Gipo akhirnya menerima penunjukan/penugasan sebagai Ketua Tanfidziyah PBNU yang pertama sejak Muktamar ke-1 di Surabaya (1926) hingga Muktamar ke-9 di Banyuwangi (1934) atau selama 9 tahunan, karena dinilai sosok yang lengkap, karena mengenyam pendidikan umum ala Belanda dan pendidikan ala pesantren serta akrab dengan masyarakat dan ulama.

“Hasan Gipo terlahir dari kalangan santri yang sedari kecil dipondokkan di sekitar Surabaya, seperti Pesantren Dresmo-Surabaya, Pesantren Ngelom Sepanjang-Sidoarjo, dan Pesantren Buduran-Sidoarjo, juga sempat sekolah umum ala Belanda karena keluarga mapan. Sayang sekali, jasa perjuangannya di NU kurang diketahui, karena fotonya jarang dipajang pada acara NU, namun khidmah beliau kepada NU perlu diteladani PBNU,” katanya. (*/iksa)

Iklan.

You Might Also Like

LPT PBNU–LPDP Siapkan Rp7,5 Miliar untuk Perkuat Riset PTNU

LP Maarif Jatim Sowan ke Ketum PBNU Gus Kikin

SMA Khadijah Surabaya Berikan Beasiswa Pendidikan 100 Persen kepada Tiga Hafidzah

Gus Kikin Takkan Lupakan PWNU Jatim

Resmikan Kantor Baru, GP Ansor Bondowoso Tegaskan Tak Ada Alasan Berhenti Bergerak

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Santri Jember Zaky Faizal Huda Buktikan Santri Bisa Juara MQK Jatim
Next Article KKN Universitas Bondowoso Gandeng Polisi dan Puskesmas Edukasi Bahaya Narkoba di MTs Nurul Islam

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Unusa Gandeng 2 Kampus Kesehatan di Malaysia Perkuat Teknologi Laboratorium Patologi Anatomi
Sospol
KHR Achmad Azaim Kukuhkan Pengurus Ijtihad Rayon IKSASS Bondowoso saat Maulid Nabi
Sospol
Hari Pelanggan Nasional 2026, Manajemen BRI Bondowoso Sapa Nasabah dan Beri Apresiasi
Ekraf
Dzurriyah Hasan Gipo: Kiai Miftah-Gus Kikin jadi Paket Ideal Awali Abad Kedua NU
Uncategorized

You Might also Like

Nahdliyyin

IKAPETE Jatim Sampaikan Blueprint Kemandirian Umat Hadratusyaikh KH. Hasyim Asy’ari

05/09/2026
Nahdliyyin

ISNU Jatim Gagas Konsep “Orkestrasi Sumber Daya NU” Pasca-Muktamar

04/09/2026
Nahdliyyin

Hari Pertama Kerja, Gus Kikin Mulai Siapkan Kepengurusan PBNU dengan Istikhoroh

04/09/2026
Nahdliyyin

566 Santri Diduga Keracunan MBG, Ansor Desak SPPG Kalitengah Diusut Transparan

03/09/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?