By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: ISNU Jatim Gagas Konsep “Orkestrasi Sumber Daya NU” Pasca-Muktamar
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > ISNU Jatim Gagas Konsep “Orkestrasi Sumber Daya NU” Pasca-Muktamar
Nahdliyyin

ISNU Jatim Gagas Konsep “Orkestrasi Sumber Daya NU” Pasca-Muktamar

04/09/2026 Nahdliyyin
SHARE

Surabaya, radar96.com – Salah seorang Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PW ISNU) Jawa Timur Dr. H. Yusuf Amrozi, M.MT menyampaikan gagasan pentingnya konsep “Orkestrasi Sumberdaya NU” pasca-Muktamar ke-35 NU di Tambakberas, Jombang.

“Jika masa seratus tahun pertama fokus utama NU adalah menjaga kelestarian tradisi keagamaan dan eksistensi organisasi, maka fase berikutnya menuntut langkah konsolidasi menghadapi ledakan potensi kaum cendekiawan di seluruh penjuru negeri,” katanya di Surabaya, Jumat (4/9).

Menyikapi dinamika tersebut, Yusuf yang juga akademisi dari Program Studi (Prodi) Sistem Informasi UIN Sunan Ampel Surabaya menekankan urgensi bagi NU untuk menerapkan prinsip manajemen strategik bernama Resource Orchestration (RO) atau orkestrasi sumber daya.

“Mekanisme ini menjadi syarat mutlak bagi organisasi besar untuk mampu menciptakan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan di tengah persaingan zaman yang semakin kompleks,” katanya, sembari menambahkan gagasan itu sempat dibahas ISNU dalam ‘ISNU Talk’ selama Muktamar Ke-35 NU di Tambakberas, 27-31 Agustus 2026.

Berdasarkan pengamatannya, kekayaan dan potensi intelektual yang dimiliki oleh NU dan ISNU sesungguhnya sudah sangat melimpah ruah. Mulai dari lulusan sarjana, magister, doktor, profesor, hingga para teknokrat yang ahli di berbagai bidang keilmuan, bahkan profesor perempuan di bidang nuklir dan kapal selam pun sudah ada.

Namun, kekayaan ini belum sepenuhnya bergerak sebagai satu kekuatan yang terintegrasi. “Tantangan terbesar pemimpin NU ke depan adalah bagaimana mengorganisir, mengintegrasikan, dan mendayagunakan seluruh modal intelektual, aset, serta jaringan koneksi tersebut menjadi satu kesatuan gerak yang solid,” tegas Yusuf.

Mengacu pada teori manajemen strategik dari pakar global David Sirmon, ia menjabarkan ada empat syarat fundamental yang harus dipenuhi dalam proses orkestrasi potensi organisasi agar tidak terkalahkan oleh pihak kompetitor yang merujuk pada teori “resource-based view” dengan empat Langkah khas.

Pertama, Bernilai (Valuable): Segala pemikiran, karya, dan program yang dihadirkan oleh pengurus wajib memberikan kontribusi nilai manfaat yang nyata dan langsung dirasakan bagi kemaslahatan umat atau jamaah.

Kedua, Langka (Rare): Organisasi harus mampu menonjolkan ciri khas atau keunikan layanan spesifik yang jarang dimiliki atau ditiru oleh kelompok lain.

Ketiga, Sulit Ditiru/Digantikan (Inimitable): Nilai ini perlu dijaga melalui konsistensi paham keislaman yang moderat —Rahmatan lil ‘Alamin— sebagai jangkar peradaban yang memiliki karakter unik dan tak tergantikan.

Keempat, Terorganisir secara Maksimal: Hal ini perlu didukung oleh tata kelola modern yang berbasis sistem informasi digital untuk menggerakkan seluruh lini operasional organisasi secara efisien, terkoordinir dan terukur.

Lebih jauh, Yusuf yang juga penulis buku “Mozaik Kehidupan” ini menyoroti isu krusial dalam manajemen pengetahuan (Knowledge Management), khususnya di kalangan generasi muda NU dan Gen-Z dalam menghadapi gelombang kecerdasan buatan (AI).

Ia mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara pengembangan tacit knowledge —kapasitas orisinalitas berpikir yang bersumber dari kedalaman hati dan akal—, serta explicit knowledge atau kecakapan penguasaan teknologi perangkat lunak digital, agar kader tidak hanya menjadi konsumen informasi pasif, melainkan mampu bangkit menjadi produsen pengetahuan yang mandiri.

Yusuf juga menekankan pentingnya profil kepemimpinan ideal yang dibutuhkan NU di abad kedua. “Seorang pemimpin masa depan NU harus memiliki kapasitas ganda. Ia harus menjadi leader yang menelurkan konsep visioner, sekaligus mampu menjadi manajer yang andal untuk mendaratkan gagasan besar tersebut hingga level teknis operasional, demi mendongkrak berbagai sektor ekonomi, pendidikan, kesehatan publik, dan lainnya” katanya. (*/isnu)

Iklan.

You Might Also Like

Silaturahim dengan Dubes Mesir, PBNU Dorong Kolaborasi Pendidikan dan Dakwah

12 Perubahan Penting AD/ART NU Hasil Muktamar Ke-35 Disosialisasikan

NU Care-LAZISNU Jatim Buka Pelatihan Vokasi Teknisi AC Bagi Santri/Kader

Ketua SC Halaqah Kebangsaan Qanun Asasi: “Tudingan Politisasi Adalah Fitnah Besar, Sangat Tidak Etis Mencatut Nama IKAPETE!”

Soal Kondisi NU, Prof Mas’ud Said: Jangan Ada Perpecahan dan Lima Elemen Potensial Ini Harus Dirangkul

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Hari Pertama Kerja, Gus Kikin Mulai Siapkan Kepengurusan PBNU dengan Istikhoroh
Next Article IKAPETE Jatim Sampaikan Blueprint Kemandirian Umat Hadratusyaikh KH. Hasyim Asy’ari

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Silaturahim dengan Dubes Mesir, PBNU Dorong Kolaborasi Pendidikan dan Dakwah
Nahdliyyin
12 Perubahan Penting AD/ART NU Hasil Muktamar Ke-35 Disosialisasikan
Nahdliyyin
IPPNU Jatim Gandeng MUI Cetak Daiyah Pelajar di Era Digital
Milenial
NU Care-LAZISNU Jatim Buka Pelatihan Vokasi Teknisi AC Bagi Santri/Kader
Nahdliyyin

You Might also Like

Nahdliyyin

Ketua PW Ikapete Jatim: Agenda di MPR RI Murni Khidmat Alumni, Bebas Politik Praktis

08/10/2026
Nahdliyyin

Oktober-November, PWNU Jatim Adakan 14 Kegiatan Hari Santri Nasional 2026

07/10/2026
Nahdliyyin

Ansor Bondowoso Dorong Kemandirian Petani Muda Lewat Pelatihan Pupuk Organik Cair

06/10/2026
Nahdliyyin

IPPNU Jatim Perkuat Kolaborasi Pemberdayaan Pelajar dengan BAZNAS Jatim

06/10/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?