By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Gus Salam Sohib: Jalani Ramadhan Dengan Penuh Kekhusyukan
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > Gus Salam Sohib: Jalani Ramadhan Dengan Penuh Kekhusyukan
Nahdliyyin

Gus Salam Sohib: Jalani Ramadhan Dengan Penuh Kekhusyukan

16/03/2024 Nahdliyyin
Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ma'arif, Denanyar, Jombang, KH. Abdussalam Sohib (Gus Salam). (*/muz)
SHARE

Jombang, radar96.com – Ramadhan adalah bulan spiritual. Di bulan suci ini, setiap Muslim memfokuskan waktu, pikiran, dan hatinya untuk mempererat hubungan dengan Allah SWT. Maka, Ramadhan pun menjadi momen yang tepat untuk melatih beribadah dengan khusyu.

Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif, Denanyar, Jombang, KH. Abdussalam Sohib, mengatakan kekhusyukan tidak hanya bisa dibangun dalam shalat, tetapi juga dalam keintiman hubungan seorang hamba dengan Allah SWT, khususnya di bulan Ramadhan.

“Bulan yang seperti itu semangatnya, yang membawa suatu spiritualitas, suatu keadaan hati dan jiwa yang merasa dekat kepada Allah, itu tentu akan sangat membantu kita untuk meningkatkan kualitas shalat di dalam Ramadhan,” kata Gus Salam di Jombang, Sabtu (16/3/2024).

Kekhusyukan yang selalu dikejar di setiap ibadah shalat bisa terbantu dengan adanya suasana spiritualitas dan fokus yang sangat tinggi pada bulan suci Ramadhan. Berbagai shalat, baik yang wajib maupun sunnah, pun dapat dilakukan pada bulan Ramadhan dengan lebih khusyuk dan tawadhu.

“Lebih dari itu, ada suatu tambahan shalat sunnah yang disyariatkan hanya pada malam-malam bulan Ramadhan, yaitu shalat Tarawih. Kalau qiyamullail di luar Ramadhan itu hanya mencakup Tahajud dan Witir maka pada Ramadhan qiyamullail itu mencakup Tarawih, Tahajud, dan Witir,” ujarnya.

Shalat Tarawih, menurut Gus Sallam, merupakan salah satu medium perbaikan diri seorang Muslim. “Medium jati diri kita itu adalah memperbanyak shalat malam pada bulan Ramadhan, karena itulah ada shalat Tarawih,” ujar Gus Salam.

Gus Salam juga menjelaskan tentang beribadah di waktu dan tempat yang memiliki kemuliaan. Ada beberapa tempat yang jika seorang Muslim mendekatkan diri kepada Allah SWT di tempat tersebut maka fadilahnya bertambah. Misalnya, doanya akan terkabulkan jika berdoa di tempat itu.

Begitu pun kemuliaan waktu. Ada waktu yang mempunyai kemuliaan sehingga bila beribadah di waktu itu maka pahalanya akan berlipat. “Di antara kemuliaan waktu itu adalah Ramadhan, sehingga kalau kita melaksanakan shalat, wajib ataupun sunah, itu akan dilipatgandakan oleh Allah SWT,” ujarnya.

Cucu Pendiri Nahdlatul Ulama’ tersebut menyampaikan soal bagaimana melatih kekhusyukan dalam shalat. Dia menjelaskan, ada beberapa amalan dalam shalat. Pertama, amalan fisik seperti rukuk dan sujud. Kedua, amalan lisan seperti bacaan al-Fatihah dan bacaan doa, terakhir yaitu amalan hati yang dalam hal ini adalah khusyuk dalam shalat.

“Khusyuk itu amalan hati sehingga sulit mengukur dari sisi zahir (fisik). Tetapi, memang ada indikator secara fisik, misalnya shalatnya tenang dan kalau ada gerakan tertentu yang dibutuhkan, misalnya menggaruk karena badan gatal, itu tidak memengaruhi kekhusyukan shalat karena ini urusan hati,” paparnya.

Khusyuk itu fokus dalam ibadah, tidak berbicara dengan dirinya sendiri, tidak memikirkan hal lain kecuali, hanya shalatnya. “Jadi, khusyuk itu fokus dalam ibadah, tidak berbicara dengan dirinya sendiri, tidak memikirkan hal lain kecuali hanya shalatnya saja. Terkadang orang terpikir pekerjaannya, berarti dia tidak khusyuk,” ujarnya.

Gus Salam juga mengingatkan, ibadah shalat wajib lima waktu tentu dilipatgandakan pahalanya di bulan Ramadhan. Sedangkan, ibadah sunah dinaikkan kualitasnya laksana ibadah wajib. Karena itu, setiap Muslim perlu memahami skala prioritas ibadah yang harus ditingkatkan selama Ramadhan.

Prioritas pertama, harus menjaga shalat fardhu. Jangan sampai menjalankan ibadah puasa tetapi mengabaikan shalat wajib lima waktu, atau rajin shalat Tarawih tetapi meninggalkan shalat wajib.

“Pahala ibadah di bulan Ramadhan memang dilipatgandakan, tetapi perbuatan dosa juga dilipatgandakan. Jadi meninggalkan kewajiban di Ramadhan itu dosanya lebih besar lagi,” ujar dia.

Adapun prioritas kedua yaitu melaksanakan shalat wajib secara berjamaah. Sedangkan, prioritas ketiga, melaksanakan shalat sunah yang dianjurkan secara khusus pada Ramadhan, yaitu shalat Tarawih yang disertai shalat witir.

“Keempat, sempurnakan dengan shalat-shalat sunah yang lain, seperti shalat rawatib, Dhuha, dan Tahiyatul Masjid,” katanya. (*/Muiz)

Iklan.

You Might Also Like

OKK PCNU Ponorogo Prioritaskan PDPKP dan Kajian Strategis Qonun Asasi

Rijalul Ansor Jatim Bershalawat Bersama Majelis Attaufiq, Teguhkan Ukhuwah dan Soliditas

PWNU Jatim Menentang Segala Bentuk Kejahatan/Penyimpangan terhadap Santri

Resmi, Cirebon Raya Ajukan Diri Jadi Tuan Rumah Muktamar ke-35 NU

Kecam Penyergapan 9 Relawan Indonesia oleh IOF, Katib PBNU Desak Pemerintah Tempuh Langkah Diplomatik Tegas

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article PKB Jatim Ucapkan Terima Kasih kepada Masyarakat Nahdliyyin
Next Article Khofifah Dorong Orang Tua Kenalkan Anak ke Masjid Sejak Dini

Advertisement

Iklan.

Iklan.

Iklan.

Berita Terbaru

OKK PCNU Ponorogo Prioritaskan PDPKP dan Kajian Strategis Qonun Asasi
Nahdliyyin
Kajian Senja Al-Yasmin, Gus Mujab: Jadikan Nabi Ibrahim sebagai Inspirasi Bina Keluarga
Sospol
MUI Gandeng BPJS Berikan Jaminan bagi Pekerja di Pesantren
Sospol
Rijalul Ansor Jatim Bershalawat Bersama Majelis Attaufiq, Teguhkan Ukhuwah dan Soliditas
Nahdliyyin

You Might also Like

Nahdliyyin

Founder Al Yasmin Meriahkan Harlah Ke-80 Muslimat NU di Hongkong

18/05/2026
Nahdliyyin

Saat turba, PWNU Jatim Apresiasi MWC Tambak-Bawean yang Miliki Poliklinik dan BMT potensial

16/05/2026
Nahdliyyin

30 Mahasiswa UINSA Ikuti Lakmud Komisariat IPNU-IPPNU

15/05/2026
Nahdliyyin

PWNU Jatim: Jangan Rekayasa Kasus Dugaan Pencabulan di Pesantren Pagerwojo-Sidoarjo yang sudah Vonis

14/05/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?