Surabaya (Radar96.com) –
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa merespons cepat kabar calon jemaah umrah di Jatim yang merasakan kesulitan mendapatkan vaksin meningitis.
“Katanya ingin pulih lebih cepat, seharusnya umrah jangan sampai terhambat,” ujar Gubernur saat memulai rapat koordinasi dengan Kemenag, KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan) dan Asosiasi biro perjalanan umrah di ruang VIP room bandara Juanda, Surabaya, akhir pekan (29/9).
Ketua FK Patuh (Forum Komunikasi Pimpinan Travel Umrah Haji) Jatim H. Ahmad Bajuri yang mengikuti rapat tersebut mengabarkan bahwa gubernur sangat serius dan detail mengurai masalah apa yang menjadi penyebabnya kelangkaan vaksin meningitis.

Setelah mendengar laporan dari Kakanwil Kemenag Jatim Dr H Husnul Marom MHi dan Kepala KKP Slamet Mulsiswanto, Gubernur berjanji akan membantu mengupayakan agar vaksin meningitis segera tersedia di Jatim.
“Jemaah umrah itu banyak manfaatnya untuk menunjang pemulihan ekonomi, mulai persiapan-persiapannya, oleh-olehnya, sampai walimatus safar-nya. Sebab itu, harus kita pikirkan bersama,” ujar Gubernur, ditirukan oleh Bajuri.
Di akhir diskusi itu, kata Bajuri, Gubernur menugaskan Kakanwil Kemenag Jatim untuk menghitung kebutuhan vaksin sampai dengan Desember 2022. “Tolong dihitung kebutuhan vaksin untuk Jawa Timur sampai Desember nanti. Saya akan komunikasikan dengan Pak Menkes,” tandas Gubernur kepada Kakanwil Kemenag Jatim.
Berdasarkan masukan dari para pelaku travel umrah, A. Bajuri (FK Patuh/ Sapuhi), Andi Alamsyah (Himpuh,) Abd. Wahib (Amphuri), bahwa perkiraan kebutuhan vaksin meningitis di Jatim sampai Desember 2022 antara 75 ribu sampai 90 ribu.
Hal ini berdasar data dari KKP Surabaya yang melakukan validasi kartu vaksin di Juanda, Surabaya, bahwa jumlah jemaah umrah yang sudah divalidasi kartu vaksinnya sejak umrah dibuka pada Agustus 2022 sampai 26 September 2022 adalah sebanyak 60.120.
“Berarti dalam 1 bulan, butuh 20 ribu vaksin meningitis. Maka untuk 3 bulan ini, Jatim masih butuh 90 ribuan vaksin. Apalagi biasanya jumlah jemaah umrah meningkat pada musim liburan sekolah bulan Desember,” tandas Bajuri, yg juga Direktur Travel Umrah di Surabaya. (*/fkpatuh)



