Menkes dan Gubernur Khofifah tinjau vaksinasi Covid-19 untuk Lansia di Surabaya

Menteri Kesehatan Budi Gunadi yang didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk lanjut usia (lansia) di Gedung Samator, Jalan Kedung Baruk Surabaya, Sabtu (27/2/2021)
Bagikan yuk..!

Surabaya (Radar96.com) – Menteri Kesehatan Budi Gunadi yang didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa
meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk lanjut usia (lansia) di Gedung Samator, Jalan Kedung Baruk Surabaya, Sabtu. Pada hari yang sama (27/2), juga dilaksanakan vaksinasi Covid-19 untuk lebih dari 500 orang wartawan dan insan pers dari puluhan media cetak, elektronik dan online di Gedung Bina Loka Kantor Pemprov Jatim.

Peninjauan Menkes itu juga diikuti Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, Walikota Surabaya Eri Cahyadi, Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono, Kadinkes Jatim dr. Herlin Ferliana, Dirut RSUD dr Soetomo Surabaya dr. Joni Wahyuhadi, Direktur RS Saiful Anwar Malang dr. Kohar Hari Santoso, dan Direktur RSJ Menur dr. Mochammad Hafidin Ilham.

Setibanya di Gedung Samator, Gubernur Khofifah bersama Menkes langsung menyapa sekaligus menanyakan kondisi para lansia yang akan dan sudah divaksin. Selanjutnya melihat alur vaksinasi dengan protokol kesehatan (prokes) yang ketat di dalam gedung tersebut.

Dalam kesempatan itu, Menkes Budi Gunadi mengatakan, saat ini sedang berlangsung Vaksinasi Covid-19 tahap kedua. Targetnya terdapat 38 juta orang atau 62 juta suntikan hingga akhir Juni 2021. Dari total target tersebut terdiri dari 21 juta diperuntukkan Lansia, dan 16 juta diperuntukkan petugas pelayanan publik.

“Targetnya itu terutama untuk lansia, karena mereka adalah orang-orang yang berisiko tinggi. Targetnya direncanakan bisa selesai sampai Akhir Juni 2021,” jelasnya.

Karena itu, untuk mendukung vaksinasi bagi Lansia, perlu mendapat banyak dukungan dari masyarakat. Tidak hanya dari program pemerintah, tetapi harus menggerakkan modal sosial masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Menkes Budi juga mengapresiasi kolaborasi Gubernur Khofifah bersama Pemkot Surabaya yang telah berhasil mengumpulkan para lansia di Surabaya untuk divaksinasi. Sehingga hal tersebut diharapkan bisa menjadi contoh bagi daerah lain.

“Teman-teman di daerah lain yang memiliki resources, akses , bisa untuk mengajak lansia segera divaksin agar mereka bisa terlindungi dari Covid-19,” ajaknya.

Sementara itu, Gubernur Jatim yang akrab disapa Khofifah ini mengatakan, pada tahap kedua ini terdapat dua kelompok yang menjadi sasaran pelaksanaan Vaksinasi Covid-19, diantaranya yaitu pada pemberi pelayanan publik dan lansia.

“Dua kelompok inilah yang menjadi sasaran kita di tahap kedua. Kalau dibanding dengan pemberi pelayanan publik yang juga berisiko, lansia ini juga berisiko karena kondisi tubuhnya yang rentan,” terang orang nomor satu di Pemprov Jatim ini.

sesuai pesan dari Menkes, pelaksanaan Vaksinasi bagi lansia ini harus dikawal dengan baik agar bisa mendapat vaksinasi sesegera mungkin. Karenanya, untuk mempercepat sasaran dari lansia tervaksinasi pada tahap kedua ini, maka dilakukan vaksinasi massal.

Berdasarkan data dari Dinkes Jatim, target yang akan dicapai sekitar 3.000 selama dua hari. “Jadi nanti kita akan bisa lebih mempercepat pencapaian target sasaran itu dengan dilakukannya pelayanan dengan model vaksinasi massal,” kata Khofifah.

Meskipun demikian, Gubernur Khofifah menegaskan, bahwa protokol kesehatan ini harus benar-benar dijaga walaupun sudah divaksinasi. Ini penting, untuk mencegah  terjadinya peluang untuk penularan Covid-19.

“Jaga jarak, cuci tangan, pakai masker menjadi sesuatu yang penting pada kondisi pelayanan vaksinasi massal seperti ini. Hal ini harus benar-benar dikawal dan dikontrol,” tegasnya.

Vaksinasi insan pers

Pada hari yang sama (27/2), pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yang digelar atas kerja sama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur dengan pemerintah provinsi setempat diikuti lebih dari 500 orang wartawan dan insan pers dari puluhan media cetak, elektronik dan online di Gedung Bina Loka Kantor Pemprov Jatim di Jalan Pahlawan, Surabaya.

Dalam vaksinasi untuk ratusan wartawan dan karyawan media itu, pihak Dinas Kesehatan Jatim dan tim RSUD dr. Soetomo Surabaya selaku vaksinator membagi dalam tujuh kelompok, mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Kegiatan vaksinasi ini dipantau langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jatim Heru Tjahjono, Kepala BPSDM Aries Agung Paewai, dan Kepala Biro Humas & Protokol Agung Subagyo.

“Kami berterima kasih kepada Ibu Gubernur Khofifah yang mendukung dan memfasilitas kalangan wartawan serta pekerja media untuk memperoleh kesempatan divaksin Covid-19,” kata Ketua PWI Jatim Ainur Rohim setelah menjadi orang pertama yang disuntik vaksin pada kegiatan tersebut.

Menurut dia, program vaksinasi ini sangat penting, mengingat kalangan wartawan dan pekerja media, termasuk kelompok yang rentan terpapar virus corona karena sering berinteraksi dengan banyak orang. Apalagi, sudah ada sejumlah wartawan di Jatim yang meninggal dunia akibat terpapar Covid-19.

“Belum lama ini, fotografer senior yang pernah lama bergabung di Jawa Pos, Yuyung Abdi, dan wartawan senior owner Majalah Pro-M Abu Bakar Yarbo meninggal dunia karena terpapar virus corona, namun meskipun sudah mendapatkan suntikan vaksin Covid-19, kami berharap teman-teman wartawan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” katanya.

Setelah menjalani suntikan vaksin dosis pertama hari ini, para peserta vaksinasi dijadwalkan memperoleh suntikan dosis kedua pada dua pekan ke depan. (*)

Komentar Facebook

BeritaTerkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *