Vaksinasi di Pesantren Modern Al – Amanah Junwangi Krian-Sidoarjo diapresiasi Gubernur Khofifah

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan vaksinasi di Pesantren Modern Al-Amanah Junwangi, Krian, Kab. Sidoarjo, Jumat (16/7). Setibanya di pesantren, Gubernur Khofifah disambut Pengasuh dan Pendiri Pesantren Modern Al-Amanah Junwangi, Krian, Kab. Sidoarjo Kyai Nurcholis Misbah dan Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali. (*/hmn)
Bagikan yuk..!

Sidoarjo (Radar96.com) – Pelaksanaan vaksinasi untuk 2.500 santri di Pesantren Modern Al-Amanah Junwangi, Krian, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, mendapat apresiasi dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Pasca peluncuran maksimalisasi vaksinasi Covid-19 untuk anak, remaja dan pelajar berusia 12-17 tahun, Gubernur Khofifah Indar Parawansa melakukan gerak cepat (gercep) dengan meninjau pelaksanaan di lokasi, sekaligus memastikan pelaksanaan vaksinasi di berbagai daerah dapat berjalan dengan baik dan lancar.

Diantaranya peninjauan langsung pelaksanaan vaksinasi bagi pelajar di SMAN 5 Surabaya, lalu peninjauan bersama Forkopimda Jatim memantau vaksinasi door to door di beberapa titik di Surabaya.

Jumat (16/7), Gubernur Khofifah meninjau pelaksanaan vaksinasi di Pesantren Modern Al-Amanah Junwangi, Krian, Kab. Sidoarjo. Setibanya di pesantren, Gubernur Khofifah disambut Pengasuh dan Pendiri Pesantren Modern Al-Amanah Junwangi, Krian, Kab. Sidoarjo Kyai Nurcholis Misbah dan Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali.

Didampingi Kabinda Jatim, Kepala Dinas Pendidikan Jatim, dan Asisten I Pemprov Jatim, mantan Mensos RI itu tak hanya meninjau, tetapi juga berinteraksi dengan para santriwan dan santriwati yang mengenakan seragam pramuka.

Selain itu, juga menyapa tim screeening, vaksinator dan administrator vaksinasi. Tempat vaksinasi dilakukan pada tenda dan ruang kelas di pesantren tersebut. Pada kelas-kelas yang berada di lantai bawah digunakan untuk ruang entri data, ruang vaksinasi, ruang observasi, dan ruang screening.

Selanjutnya, Gubernur Jatim yang lekat disapa Khofifah ini juga memberikan berbagai bantuan untuk pesantren tersebut. Diantaranya berupa sprayer elektrik 2 buah, desinfektan 10 liter, masker kain 300 buah, pakaian hazmat 25 buah, sarung tangan karet / latex (pendek) 200 buah, hand sanitizer 10 liter, face shield 5 buah, kacamata / safety goggles 5 buah, vitamin C 100 strip, sepatu boot / karet 2 pasang, thermometer gun 2 unit, dan timba cuci tangan 2 unit.

Seusai peninjauan, Khofifah bersama Kabinda Jatim berkesempatan berinteraksi melalui podcast yang dikelola Pesantren Modern Al-Amanah Junwangi Krian Kab. Sidoarjo. Sebagai host podcastnya yaitu Pengasuh dan Pendiri Pesantren Kyai Nurcholis Misbah.

Saat diwawancarai, Khofifah meminta kepada seluruh bupati/walikota se-Jatim bisa membangun proses percepatan vaksinasi utamanya pada pelajar. Hal ini, juga sejalan dengan arahan Presiden Jokowi untuk memprioritaskan dan memaksimalkan vaksinasi bagi pelajar. Apalagi, berdasarkan data yang ada, jumlah siswa SMA/SMK/SLB/MAN di Jatim sebanyak 1,3 juta, dan untuk remaja usia dari 12 -17 tahun sebanyak 3, 05 juta.

“Sekarang yang harus dibangun yakni proses percepatan vaksinasi oleh Bupati/Walikota se Jatim. Karenanya dua hari lalu saya sampaikan pada Gus Bupati Sidoarjo untuk gerak cepatnya. Dan hari ini terlaksana vaksinasi bagi 2.500 santri di pesantren ini,” ungkap orang nomor satu di Pemprov Jatim ini.

Sebagai informasi, pelaksanaan vaksinasi saat ini memasuki tahap ketiga. Pada tahap pertama dilakukan pada SDM Kesehatan, tahap kedua pada lansia dan pelayanan publik, lalu tahap ketiga dilaksanakan pada masyarakat umum yang di dalamnya ditambahkan untuk anak atau remaja kategori umur 12-17 tahun.

Kedepan, Khofifah berharap, vaksinasi yang saat ini dilaksanakan dapat diperluas pada siswa SMA/ Aliyah /SMK ; SMP/Stanawiyah ataupun bagi pelajar SD yang berusia 12 tahun, serta yang berbasis pesantren. Jadi target vaksinasi yang saat ini dimaksimalkan adalah pada usia remaja.

“Terima kasih Pak Bupati, Ini bagian dari ikhtiar dari dua hari lalu yang sudah diluncurkan Pak Presiden untuk maksimalisasi vaksinasi pelajar,” lanjutnya.

Pada kesempatan yang sama, Khofifah juga kembali menyampaikan semangat bersama bahwa pada tanggal 17 Agustus 2021, “Hadiah” warga Jatim bagi HUT RI adalah percepatan vaksinasi untuk mewujudkan herd immunity (kekebalan komunal), yakni minimal 70 persen warga Jatim sudah divaksin. Saat ini, capaian vaksinasi total di Jatim sudah hampir 21 persen.

“Ayo kita bangun semangat bersama bahwa 17 Agustus 2021 ini hadiah warga Jatim untuk HUT RI adalah melakukan percepatan vaksinasi agar terwujud herd immunity minimal 70 persen warga Jatim sudah divaksin,” ajaknya.

Khofifah menambahkan, untuk mendukung percepatan pencapaian target vaksinasi maka diharapkan ada percepatan supply vaksin dari pemerintah pusat. Karena masing-masing kabupaten/kota beserta masyarakatnya saat ini memiliki semangat yang luar biasa untuk vaksinasi.

“Mudah-mudahan kita bisa segera mendapatkan supply vaksin baru untuk percepatan herd immunity pada Agustus nanti. Jadi kalau supply/pasokan vaksinnya banyak bisa terus menggencarkan vaksinasinya,” pungkasnya. (*/hmn)

Komentar Facebook

BeritaTerkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *