Kyai Milenial dari Pesantren Tua di Jatim

Bagikan yuk..!

Kalau mendengar kata Kyai, mesti bayangan yang ada merupakan sosok bijaksana berwajah teduh yang sudah tua, ya? Gak salah sih, sebab emang umumnya begitu. Namun, ada lho Kyai yang masih muda dan sudah menjadi pengasuh atau pemimpin yayasan pesantren besar. Mereka ini juga memiliki banyak prestasi dalam memimpin pesantren, juga terlibat dalam kepemimpinan publik atau organisasi kemasyarakatan di luar pesantren. Keren, penasaran ya?

  1. KH Wafiyul Ahdi
KH Wafiyul Ahdi (Tambakberas Jombang)

Sosok yang energik serta selalu ramah pada semua kalangan ini adalah Pemimpin Yayasan Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang. Siapa yang tidak tahu pesantren ini? Banyak tokoh besar lahir dari rahim pesantren tua ini, baik dari kalangan keluarga pengasuh maupun dari santri dan alumninya.

Kharisma pesantren ini seolah tidak bisa dilepaskan juga ketokohan para kyai sepuh pendahulunya yang merupakan pesohor organisasi islam terbesar di Indonesia yakni Nahdlatul Ulama’. Bahkan Presiden Gus Dur yang masih terhitung keluarga juga pernah mondok, berkhidmat serta menemukan jodohnya di sini.

Lahir dan tumbuh besar di pesantren ini dari pasangan KH. Amanullah Abdurrachim dan Ibu Nyai Nur Fiatin, membuatnya sangat memahami bagaimana harus memimpin pesantren sepuh dengan potensi kekuatan luar biasa.

Terlebih latar belakang pendidikan pesantren salaf, modern serta Pendidikan formal dari kampus ternama hinga jenjang S3 ditempuhnya dengan sungguh-sungguh membuat ketokohannya sangat diperhitungkan di dunia pesantren.

Keren, ya. Silahkan sowan ke beliau kalau sedang di Pesantren Bahrul Ulum. Rasakan langsung keramahan beliau di antara untaian hikmah sebagai salah satu barokah dari keturunan pesantren dengan segudang tokoh nasional ini.

  1. KH Abdul Hamid Wahid
KH Abdul Hamid Wahid (Paiton, Probolinggo)

Kyai muda yang satu ini bisa terbilang inovatif. Banyak prestasi dan kemajuan yang ditorehkannya selama memimpin Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo. Selain itu prestasi, kepemimpinan publiknya juga tidak bisa diremehkan.

Selain aktif membesarkan pesantren, khususnya kampus IAI yang terus menunjukkan kemajuan, mantan Ketua PW IPNU Jatim itu juga memiliki reputasi jabatan politik yang mumpuni. Memiliki pengalaman menjadi anggota DPRD, wakil anggota DPRD lalu melaju sebagai anggota DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa di tahun 2004-2009.

Saat itu beliau dipercaya berposisi sesuai keahlian yakni komisi X yang membidangi Pendidikan, olah raga, dan kesenian. Kyai muda ini telah kembali mengabdikan diri ke pesantren dan meninggalkan dunia politik praktis gemilang. Itulah kyai sejati. Meski ketenaran dan kemewahan jabatan dunia memberikan kesenangan, namun kembali membina para santri tetap diutamakan.

  1. Dr. KH Ahmad Fahrurrozi
Dr. KH Ahmad Fahrurrozi (Bululawang, Malang)

Sangat terkenal dengan panggilan Gus Fahrur ini adalah seorang kyai muda yang sangat media darling. Kalau googling dengan keyword nama beliau, maka akan sangat banyak muncul sebagai narasumber berita-berita penting yang terkait dengan pesantren.

Terlebih posisinya sebagai ketua Ikatan Gus-Gus Indonesia atau IGGI membuat nama beliau sangat diperhitungkan di konstelasi politik negeri ini. Selain itu karena ketokohannya, Gus Fahrur juga maka banyak dipercaya mengikuti kegiatan para tokoh muda islam di luar negeri seperti Amerika dan Inggris.

Pesantren Annur 1 Bululawang Malang yang beliau pimpin adalah pesantren tertua di Malang yang didirikan oleh kakek beliau yakni KH Anwar Nur. Para alumninya juga banyak yang menjadi tokoh nasional, diantaranya adalah KH Hasyim Muzadi yang menjadi ketua umum PBNU tahun 1999 sampai tahun 2010.

Pesantren ini juga berkembang sangat pesat di tangan para putra-putri serta cucu Mbah Yai Anwar Nur dan tersebar di banyak tempat antara lain Annur Assalfy Pasuruan, Annur Tempeh Lumajang, Annur Jember, dan beberapa Annur lainnya di jawa maupun luar jawa yang didirikan oleh para alumninya. Wow, keren ya.

  1. KH Reza Ahmad Zahid
KH Reza Ahmad Zahid (Lirboyo, Kediri)

Kyai muda yang terkenal dengan ceramahnya yang lucu ini berasal dari keluarga besar Pesantren Lirboyo Kediri dan akrap dengan sapaan Gus Reza. Jadwal ceramahnya relatif padat sebab banyak undangan masyarakat yang suka pada gaya panggungnya yang menghibur namun tetap memiliki hikmah.

Pengasuh pesantren HM Al Mahrusiyah Lirboyo Kediri ini sangat layak ada di jajaran kyai muda pengasuh pesantren karena “cita rasa anak muda” sangat kental. Banyak menggunakan gaya bahasa generasi milennial adalah kekhasan tersendiri. Tak heran jika akun-akun media sosial berbasis postingan belajar banyak mereferensi potongan ceramah beliau.

Pendidikan dasar keagamaan didapatkannya dari Pesantren Lirboyo sebagaimana umumnya para dzurriyyah pesantren ini membuat beliau sangat memahami bagaimana mengelola pesantren berbasis salaf.

Meski demikian, Gus Reza juga mengenyam bangku kuliah. Menempuh jenjang S1 di Ak-Ahqaf Yaman namun S2 ditempuhnya di tanah air. Saat ini sedang berjuang menyelesaikan S3 di UIN Surabaya. Tuh, mesti ditiru semangat ini ya.

  1. KH Fakhrillah Aschal
KH Fakhrillah Aschal (Bangkalan, Madura)

Kyai muda yang ini adalah pengasuh pesantren Syekhona Kholil Bangkalan Madura. Reputasi pesantren peninggalan Syekhona Kholil yang merupakan guru dari para syekh pendiri pesantren-pesantren sepuh di Nusantara ini memberikan kharisma khas pesantren tradisional dari kalangan nahdlatul ulama (NU).

Penghormatan rangkaian keilmuwan atau sanad adalah kharisma utama beliau sebagai cucu yang meneruskan perjuangan Syekhona Kholil di tanah Bangkalan Madura. Tingginya penghormatan publik pada pesantren ini bisa dilihat dari tumpah ruahnya masyarakat menghadiri acara-acara yang diselenggarakan pesantren ini.

Keberadaan makam Syekhona Kholil adalah daya tarik lainnya. Kawasan tersebut hampir tidak pernah sepi dari peziarah baik pagi, siang maupun malam. Berbondong-bondong masyarakat madura dan sekitarnya nyantri pada kyai muda kharismatik dari bumi Madura. Monggo sowan. Ngalaf barokah.

  1. KH. Abdurrohman Al Kautsar
KH. Abdurrohman Al Kautsar (Ploso Kediri)

KH Abdurrahman Al-Kautsar, merupakan putra dari KH Nurul Huda Jazuli, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Ploso Kediri, Jawa Timur. Gus Kautsar belajar kitab sejak kecil dibimbing langsung oleh ayahnya.

Gus Kautsar adalah salah satu ulama muda NU yang kalau ngaji lebih banyak menggunakan bahasa Arab, dan kadang sulit mencari padanan kata dalam bahasa Indonesia atau Jawanya. Gus Kautsar mengajarkan ilmu tasawuf anak muda.

Apa itu tasawuf anak muda? Yakni bagaimana kaidah mencari ilmu yang sesuai dengan standar literasi muslim. Semua bisa dirurud sanad, riwayat, guru, sampai ke atas sampai ke atas, sehingga semua ajaran itu merujuk kepada tafsir yang diturunkan. Bukan membuat tafsir sendiri tanpa guru.

Sumber :

  • https://www.pesantrenmilenial.com/2020/03/20/lima-kyai-muda-pengasuh-pesantren-terkenal-di-jawa-timur/
  • https://www.kompasiana.com/nugrohodwipriyohadi/602139fe8ede487cc00149d3/ngaji-gus-kautsar-bersama-gus-baha-belajar-apa

Komentar Facebook

BeritaTerkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *