Jombang/Sidoarjo (Radar96.com) –
Peringatan Harlah ke-99 NU membawa nuansa tersendiri bagi kaum muslimin. Seharian hari ini, Rabu (17/02/22) dari masjid-masjid terdengar alunan suara orang membaca al-quran.
Ya, beberapa MWC NU memang memprogramkan kegiatan tersebut. MWC NU Waru, Sidoarjo misalnya, membuat 99 majelis khotmil Qur’an di seluruh wilayah kerjanya. Waktu pembacaan dimulai setelah shalat subuh hingga ashar nanti.
MWC NU Perak, Jombang juga demikian. Tidak hanya khotmil Qur’an, tapi juga diiringi kegiatan lain, seperti tahlil untuk keselamatan bangsa dan negara, santunan yaitm dan dhu’afa, dan pembacaan shalawat Nabi. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu malam Kamis tadi malam (16/02/22) yang bertepatan dengan penanggalan hijriyah malam 16 Rajab 1443 H. Bertempat di ibukota MWC NU Kecamatan Perak, yakni Masjid Al-Mubarok Gadingmangu Perak, Jombang. Sebagaimana dinyatakan oleh KH Muhammad Haris Munawir, Ketua Tanfidziyah MWC NU Perak beberapa waktu yang lalu.
Pada peringatan ini hadir jajaran pengurus MWC NU Perak, baik mustasyar, syuriah, tanfidziyah, Banom, maupun jajaran pengurus rantingnya. Dalam sambutannya Ketua Tanfidziyah MWC NU Kecamatan Perak, KH Muhammad Haris Munawir menyampaikan, “Saudi sebelum tahun 1930-an amaliyah ibadahnya adalah ahlussunnah wal jama’ah, namun karena amaliyah _ahlussunnah wal jama’ah tersebut tidak dibingkai dalam suatu wadah jam’iyyah atau organisasi yang kuat, maka habislah amaliyah tersebut. Sampai-sampai situs-situs Islam pada waktu itu akan dibersihkan hingga kemudian Hadlratussyaikh Hasyim Asy’ari mengutus Mbah Wahab untuk berdiplomasi agar situs Islam, khususnya makam Rasulullah tidak dihilangkan”.
Untuk itu, Abah Muhammad Haris Munawir mengajak, “Mari kita teguhkan, agar NU ini iso ngopeni umat, mulai ibadahe, ekonomine, dan pendidikane”. “Karena yang diramut NU ini mulai sing urip sampek sing mati diurusi kabeh”, demikian sambungnya. “Monggo_dirawat _NU-ne, tidak harus menjadi pengurus dalam merawat NU, tapi iso ngurip-ngurip dan nguripi NU, ojo sampek golek urip nang NU khususnya kader-kader muda,” tegasnya.
Pada akhir sambutan diserahkan juga jadwal waktu shalat abadi kepada 13 ranting NU di wilayah MWC NU Perak yang disertai pesan oleh Abah Muhammad Haris Munawir, bahwa masjid dan mushalla segera diproses wakafnya atas nama nadhir jam’iyyah NU, bukan nadhir pribadi.
Akhirnya kegiatan peringatan Harlah NU ke-99 ini ditutup dengan do’a oleh rais syuriah, KH Hasan Ansori dan Mustasyar NU, KH Abdul Mu’in.
Reporter:
_Tim Media MWC NU Perak_Hb








