By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Khotib Idul Adha MAS: Sholat Idul Adha, Haji, dan Qurban Ajarkan Kepasrahan
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Sospol > Khotib Idul Adha MAS: Sholat Idul Adha, Haji, dan Qurban Ajarkan Kepasrahan
Sospol

Khotib Idul Adha MAS: Sholat Idul Adha, Haji, dan Qurban Ajarkan Kepasrahan

17/06/2024 Sospol
SHARE

Surabaya, radar96.com/MAS – Khotib Sholat Idul Adha 1445 H di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (MAS) Drs. H. Mufi Imron Rosyadi, M.E.I (Plt. Kakanwil Kemenag Jatim) menyatakan Sholat Idul Adha, Haji, dan Kurban adalah tiga ibadah dalam rangkaian Idul Adha yang sama-sama mengajarkan kepasrahan kepada Allah SWT.

Dalam khutbah bertema “Tiga Ibadah Satu Kepasrahan” itu, ia menjelaskan setiap hadir hari raya Idul Adha, umat Islam selalu dipertemukan dan sekaligus diingatkan oleh tiga jenis ibadah, yakni sholat idul adha, ibadah haji dan ibadah qurban.

“Sholat Idul Adha meskipun bukan wajib tetapi semangat beribadah untuk berjamaah mengikuti sholat Idul Adha serasa wajib, kita serasa tidak puas kalau tidak bisa ikut sholat Idul Adha di masjid atau di tanah lapang seperti sekarang ini,” katanya dalam khutbahnya di Masjid Al Akbar Surabaya, Senin.

Dalam kegiatan yang didahului Sholat Idul Adha dengan imam KH Abdul Hamid Abdullah SH, M.Si (Imam Besar MAS) itu, khotib mengatakan sholat hari raya itu sholat sunat serasa wajib, karena sesungguhnya sholat itu bentuk kepasrahan kepada Allah Maha Kuasa.

“Yang kedua, setiap hari raya Idul Adha, kita juga selalu diingatkan dengan ibadah haji. Saat ini, jamaah haji Indonesia sekitar 241.000 diantara sekitar 3 jutaan Muslim yang beribadah haji, yang antrean haji di Jatim sampai 34 tahun untuk menunggu.

“Ibadah haji memberikan pelajaran penting tentang kepasrahan hidup. Haji adalah pembelajaran penting menuju kematian dan kehidupan akhirat. Pertama, jamaah haji ketika hendak berangkat haji dikumandangkan suara adzan dan dibacakan iqomah seperti orang meninggal saat berada di dalam lubang liang lahat, sebelum ditimbun dengan tanah liat,” katanya.

Kedua, pakaian yang digunakan saat haji pun berwarna putih seperti kain kafan untuk orang meninggal. Ketiga, orang yang pergi haji meninggalkan semua yang ada di rumah, seperti orang yang mau menuju kematian seakan meninggalkan semuanya. Keempat, dalam ibadah haji ada wukuf di padang arofah, mengingatkan padang mahsyar.

“Yang ketiga, selain sholat hari raya dan haji, Idul Adha juga mengingatkan dengan ibadah qurban, yang merupakan ujian keimanan Nabi Ibrahim, dengan kerelaan berkorban.
Pengorbanan sesuatu yang paling dicintai semata-mata memenuhi perintah Allah adalah contoh puncak kepasrahan yang luar biasa,” katanya.

Pelajarannya, bisakah kita mengorbankan atau melepaskan yang kita punyai karena kecintaan kita kepada Allah, sanggupkah kita kehilangan harta yang kita cintai karena semata-mata memenuhi perintah Allah, sanggupkah kita kehilangan atau mengurbankan jabatan, kedudukan karena kecintaan kita kepada Allah.

“Keimanan manusia kadang naik dan kadang turun. Berqurban di zaman Ibrahim, berbeda dengan zaman sekarang, perintah menyembelih Ismail diganti dengan perintah menyembelih hewan, yang dimaknakan menyembelih nafsu kebinatangan, nafsu menumpuk dan memiliki harta sebanyak-banyaknya, nafsu mencintai jabatan dan kedudukan, nafsu mencintai selain Allah. Berkurban itu berat, karena kita terlalu cinta selain Allah,” katanya.

Dalam kitab Nasaihul Ibad disebutkan bahwa Rasulullah khawatir keadaan umatnya, karena terlalu cinta lima hal menyebabkan dia melupakan lima hal yang lain.

Lima hal adalah terlalu cinta dunia, menyebabkan lupa akhirat, terlalu cinta hidup menyebabkan lupa mati, terlalu cinta harta menyebabkan lupa perhitungannya,
terlalu cinta gedung mewah menyebabkan lupa kuburannya, terlalu cinta makhluk menyebabkan lupa Penciptanya.

“Islam membolehkan kita senang kehidupan dunia tapi Islam melarang terlalu senangnya terhadap dunia hingga menyebabkan kita melupakan akhirat,” katanya.

Oleh karena itu, sisa umur yang ada hendaknya tidak dipakai untuk menyingkirkan orang dengan segala cara dan menyakiti orang lain di sekeliling, karena yang kita miliki adalah sementara dan semuanya akan diambil oleh yang punya (Allah).

“Pegawai, pejabat akan meletakkan jabatan, pensiun dan berlangsung menua dan akhirnya juga meninggal, pengusaha juga akan menua dan akan meninggal, tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun,” katanya. (*/mas)

Iklan.

You Might Also Like

Demasindo-DMI Jatim: Tahun 2026 ada 37 kegiatan DMI untuk Masjid

FKIP UNEJ Jember Tingkatkan Kompetensi Guru SMK PPN 1 Tegalampel Bondowoso Melalui Tiga Pendekatan Pembelajaran Modern

HAN 2026, JMSI Bondowoso, Pemkab dan DPRD Gaungkan Pengasuhan Ramah Anak di TK Negeri Pembina

Perkuat Pemahaman Regulasi Pendirian Rumah Ibadah, FKUB Kota Probolinggo Libatkan 125 Pengurus Rumah Ibadah 6 Agama

Terjunkan 604 Mahasiswa KKN, Unusa Beri Solusi Berdasar Kebutuhan Warga

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Masjid Nasional Al Akbar Surabaya Terima Sapi Qurban dari Presiden Jokowi, Pj Gubernur, Khofifah, Forkopimda dan Jamaah
Next Article Pj. Gubernur Jatim Panen Melon di Masjid Al Akbar Surabaya

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Demasindo-DMI Jatim: Tahun 2026 ada 37 kegiatan DMI untuk Masjid
Sospol
Gerakan Seribu Buku Karya Murid Dimulai, Korwilcam Pendidikan dan Dispendik Bondowoso Perkuat Budaya Literasi
Milenial
LDNU Jatim dan UNISMA Cetak 200 Da’i Gen-Z yang Moderat dan Adaptif di Era Digital
Milenial
Harmonisasi Dua Kutub Tradisi
Kolom

You Might also Like

Sospol

Luruskan Video Viral MBG, Kepala MTsN 4 Bondowoso: Kronologi Sebenarnya Berbeda

22/07/2026
Sospol

Tiga Prodi Unusa Raih Hibah Program Penguatan PTS

21/07/2026
Sospol

Kolaborasi Pemuda, DPRD, dan Mahasiswa Warnai Aksi Sosial PEMBERSATU Bondowoso di Desa Taman

21/07/2026
Sospol

Presiden Mahasiswa STAI Al-Utsmani Pimpin AEB Bondowoso

19/07/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?