By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Bangun Literasi Digital untuk Tangkal Narasi Kebencian
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Milenial > Bangun Literasi Digital untuk Tangkal Narasi Kebencian
Milenial

Bangun Literasi Digital untuk Tangkal Narasi Kebencian

21/09/2025 Milenial
SHARE

Surabaya, radar96.com – Ancaman paham radikal, intoleransi, dan narasi kebencian di era digital masih menjadi tantangan nyata bagi bangsa Indonesia. Dengan semakin kuatnya penetrasi media sosial di kalangan generasi muda, arus informasi yang beredar tak selalu sehat. Konten provokatif, hoaks, hingga ujaran kebencian mudah menyusup ke ruang-ruang digital. Tanpa bekal literasi yang memadai, anak muda berpotensi menjadi korban sekaligus penyebar.


Menyadari hal tersebut, Global Peace Youth Surabaya bersama Indika Foundation menggelar Mini Bootcamp bertajuk “Freedom of Belief & Culture of Tolerance” pada Sabtu (20/9/25) di ASEEC Tower Universitas Airlangga. Acara ini diikuti puluhan perwakilan komunitas dan mahasiswa dari berbagai kampus di Surabaya. Tujuannya untuk membekali generasi muda dengan wawasan literasi digital sekaligus menumbuhkan semangat toleransi dalam berinteraksi, baik di dunia nyata maupun dunia maya.
Ketua Duta Damai BNPT Jawa Timur, Achmad Reza Rafsanjani, menekankan bahwa usia remaja dan mahasiswa merupakan fase pencarian jati diri yang paling rentan. Di usia ini, rasa ingin tahu tinggi namun sering kali belum diimbangi kemampuan menyaring informasi.


“Yang perlu dibangun di era digital ini adalah literasi digital. Jangan gampang terpapar narasi kebencian hanya karena ikut-ikutan tren atau terbawa emosi,” ungkap Reza di hadapan para peserta.
Ia menegaskan, sikap kritis sangat diperlukan agar generasi muda tidak asal membagikan informasi yang belum terverifikasi. “Saring sebelum sharing. Kita harus punya kebiasaan memverifikasi konten. Tidak semua yang viral itu benar, dan tidak semua yang tampak meyakinkan bisa dipercaya,” tambahnya.


Lebih jauh, Reza mengingatkan, generasi muda tak cukup hanya bersikap defensif. Mereka perlu berperan aktif menciptakan konten positif di media sosial. Konten yang mengangkat nilai toleransi, perdamaian, keberagaman budaya, dan kebersamaan bisa menjadi penyeimbang dari derasnya arus ujaran kebencian.
“Kalau bukan kita yang mengisi ruang digital dengan konten damai, maka akan terus ada celah bagi narasi kebencian untuk berkembang,” tegasnya.


Diskusi yang berlangsung dalam bootcamp membuka kesadaran baru di kalangan peserta. Banyak dari mereka mengaku sering menemukan hoaks, provokasi, dan ujaran intoleransi di media sosial. Fenomena saling menyalahkan, menuduh tanpa dasar, hingga mengkafirkan kelompok lain, kerap bermula dari unggahan sederhana yang tidak disaring dengan baik.


Dari sini, peserta belajar bahwa intoleransi digital bisa tumbuh dari kebiasaan sehari-hari yang tampak sepele, seperti menyebarkan meme bernuansa kebencian, ikut mengomentari dengan nada kasar, atau mendukung narasi yang memecah-belah tanpa tahu kebenarannya. Literasi digital menjadi tameng agar generasi muda tidak terjebak dalam sikap reaktif yang berujung pada intoleransi.


Kadispora Jawa Timur Dr M Hadi Wawan Guntoro, SSTP, MSi, CIPA, yang hadir sebagai keynote speaker, menekankan pentingnya peran pemuda sebagai garda terdepan dalam menjaga persatuan bangsa.
Hadir pula Lastiko Endi Rahmantyo, MHum dari DPKKA Universitas Airlangga, serta Dr H Muhammad Yazid, SAg, MSi, FKUB Kota Surabaya. Kehadiran mereka menegaskan bahwa melawan narasi kebencian bukan hanya tugas individu, tetapi memerlukan sinergi antara pemerintah, akademisi, tokoh agama, dan komunitas pemuda.


Mini Bootcamp ini akhirnya tidak sekadar menjadi ruang diskusi, melainkan wadah pembelajaran kolektif. Peserta sepakat bahwa literasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak di tengah derasnya arus informasi. Lebih dari itu, mereka diajak bertransformasi: dari sekadar konsumen informasi menjadi produsen nilai-nilai positif yang menyejukkan ruang digital.


Kolaborasi antara Global Peace Youth, Indika Foundation, dan Duta Damai BNPT Jawa Timur ini diharapkan melahirkan agen-agen perdamaian baru yang siap menyebarkan pesan toleransi di dunia maya. Harapan tersebut sejalan dengan cita-cita besar menjaga keutuhan NKRI dari ancaman radikalisme dan intoleransi yang kerap bersembunyi di balik layar gawai.

Iklan.

You Might Also Like

Siswa MTs Masjid Al-Akbar Raih Juara 1 Bahasa Arab pada Olimpiade KKG-MGMP Jatim

Halalbihalal, Majelis Alumni IPNU-IPPNU Titipkan GenZI jadi fokus binaan IPNU-IPPNU

Dua Mahasiswi FKIP Unusa Juara Nasional Jujitsu, Cerminan Karakter Pendidik Masa Depan

Gus Iqdam dan Wagub Jatim Luncurkan ”Talenta Digital Santri” Al Yasmin dengan 21 konfigurasi drone

99 GenZi Siap Sambut “Tamu” Qiyamullail di Masjid Al-Akbar Surabaya

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Darurat Keracunan: Perlukah Sanksi Tegas bagi Mitra MBG Berkinerja Buruk?Oleh: Imam Mawardi Ridlwan*
Next Article Pesantren Ribath Futuhatunnur Toro Gelar Maulid Nabi

Advertisement



Berita Terbaru

LAZISNU se-Jatim Kelola Rp208 Miliar Dana ZIS selama Ramadhan 1447 H
Nahdliyyin
Gubernur Khofifah dan Wakil Dubes Mesir bahas “sister province” di Masjid Al-Akbar
Sospol
Kartini Juga Manusia: Ketika Perempuan Kuat Tetap Boleh Lelah
Kolom
Pererat Silaturahmi, PDUF MUI Jawa Timur Gelar Halal Bihalal dan Konsolidasi Program
Sospol

You Might also Like

Milenial

Ngaji “Spirit of Ramadhan” di Masjid Al-Akbar, Hanan Attaki: Tiga Cara “Caper Allah”

01/03/2026
Milenial

Dokter Pia Targetkan Pengabdian di Tanah Kelahiran Mobagu, Sulut

12/02/2026
Milenial

Nabila, Dokter Alumni Unusa Siap Mengabdi untuk Masyarakat Papua

12/02/2026
Milenial

Jalur Al-Qur’an Antarkan Alumni Unesa Ainur Roziqin Tampil Qori’ di hadapan Presiden Prabowo dalam 1 Abad NU

12/02/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?