By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: PP PMMBN Serukan Jihad Ekologis dari Refleksi Bencana Aceh-Sumatera
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Sospol > PP PMMBN Serukan Jihad Ekologis dari Refleksi Bencana Aceh-Sumatera
Sospol

PP PMMBN Serukan Jihad Ekologis dari Refleksi Bencana Aceh-Sumatera

30/12/2025
SHARE

Semarang, radar96.com/pmmbn – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan perkembangan terbaru tertanggal (27/12/25) korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Jumlah korban dilaporkan mengalami penambahan menjadi 1.138 jiwa meninggal dunia, 163 orang hilang, dan 449.846 pengungsi.

Angka-angka ini bukan sekadar statistik, melainkan jeritan masyarakat terdampak di tenda darurat. Bencana besar yang melanda Aceh-Sumatra menjadi tamparan keras bagi nurani kebangsaan kita.

Merespons duka sedalam itu, Pengurus Pusat Pergerakan Mahasiswa Moderasi Beragama dan Bela Negara (PP PMMBN) tidak tinggal diam. Bertempat di Aula Kedokteran Kampus 2 Universitas Wahid Hasyim, Semarang, Sabtu (27/12/2025), PMMBN menggelar Workshop Ekoteologi untuk menggugat narasi “bencana adalah takdir” yang selama ini melumpuhkan nalar kritis masyarakat.

Ketua Umum PP PMMBN, Derida A. Bil Haq, dalam pidato pembukanya menegaskan bahwa bencana yang terjadi di Aceh-Sumatra adalah alarm keras bagi kedaulatan bangsa. Bagi PMMBN, bencana yang menelan korban ribuan jiwa di Aceh-Sumatra bukan sekadar nasib, tapi menunjukkan adanya kegagalan struktural dalam mengelola daerah resapan air. Data menunjukkan bahwa hampir 99% bencana sepanjang tahun 2023-2024 adalah bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir dan tanah longsor, yang faktanya tidak sepenuhnya disebabkan oleh cuaca ekstrem semata, melainkan terdapat kontribusi masif dari pembalakan hutan liar yang menyebabkan area resapan air di bagian hulu gagal berfungsi secara optimal.

Realitas tersebut membawa pada satu konklusi, bahwa terdapat kegagalan serius dari pemerintah dalam pengelolaan serta pengawasan area kawasan hutan yang menjadi benteng pertahanan ekologis masyarakat. Oleh karena itu, melalui kegiatan Diskusi Ekoteologi, PMMBN mengajak para mahasiswa dan masyarakat umum untuk menyadari bahwa perusakan alam adalah dosa spiritual yang nyata.

“Bencana ini tidak bisa lagi hanya dipandang sebagai nasib atau sekadar fenomena cuaca ekstrem, melainkan kegagalan kelola yang terus berulang. Sudah saatnya kita membela negara tidak hanya dengan mengangkat senjata, tetapi melalui jalur pelestarian lingkungan yang berlandaskan nilai spiritualitas atau yang kami sebut sebagai “Jihad Ekologis,” ungkapnya.

Selaras dengan hal itu, Ni’am Azhari dari Bidang Kajian Strategis PP PMMBN, menyatakan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai ruang dialektika untuk membedah krisis moral di balik kerusakan alam. “Kami ingin mahasiswa memiliki kepekaan ekologis sebagai bagian tak terpisahkan dari iman dan sikap cinta tanah air, bukan sekadar berhenti pada ibadah mahdah di tempat suci,” jelasnya mengenai tujuan workshop tersebut.

Sebagai narasumber utama, Akhmad Fauzan Hidayatullah, M.Si. memaparkan bahwa bencana seperti banjir dan tanah longsor di Indonesia tidak hanya disebabkan oleh cuaca yang ekstrem, tetapi seringkali juga disebabkan kerusakan sistem ekologis. “Krisis ekologi sebenarnya adalah krisis iman. Kita harus berani mengoreksi pemikiran antroposentris yang menganggap alam hanya objek untuk dieksploitasi, dan beralih menjadi manusia yang menjalankan amanah sebagai pelestari bumi,” tegas CEO CFS Environmental Institute tersebut.

Melalui Diskusi Ekoteologi dan FGD Ekoteologi ini, para peserta didorong untuk merumuskan solusi atas kejadian yang menimpa beberapa daerah di Indonesia. PMMBN berkomitmen bahwa draf rekomendasi kebijakan yang dihasilkan dalam forum ini akan menjadi acuan organisasi dalam mengawal isu lingkungan di masa depan.

Puncak Internalisasi Nilai dalam Workshop Ekoteologi (WOKE) PMMBN ditandai dengan penyerahan bibit pohon.
Penyerahan puluhan bibit pohon ini merupakan manifestasi dari “Jihad Ekologis” yang diserukan oleh PMMBN.

“Melalui pemberian bibit pohon ini, Saya berharap para mahasiswa dan kader dari berbagai tingkatan pengurus di Jawa Tengah mampu menjadi pelopor jihad ekologis di daerah masing-masing,” tambah Derida.

Penyerahan bibit secara simbolis tersebut menandai bahwa setiap narasi spiritualitas yang dibahas dalam workshop tidak hanya berhenti di meja diskusi, tetapi harus berakar kuat pada aksi nyata.

WOKE yang diinisiasi oleh PP PMMBN ini diikuti oleh puluhan peserta yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Tengah, mulai dari jajaran Pimpinan Wilayah (PW), hingga delegasi Komisariat PMMBN, serta organisasi kemahasiswaan dan kalangan umum. (*/pmmbn)

Iklan.

You Might Also Like

Wadah Komunikasi dan Koordinasi Dapur MBG Terbentuk di Surabaya

Pelantikan Pengurus Cabang JKSN se-Banten Perkuat Organisasi dan Peran Ulama

Siswa SMA Khadijah Surabaya Tembus Rusia lewat Beasiswa “Russian Government Scholarship”

Pelantikan PMII Airlangga, Wujudkan Semangat Kolaborasi Pendayagunaan Kader Islam Rohmatan Lil Alamin

Khutbah Jumat Syawal di Masjid Al-Akbar, Prof Mas’ud Said: Kemuliaan Tertinggi adalah Istiqomah pasca-Ramadhan

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Turba di Kediri Raya, PWNU Jatim Dorong Sinergi Antar-Cabang untuk Tingkatkan Pelayanan Umat
Next Article Harlah ke-100 NU Tahun 2026, Dzurriyah Muassis NU Gelar Kirab Napak Tilas Tongkat Syaikhona Kholil Bangkalan pada 4 Januari 2026

Advertisement



Berita Terbaru

Dua Mahasiswi FKIP Unusa Juara Nasional Jujitsu, Cerminan Karakter Pendidik Masa Depan
Milenial
Wadah Komunikasi dan Koordinasi Dapur MBG Terbentuk di Surabaya
Sospol
Pelantikan Pengurus Cabang JKSN se-Banten Perkuat Organisasi dan Peran Ulama
Sospol
Gus Iqdam dan Wagub Jatim Luncurkan ”Talenta Digital Santri” Al Yasmin dengan 21 konfigurasi drone
Milenial

You Might also Like

Sospol

Khutbah Idul Fitri di Masjid Al-Akbar, Prof Ali Azis: Jadilah “Muslim Berdampak” Pasca Ramadhan

21/03/2026
Sospol

Gubernur Jatim Saksikan Rampak Bedug dan Takbir Idul Fitri di Masjid Al-Akbar Surabaya

20/03/2026
Sospol

DMI Jatim Luncurkan Program “Masjid Ramah Pemudik & Arus Balik” di Jombang

18/03/2026
Sospol

DMI Jatim Luncurkan Program “Masjid Ramah Pemudik- balik”

17/03/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?