Surabaya, radar96.com – Ulama muda dari Pondok Pesantren Al-Falah, Ploso, Kediri, Jatim, KHM Abdurrahman Al-Kautsar (Gus Kautsar) menyatakan Rasulullah menyebutkan bahwa tanda iman yang sempurna adalah rohmah atau kasih sayang.
“Jadi, iman itu tidak cukup hanya percaya atau iman, tapi perlu disempurnakan dengan rohmah, kasih sayang, peduli kepada sesama dan tak menyakiti siapapun,” katanya dalam peringatan Isra’ Mikraj di Surabaya, Senin malam.

Dalam peringatan yang diadakan Pemprov Jatim di Masjid Raya “Islamic Center” Dukuh Kupang, Surabaya, serta dihadiri Gubernur Jatim Khofifah dan Sekdaprov Adhi Karyono, Gus Kautsar mengapresiasi santunan anak yatim.
“Bukan saya memuji Ibu Gubernur, tapi adat yang ditradisikan Ibu Gubernur dalam setiap peringatan hari besar, seperti Isra’ Mikraj, dengan santunan anak yatim itu disebut Nabi sebagai kesempurnaan iman,” ujarnya.
Dalam acara yang juga dihadiri Ketua PW Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jatim DR KHM Sudjak MAg, serta perwakilan PWNU Jatim, PW Muhammadiyah Jatim, MUI Jatim, dan Baznas Jatim itu, Gus Kautsar menilai “adat” Pemprov itu penting.
“Siapapun yang memimpin Jatim, saya kira apa yang ditradisikan Ibu Khofifah itu penting dan perlu dilestarikan, karena Allah menginginkan orang beriman itu membangun peduli dan membahagiakan orang lain,” katanya.
Bahkan, Rasulullah pun menyampaikan keimanan yang sempurna itu kunci keselamatan, karena pahala dari kasih sayang (rahmah), kepedulian sesama (sedekah), dan tidak menyakiti orang lain (saleh) itu akan terus mengalir sampai kapan pun dan dimanapun sampai pemiliknya meninggal dunia.
“Kalau di dunia pesantren itu, santri malah mendoakan dan memuji pemimpin yang peduli, tapi kalau pemimpin yang tidak benar ya didoakan mendapatkan petunjuk, sehingga jarang ada santri demo, karena tradisi pesantren itu bukan mencemooh tapi mendoakan,” katanya.
Gus Kautsar juga menambahkan hal penting dalam Isra Mikraj yang tidak banyak dipidatokan adalah Nabi juga diantar Malaikat Jibril untuk mengecek neraka, yang ternyata penghuninya mayoritas perempuan.
“Bukan saya menuduh ibu-ibu lho, karena itu mungkin perempuan di Arab sana (Gus Kautsar tersenyum), bahkan ada seorang perempuan Arab yang protes, karena merasa sudah beriman kepada Allah dan Rasulullah, tapi kok masuk neraka,” katanya.
Menanggapi protes itu, kata Gus Kautsar, Nabi pun menyampaikan alasan dan solusinya. “Solusi yang disampaikan Nabi adalah perbanyak sedekah dan istighfar. Untuk alasannya, perempuan itu suka menyakiti orang lain, karena itu rohmah itu jangan menyakiti,” katanya.
Apalagi, kata Gus Kautsar, perempuan itu kalau benci bisa dipendam sampai menahun, sulit memaafkan, nggak pernah ingat jasa suami, karena orang berbuat baik sepanjang tahun pun bila di akhir justru jelek, maka orang itu nggak ada baiknya.
“Bagi saya, cinta dan benci itu yang sedang-sedang saja, jangan berlebihan, karena Al-Qur’an juga mengingatkan bahwa orang yang kita benci bisa jadi akan kita cintai dan sebaliknya yang kita cinta bisa jadi akan kita benci. Jadi, kalau nggak mampu baik/cinta, pastikan tidak menyakiti. Itu saja, karena rohmah itu penting,” katanya. (*/ey)



