By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Khutbah Jumat Syawal di Masjid Al-Akbar, Prof Mas’ud Said: Kemuliaan Tertinggi adalah Istiqomah pasca-Ramadhan
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Sospol > Khutbah Jumat Syawal di Masjid Al-Akbar, Prof Mas’ud Said: Kemuliaan Tertinggi adalah Istiqomah pasca-Ramadhan
Sospol

Khutbah Jumat Syawal di Masjid Al-Akbar, Prof Mas’ud Said: Kemuliaan Tertinggi adalah Istiqomah pasca-Ramadhan

27/03/2026
SHARE

Surabaya, radar96.com – Saat menyampaikan Khutbah Jumat pada 7 Syawal 1447 H (27/3) di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS), Guru Besar Universitas Islam Malang (Unisma) Prof HM Mas’ud Said MM PhD menegaskan bahwa kemuliaan tertinggi adalah istiqomah/konsisten dalam ibadah pasca-Ramadhan.

“Syahadat itu mudah, shalat tepat waktu berjamaah itu mudah, namun melaksanakannya secara istiqomah itu yang perlu disiplin tinggi, perlu ketahanan, perlu kekuatan,” kata Wakil Ketua Umum PP Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) itu dalam khutbahnya.

Dalam hadist riwayat Muslim, Abu Amr Sufyan bin Abdillah rodhiyallahu anhu bertanya kepada Rasulullah SAW tentang sesuatu yang sangat vital, sangat penting bagi seseorang yang mencari intisari hidup.

“Yaa Rasulallah, beritahukan kepadaku satu perkataan dalam Islam, yang sangat penting. Aku tidak akan bertanya kepada siapapun kecuali kepada engkau. Jawab rasul ‘Kul aamantu billah, tsummas takim’ (Berimanlah engkau kepada Allah, lalu istiqomahlah di atas jalan itu),” katanya, mengutip hadits.

Prof Mas’ud Said meyakini ibadah selama bulan Ramadhan yang lalu itu telah berjalan dengan sangat baik, berpuasa dengan penuh khidmad (iimanan wahtisaban), juga bersedekah, beramal saleh, mengisi malam dengan shalat tarawih dan shalat malam, membaca Al Qur’an, dan bahkan menjaga diri sebaik-baiknya.

“Tugas selanjutnya ialah menjaga kelangsungan kebaikan itu sekuat-kuatnya, kebaikan secara kontinyu, ibadah secara disiplin dan konsisten, ajeg, tidak angin-anginan, kebaikan yang istiqomah. Istiqomah adalah disiplin melaksanakan kebaikan secara terus menerus, sikap konsisten,” katanya.

Begitu pentingnya istiqomah/mengerjakan kebaikan sepanjang masa, para ulama mengatakan “Istiqomah Khoiru Min Alfi Karomah” (Istiqomah Itu Lebih Hebat Dari 1.000 Karomah). Istiqomah juga disebut “akbarul karomah” dan diyakini sebagai jalan untuk mencapai karomah/kemuliaan.

“Sebaik-baiknya karomah/kemuliaan yang teratas adalah istiqomah itu sendiri. Ibnu Athoillah al Askandary juga mengatakan bahwa karomah itu ialah keistimewaan yang diberikan oleh Allah SWT kepada seseorang hamba, yang Allah kehendaki, baik karena tanpa syarat maupun dengan syarat,” katanya.

Dalam dunia bisnis, dalam dunia pekerjaan, dalam dunia pemerintahan, dalam dunia modern, menurut riset, ternyata orang-orang yang konsisten dan orang dengan keuletan tertentu, memiliki kemungkinan sukses jauh lebih tinggi.

Dalam kamus ilmiah modern; keuletan itu disebut tenacity, daya tahan. Dalam dunia keuangan perbankan disebut sebagai resilient, daya tahan. Di Jepang, sikap kuat menghadapi tantangan karena konsitensi disebut sebagai budaya Ganbaru.

“Kalau ajaran filsafat Jawa mengatakan ‘Nandur ngunduh, tlaten panen’ atau usaha yang sungguh-sungguh, telaten dan sabar, suatu saat akan menuai hasil yang dicita-citakan. Sing Prihatin, Bakal Memimpin Siapa yang berani berjuang, berusaha keras, mengambil tanggung jawab, meskipun hidup prihatin dan mengalami kesengsaraan akan menjadi satria atau pemimpin,” katanya.

Bahkan, kisah-kisah nabi, kisah hidup para rasul dan para auliya’illah juga begitu, seperti Syaikh Abdul Qadir al Jailani RA. Nabi Muhammad SAW ialah sosok yang istiqamah dalam kebaikan, sepanjang hayat. Al Quran Surat Ali Imran 102, menyiratkan “yaa ayyuhallaadziina aamnuttaqullaha haqqa tuqqatihi, walaa tamuutunna illa wantum muslimuun”.

“Pesan khutbah hari ini adalah ibadah jangan hanya dicari di mihrab atau tiang-tiang masjid hanya sekali, atau beberapa kali, lalu lenyap, tapi kita jaga shalat malam, sedekah, menjaga hati, dibulan yang akan datang sebagus tatkala kita beribadah di syahrul ibadah secara istiqomah,” katanya. (*/mas/isnu)

Iklan.

You Might Also Like

Khutbah Idul Fitri di Masjid Al-Akbar, Prof Ali Azis: Jadilah “Muslim Berdampak” Pasca Ramadhan

Gubernur Jatim Saksikan Rampak Bedug dan Takbir Idul Fitri di Masjid Al-Akbar Surabaya

DMI Jatim Luncurkan Program “Masjid Ramah Pemudik & Arus Balik” di Jombang

DMI Jatim Luncurkan Program “Masjid Ramah Pemudik- balik”

166 Personel Amankan Shalat Idul Fitri di Masjid Al-Akbar Surabaya

Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Khutbah Idul Fitri di Masjid Al-Akbar, Prof Ali Azis: Jadilah “Muslim Berdampak” Pasca Ramadhan
Next Article Kopontren Nurul Hijrah Diapresiasi Kadis Koperasi dan UKM Kalsel

Advertisement



Berita Terbaru

PWNU Jatim Gelar Silaturrahmi Idul Fitri ke Masyayikh/Kiai
Nahdliyyin
Kopontren Nurul Hijrah Diapresiasi Kadis Koperasi dan UKM Kalsel
Ekraf
Khutbah Idul Fitri di Masjid Al-Akbar, Prof Ali Azis: Jadilah “Muslim Berdampak” Pasca Ramadhan
Sospol
Gubernur Jatim Saksikan Rampak Bedug dan Takbir Idul Fitri di Masjid Al-Akbar Surabaya
Sospol

You Might also Like

Sospol

Didominasi Anak Muda, Jamaah “Qiyamullail” 25 Ramadhan di Masjid Al-Akbar Tembus 40.000-an

15/03/2026
Sospol

Unusa Lantik Prof Bus sebagai Dekan FK

13/03/2026
Sospol

Gubernur Khofifah Buka Pameran Kiswah Syekh Abdul Qadir Al Jailani di Masjid Al-Akbar Surabaya

12/03/2026
Sospol

BPP MAS Terima Sertifikat Merek “Al-Akbar Ngaji Soccer”

11/03/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?