Bondowoso, radar96.com – Momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H menjadi ruang konsolidasi keluarga besar Bawean di Kabupaten Bondowoso.
Dalam kegiatan yang digelar di Graha NU Bondowoso, Minggu (20/9/2026), Persaudaraan Keluarga Bawean Bondowoso (PKBB) mengukuhkan kepengurusan masa khidmah 2026–2031.
Pengukuhan tersebut menandai dimulainya kepengurusan baru PKBB di bawah kepemimpinan Glory Bastian, S.Sy., S.H., M.Kn. sebagai Ketua Umum. Selain pengukuhan, kegiatan juga dirangkai dengan Maulid Nabi Muhammad SAW dan pembacaan ikrar seluruh pengurus.
Bagi Glory, momentum tersebut tidak hanya berkaitan dengan pergantian atau pengesahan struktur organisasi. Lebih dari itu, pengukuhan menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan kekeluargaan masyarakat Bawean yang berada di Bondowoso.
Dalam sambutannya, Glory mengawali dengan ungkapan syukur atas terselenggaranya kegiatan. Ia menyampaikan terima kasih kepada jajaran Dewan Penasehat, Dewan Pembina, para tokoh Bawean, panitia, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan.
“Saya ingin menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya untuk setiap pihak yang telah berperan aktif baik secara langsung maupun tidak langsung pada proses ini. Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada panitia yang telah bekerja keras untuk menyelenggarakan acara ini,” ujar Glory.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi momentum bagi seluruh anggota untuk terus menjaga hubungan kekeluargaan yang berasal dari akar nasab dan daerah yang sama.
“Semoga acara ini menjadi momentum penting bagi paguyuban ini dan seluruh anggota untuk terus mempererat tali silaturahmi antar sesama keluarga dari satu nasab yang sama, Pulau Bawean tercinta,” katanya.
Glory menjelaskan bahwa keberadaan PKBB memiliki tujuan utama untuk memperkuat kebersamaan dan kepedulian. Menurutnya, ikatan keluarga tidak hanya perlu dijaga melalui pertemuan, tetapi juga diwujudkan dalam kepedulian terhadap sesama.
“Kami mau menyampaikan jika esensi dari visi misi paguyuban PKBB ini, bertujuan untuk memperkuat kebersamaan sesama keluarga dari satu nasab yang sama, Pulau Bawean, serta menumbuhkan rasa kepedulian antarsesama,” tuturnya.
Ia juga mengajak seluruh pengurus dan anggota menjadikan momentum tersebut sebagai awal untuk membangun organisasi secara bersama-sama.
“Marilah kita jadikan momentum acara Maulid Nabi dan pengukuhan pengurus PKBB ini sebagai titik awal kebersamaan kita untuk saling bahu-membahu, menguatkan solidaritas, dan membawa Paguyuban PKBB ini menjadi organisasi yang lebih aktif, inovatif, dan berdampak positif bagi masyarakat luas,” tegas Glory.
Glory sendiri sebelumnya ditetapkan sebagai Ketua Umum PKBB periode 2026–2031 pada Minggu, 26 Juli 2026 oleh pengurus PSB Pusat. Dalam kepengurusan baru tersebut, ia mengajak seluruh pengurus menjalankan amanah organisasi secara bersama-sama.
“Saya mengucapkan selamat kepada saudara-saudara yang baru saja dikukuhkan sebagai pengurus PKBB. Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan baik dan membawa kemajuan bagi paguyuban tercinta kita,” ujarnya.
Menurut Glory, silaturahmi juga memiliki makna lebih dari sekadar pertemuan. Hubungan yang terbangun antarsesama keluarga diharapkan menjadi bagian dari amal dan ikhtiar untuk menjaga keberlangsungan kebersamaan.
“Momentum Silaturahmi ini bukan sekedar tradisi untuk saling berjumpa, melainkan amal istimewa yang mendatangkan kebaikan, melapangkan rezeki, dan memanjangkan umur,” ungkapnya.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Ikrar Pengurus PKBB Masa Bakti 2026–2031. Ikrar tersebut dibacakan oleh Ketua Umum dan diikuti seluruh pengurus.
Dalam ikrar itu, para pengurus menyatakan komitmen untuk senantiasa bertakwa kepada Allah SWT dan mengamalkan nilai-nilai luhur agama dalam berorganisasi. Mereka juga berjanji memegang teguh amanah serta kehormatan organisasi.
Selain itu, pengurus berkomitmen mempererat tali persaudaraan, menjaga kerukunan dan merawat kebersamaan. Pelaksanaan program kerja juga akan dijalankan dengan disiplin dan penuh tanggung jawab serta dilandasi keikhlasan untuk kemajuan dan kesejahteraan bersama.
Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran tokoh dan pembina. Di antaranya KH. Nasrul Musta’an, Pengasuh PP Miftahul Jadid Bondowoso, serta Dra. Ny. Hj. Mustakmilah, yang juga merupakan Ketua PC Muslimat NU Bondowoso.
Turut hadir jajaran pembina, yakni Suhairiyanto Asnawi, S.Pd. selaku Ketua Panitia dan Ny. Hj. Subairiyah, S.Pd., Kepala TK At-Taqwa Bondowoso.
Sejumlah tokoh Bawean juga tercatat hadir, di antaranya Dr. Ahmad Halid, S.Pd.I., M.Pd., Rektor Universitas Islam Jember; KH. H. Choiron Ma’ruf, Wakil Bupati Situbondo; KH. Syaikho; Dr. Ainul Yaqin, Dosen Universitas Nurul Jadid Paiton; serta Dr. KH. Muhyiddin Khotib, M.H., Ketua PCNU Bondowoso sekaligus Umana’ Ma’had Pondok Pesantren Salafiyah-Syafi’iyah Sukorejo Situbondo.
Adapun struktur Penasihat PKBB Bondowoso masa khidmah 2026–2031 ditempati KH. Nasrul Musta’an dan Dra. Ny. Hj. Mustakmilah.
Jajaran Pembina terdiri dari Suhairiyanto Asnawi, S.Pd. dan Ny. Hj. Subairiyah, S.Pd. Sedangkan Ketua Umum dijabat Glory Bastian, S.Sy., S.H., M.Kn.
Untuk posisi Wakil Ketua Umum, diisi Imam Supriyadi, S.HI., M.H., Athour Rohman, dan Nizamul Muluk. Sementara Sekretaris Umum dijabat Rian Hasriandi bersama Ghurrotus Tsaniyah, S.Pd.I.
Posisi Bendahara ditempati Hamimah Husna Khairun Nisa, M.Pd. dan Rabithah Mawaddah.
Pada Bidang Organisasi dan Keanggotaan, terdapat Nuril Qomariyah, S.SI., M.P., Hj. Zahratul Hayati/Ika, dan M. Riswandi.
Kemudian Bidang Pendidikan dan Dakwah diisi Zainal Abidin, M.HI., M.Pd., Lora Ahmad, dan Rofi’i, MHI.
Untuk Bidang Humas, Media dan Informasi, terdapat Rifki Gimnastiar, S.Pd. dan Sutan Ismail Marzuki, S.Pd. Sedangkan Bidang Pemberdayaan Ekonomi dan UMKM diisi Zuhru Fatil Uyun, A. Abqoriyyin Hisan, M.E., dan Muryati.
Menutup sambutannya, Glory mewakili seluruh pengurus PKBB menyampaikan permohonan maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan.
“Akhir kata, saya pribadi mewakili segenap pengurus PKBB memohon maaf yang sebesar-besarnya atas segala kesalahan dan kekhilafan, baik dalam perkataan maupun perbuatan,” pungkasnya.
Pengukuhan tersebut sekaligus menjadi langkah awal bagi kepengurusan PKBB masa khidmah 2026–2031 untuk menjalankan amanah organisasi dengan semangat kebersamaan, memperkuat silaturahmi keluarga Bawean, dan mengembangkan kegiatan yang memberi manfaat bagi anggota serta masyarakat. (*/Rif)



