Surabaya, radar96.com — Rangkaian silaturahmi tokoh-tokoh Palestina dan ulama bersama para kiai Nahdlatul Ulama berlanjut di Pondok Pesantren Miftachussunnah, Surabaya, Ahad (27/9).
Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan persaudaraan antara ulama Indonesia dan Palestina sekaligus membangun dialog mengenai berbagai persoalan keumatan dan kemanusiaan.
Dalam kesempatan tersebut hadir sejumlah tokoh yakni H.E. Dr. Mahmoud S.A. Al-Habash, Penasihat Presiden Palestina Bidang Keagamaan, H.E. Sheikh Mohammad A.M. Hussein, Imam Besar Masjid Al-Aqsa, Palestina serta Duta Besar Palestina untuk Republik Indonesia Abdulfattah A.K. Al-Satar
Pertemuan tersebut juga menjadi kesempatan untuk bersilaturahmi dengan Rois Aam PBNU K.H. Miftachul Akhyar bersama jajaran ulama dan pengasuh pesantren di Jawa Timur.
Suasana silaturahmi berlangsung dalam nuansa kekeluargaan dan keakraban.
Rais Aam PBNU K.H. Miftachul Akhyar memberikan penegasan bahwa hati dan sikap warga NU akan terus membersamai rakyat Palestina yang tangguh dan Masjidil Aqsha yang diberkahi seraya senantiasa memohon kepada Allah agar menjaga Palestina dan rakyatnya serta mengaruniakan kepada kita semua kesempatan untuk bisa melaksanakan shalat di Masjidil Aqsha dalam keadaan merdeka dan mulia.
Selain itu, pertemuan di Ponpes Miftachussunnah menegaskan kembali posisi pesantren sebagai ruang strategis bagi dialog keumatan dan persaudaraan lintas bangsa.
Bagi Nahdlatul Ulama dan kalangan pesantren, hubungan dengan Palestina tidak semata-mata dibangun melalui hubungan antarlembaga, tetapi juga melalui ikatan persaudaraan, kepedulian kemanusiaan, dan nilai-nilai keagamaan.
Kehadiran Imam Besar Masjid Al-Aqsa dan Penasihat Presiden Palestina Bidang Keagamaan juga memberikan kesempatan bagi para ulama Indonesia untuk mendengarkan secara langsung perspektif dan pengalaman para tokoh Palestina mengenai situasi yang dihadapi masyarakat Palestina.
Silaturahmi tersebut juga menjadi ruang untuk memperkuat gagasan bahwa ulama memiliki peran penting dalam membangun perdamaian dan menjaga nilai-nilai kemanusiaan.
Melalui dialog dan silaturahmi, hubungan antara ulama Indonesia dan Palestina diharapkan semakin erat serta mampu melahirkan kerja sama dalam bidang keagamaan, pendidikan, kemanusiaan, dan penguatan persaudaraan umat. (*/fpnu)



