Surabaya, radar96.com— Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PW IPPNU) Jawa Timur masa khidmat 2026–2029 melakukan audiensi perdana dengan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Minggu (27/9/2026).
Audiensi ini menjadi momentum silaturahmi, sekaligus meminta arahan bagi kepengurusan baru dalam menjalankan amanah organisasi selama tiga tahun ke depan.
Ketua PW IPPNU Jawa Timur, Aprilia Nur Azizah, hadir bersama jajaran pengurus wilayah untuk memperkenalkan kepengurusan masa khidmat 2026–2029.
Dalam kesempatan tersebut, Aprilia memohon arahan kepada Gubernur Khofifah Indar Parawansa agar kepengurusan baru memiliki pijakan yang kuat dalam menyusun langkah strategis organisasi.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa PW IPPNU Jawa Timur memiliki peran penting dalam memperkuat kaderisasi pelajar putri Nahdlatul Ulama.
Menurutnya, kepengurusan wilayah perlu lebih banyak menghadirkan pembinaan yang berkelanjutan melalui pelatihan, pendampingan, serta pengembangan kapasitas dan keterampilan kader sesuai kebutuhan di lapangan.
“PW harus lebih banyak melakukan pembinaan dan membangun penguatan kapasitas kader melalui pelatihan, pendampingan, dan pengembangan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” ujar Khofifah.
Selain penguatan kader, Khofifah juga menitipkan pesan agar seluruh kader IPPNU serius dalam mengurus organisasi.
:Organisasi membutuhkan kesungguhan, komitmen, dan konsistensi dari setiap pengurus untuk menjaga keberlanjutan gerakan IPPNU,” katanya..
Dalam arahannya, Khofifah mengingatkan bahwa kepengurusan baru harus mulai bekerja sejak hari ini. Gagasan dan program organisasi, menurutnya, harus diwujudkan dalam langkah nyata yang memberikan manfaat bagi kader maupun masyarakat.
“Kerja keras harus dimulai hari ini. Jangan berhenti pada ide dan konsep, tetapi pastikan setiap gagasan diterjemahkan menjadi gerakan yang nyata dan berkelanjutan,” pesannya.
Menanggapi arahan tersebut, Ketua PW IPPNU Jawa Timur, Aprilia Nur Azizah, menyampaikan pesan Gubernur Jawa Timur itu menjadi bekal penting bagi kepengurusan masa khidmat 2026–2029 dalam menguatkan gerakan kaderisasi di seluruh Jawa Timur. PW IPPNU Jatim berkomitmen menghadirkan organisasi yang lebih aktif dalam pembinaan, pengembangan kapasitas kader, serta mampu menjawab kebutuhan pelajar putri di berbagai daerah.
Audiensi tersebut menjadi momentum bagi PW IPPNU Jawa Timur masa khidmat 2026–2029 untuk menerima arahan sebagai bekal dalam memperkuat kaderisasi dan menjalankan amanah organisasi selama masa kepengurusan. (*/ippnu)



