Surabaya, radar96.com –
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menghidupkan kembali ngaji/pengajian kitab Al-Hikam, yang menjadi karya monumental bidang tasawuf yang ditulis oleh Syekh Ibnu Atha’illah as-Sakandari.
“Kegiatan ngaji perdana di Mushala Kantor PWNU Jatim, Jalan Masjid Al-Akbar Timur nomor 9, Kota Surabaya, Selasa (29/9/2026) itu akan dilaksanakan istiqomah/rutin pada setiap Selasa setelah Sholat Asar berjamaah hingga petang untuk menghidupkan tradisi keilmuan warisan muassis NU,” kata Wakil Sekretaris PWNU Jatim, H Muhammad Taufik Mukti, dalam keterangannya, Rabu pagi.




Kegiatan yang diikuti pengurus dan karyawan serta terbuka untuk masyarakat umum itu juga menyediakan tasyakuran liwetan di setiap akhir acara. Pada edisi perdana di kepengurusan saat ini, seluruh peserta ngaji kitab mendapatkan kitab Al-Hikam secara cuma-cuma alias gratis.
Taufik Mukti menuturkan ngaji kitab tradisi keilmuan yang telah mengakar kuat dalam kehidupan pesantren dan Nahdlatul Ulama (NU). Menurutnya, ngaji kitab menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan keilmuan.
“Karena itu, mempertahankan tradisi ngaji kitab berarti menjaga salah satu mata rantai penting dalam tradisi keilmuan NU,” ujarnya.
Ia menjelaskan, ngaji kitab Al-Hikam bertajuk ‘Kalam Ulama’ ini merupakan agenda rutin setiap kepengurusan PWNU Jatim sejak dulu. “Namun, pada kepengurusan PWNU Jatim kali ini merupakan agenda perdana dan hendak digalakkan kembali, yang juga dapat diikuti secara online melalui
https://youtube.com/live/XDffGi_8Q8k?feature=share ,” ucapnya.
Dia menyebutkan, pada mulanya ngaji kitab edisi perdana ini akan diawali oleh Wakil Rais PWNU Jatim KH Abd Matin Djawahir, namun Kiai Matin yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Bejagung Tuban itu berhalangan karena sedang mengikuti rapat formatur di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jakarta.
“Sedianya digantikan oleh KH Muh Balya Firjaun Barlaman. Tapi karena kondisi Gus Firjaun sedang dalam masa pemulihan pasca dari rumah sakit, maka ngaji kitab Al-Hikam sementara ini akan disampaikan oleh Wakil Rais PWNU Jatim KH Romadlon Chotib,” terangnya.
Sementara itu, KH Romadlon Chotib, menyampaikan bahwa ngaji kitab merupakan tradisi sekaligus warisan keilmuan yang ditinggalkan para muassis NU untuk terus dirawat dan diteruskan oleh generasi berikutnya.
“Ini bagian dari merawat warisan muassis dan masyayikh NU. Meskipun secara keilmuan kita berbanding jauh dengan para muassis NU, setidaknya dengan ikhtiar ini kita dapat meneruskan tradisi yang telah diwariskan di PWNU,” tuturnya.
Ia mengawali pembacaan kitab dengan mengirim tawassul, khususnya kepada Rasulullah SAW serta pengarang kitab, kemudian ia membaca muqaddimah dari kitab Al-Hikam. Dalam paparannya, ia menjabarkan tentang pentingnya beramal saleh dengan ikhlas dan tulus melalui hati yang bersih.
“Hati yang bersih akan mengarahkan pada amal yang benar-benar saleh, tulus, dan ikhlas. Amal yang jauh dari syirik dan urusan duniawi,” ungkapnya.
Diketahui, programm Kalam Ulama Ngaji Kitab Al-Hikam ini akan diasuh sejumlah narasumber dari jajaran syuriyah PWNU Jatim secara bergantian, diantaranya Wakil Rais KH Abd Matin Djawahir, Wakil Rais KH Abdul Adzim Kholili, Wakil Rais KH A Jazuli Nur, Wakil Rais KH Husnan Dimyati, Wakil Rais KH Mustaqim Basyari, Wakil Rais KH Romadlon Chotib, Wakil Katib KH Mohammad Yahya Badrus Sholeh, dan Wakil Katib KH Ishari Shafwan, serta Pelaksana Tugas Harian Ketua PWNU Jatim KH Muhammad Balya Firjaun Barlaman. (*/pwnu)



