By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: DPP LPKAN Kecam 5 Oknum BNPB yang Jadi Tersangka Korupsi oleh KPK di Tengah Bencana yang Menghancurkan
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Sospol > DPP LPKAN Kecam 5 Oknum BNPB yang Jadi Tersangka Korupsi oleh KPK di Tengah Bencana yang Menghancurkan
Sospol

DPP LPKAN Kecam 5 Oknum BNPB yang Jadi Tersangka Korupsi oleh KPK di Tengah Bencana yang Menghancurkan

15/10/2026 Sospol
SHARE

Surabaya, radar96.com – Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara Indonesia (DPP LPKAN INDONESIA) menyatakan kemarahan dan kecaman keras atas penetapan 5 (lima) orang oknum pejabat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai tersangka korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ini bukan sekadar kasus korupsi. Ini adalah kejahatan kemanusiaan di atas penderitaan rakyat.

Ketua DPP Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara, Sugiharto, SE., M.Si, dalam keterangan resminya mengatakan, korupsi di tubuh BNPB terjadi di saat Indonesia sebagai paru-paru dunia sedang berdarah-darah dihantam bencana.

INDONESIA, PARU-PARU DUNIA YANG SEDANG TERCEKIK

“Ingat, dunia menyebut Indonesia sebagai paru-paru dunia. Kita memiliki hutan hujan tropis terbesar ketiga di dunia setelah Brazil dan Kongo, dengan luas kawasan hutan mencapai 120,35 juta hektare dan luas hutan tropis lebih dari 90 juta hektare yang menjadi penyerap karbon terbesar dunia. Kita memiliki 13,43 juta hektare lahan gambut yang menjadi benteng terakhir mitigasi perubahan iklim global.

Namun hari ini paru-paru dunia itu sedang terluka, terbakar, dan tenggelam. Ketika hutan kita terbakar, dunia ikut sesak napas. Ketika rakyat kita kebanjiran, kita sedang gagal menjaga titipan dunia itu,” tegas Sugiharto, Rabu (15/10/2026).

DATA VALID YANG MEMBUKA MATA: RAKYAT SANGAT MENDERITA

Sugiharto membeberkan data valid dari pemerintah sendiri untuk menggambarkan betapa menderitanya rakyat:

1. Tentang Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla):
Data Kementerian Kehutanan dan KLHK mencatat luas lahan terbakar di Indonesia mencapai 376.805 hektare pada tahun 2024 dan masih 359.619 hektare pada tahun 2025. Artinya, setiap tahun hampir seluas Pulau Bali hangus terbakar. Di Sumatera saja, lebih dari 264 ribu hektare terbakar pada 2023. Bayangkan, anak-anak di Kalimantan Barat yang menjadi daerah terparah hingga 38.310 hektare terbakar, harus sekolah dengan masker N95 karena ISPU mencapai 247 Sangat Tidak Sehat.

2. Tentang Banjir dan Longsor yang Menghancurkan Infrastruktur:
Data Dashboard Penanganan Darurat BNPB akhir 2025 mencatat dampak bencana banjir dan longsor di Sumatera saja sangat mengerikan: 969 orang meninggal dunia, 252 orang hilang, 158.000 rumah rusak, 581 fasilitas pendidikan rusak, 498 jembatan rusak putus, 219 fasilitas kesehatan rusak, dan 1.200 fasilitas umum hancur. Di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, 52 Kabupaten/Kota terisolasi karena jembatan putus dan jalan terputus.

“Apa artinya 498 jembatan putus? Artinya, anak-anak SD di daerah terpencil di Papua, di pedalaman Kalimantan, di pelosok Sumatera harus mempertaruhkan nyawa menyeberang sungai deras dengan rakit bambu hanya untuk bisa belajar. Artinya ibu hamil harus ditandu berkilo-kilometer karena puskesmas tidak bisa diakses. Artinya ekonomi rakyat mati total. Dampaknya sangat luar biasa,” ujar Sugiharto.

DI TENGAH DERITA ITU, MEREKA TEGA KORUPSI

“Di tengah data yang begitu mengerikan itu, di tengah rakyat yang sedang menjerit karena asap, karena banjir, karena jembatan putus, justru ada oknum pejabat BNPB yang tega mengkorupsi Dana Siap Pakai, dana logistik, dana rehabilitasi yang seharusnya untuk memperbaiki jembatan itu, untuk membeli masker untuk balita, untuk membangun kembali sekolah yang rusak.

Uang yang mereka curi adalah uang darah rakyat. Uang tangisan anak-anak yang gagal sekolah. Ini biadab!” tegasnya.

Oleh karena itu, DPP LPKAN INDONESIA menyatakan sikap:

1. Dukung Penuh KPK, Bongkar Sampai Otak Pelaku. LPKAN mendesak KPK tidak berhenti di 5 tersangka. Telusuri aliran dana, sita semua aset, dan umumkan ke publik. Korupsi dana bencana adalah kejahatan yang dikecam dunia internasional.

2. Tuntut Hukuman Mati dan Pemiskinan. LPKAN mendesak penerapan Pasal 2 Ayat 2 UU Tipikor tentang pemberatan hukuman dalam keadaan bencana alam, dengan tuntutan hukuman mati, penjara seumur hidup, dan perampasan aset total.

3. Audit Forensik Total BNPB & BPBD. Mendesak BPK RI melakukan audit investigatif total terhadap seluruh anggaran BNPB dari tahun 2023-2025, termasuk dana Karhutla dan dana rehabilitasi jembatan dan sekolah.

4. Presiden Harus Turun Tangan Bersihkan BNPB. Meminta Presiden RI segera mencopot dan memecat tidak hormat seluruh oknum yang terlibat dan melakukan reformasi total pengawasan kinerja aparatur di BNPB.

“Kami ingatkan, Indonesia adalah paru-paru dunia. Jika paru-paru dunia ini dikelola oleh koruptor, maka yang hancur bukan hanya Indonesia, tapi masa depan iklim dunia. LPKAN akan kawal kasus ini sampai tuntas,” pungkas Sugiharto, SE., M.Si.

DPP LPKAN INDONESIA – Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara Indonesia
Ketua DPP: Sugiharto, SE., M.Si

Iklan.

You Might Also Like

MUI Jatim Siap Gelar Ijtima’ Ulama di Mojokerto

Ketua BPP Masjid Al-Akbar: Kunjungan ke China Ajarkan Pentingnya Sejarah/Museum

Aliansi BEM Situbondo Desak BK DPRD Buka Penanganan Kasus Dugaan Narkoba Oknum Legislator

Ribuan orang ikuti “nobar” Timnas Indonesia vs Thailand di Masjid Al-Akbar Surabaya

Kampus Harus Jadi Tempat Paling Aman dan Tepercaya bagi Mahasiswa

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Mahasiswa PPDS Unusa Ungguli 45 Peserta Lain dari 7 PTN/PTS

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Mahasiswa PPDS Unusa Ungguli 45 Peserta Lain dari 7 PTN/PTS
Milenial
NU Butuh Roadmap Penguatan Ekonomi Komunitas Untuk Kemandirian Organisasi
Nahdliyyin
MUI Jatim Siap Gelar Ijtima’ Ulama di Mojokerto
Sospol
PW Muslimat NU Jatim Raih Penghargaan Gubernur atas Program Imunisasi
Nahdliyyin

You Might also Like

Sospol

Rapat Paripurna DPRD Bondowoso, Fraksi Demokrat-PKS Minta Raperda LP2B Tak Abaikan Hak Pemilik Tanah

05/10/2026
Sospol

Bupati Cup VI 2026, IKSPI Kera Sakti Bondowoso Raih 13 Medali

05/10/2026
Sospol

HUT TNI ke-81, Kapolres Bondowoso Sambangi 4 Markas, Bawa Tumpeng dan Kue Tart

05/10/2026
Sospol

Matangkan Kesiapan Verpol dan Target Legislatif, DPW Perindo Jatim Gelar Bedah Dapil hingga TOT KTA Offline

04/10/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?