By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Inovasi Wisudawan FK Unusa: Dokter Wajib Mengerti Bahasa Isyarat
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Milenial > Inovasi Wisudawan FK Unusa: Dokter Wajib Mengerti Bahasa Isyarat
Milenial

Inovasi Wisudawan FK Unusa: Dokter Wajib Mengerti Bahasa Isyarat

20/06/2024 Milenial
SHARE

Surabaya, radar96.com – Tidak banyak orang yang memikirkan bagaimana pasien bisu-tuli berkomunikasi soal penyakit yang dideritanya. Itu pulalah yang menyebabkan penyandang bisu-tuli jarang ditemui di rumah sakit-rumah sakit. Kalau pun ada biasanya mereka membawa pengantar. Lalu bagaimana jika penyandang bisu-tulis itu sendirian dan mengalami kecelakaan? Mampukah dokter yang akan menanganinya berkomunikasi dengan pasien tersebut?

Pertanyaan-pertanyaan itulah yang memotivasi Vena Saskia Prima Saffanah, dokter yang baru saja dilantik dan diambil sumpah di FK Unusa pada Kamis (20/06/24) siang. “Saya bersama kakak dan rekan lainnya belajar bahasa isyarat untuk kelak bisa memberikan pelayanan lebih pada pasien. Dalam pengamatan saya, memang jarang ada pasien bisu-tuli berobat ke rumah sakit, kebanyakan dari mereka berupaya mengobati sendiri. Hambatan komunikasi salah satu penyebabnya,” kata Vena.

Vena menceritakan, ketika dia menjalani koas bersama sang kakak, Vera Saskia Prima Salsabila yang dilantik dan diambil sumpahnya lebih dulu pada Februari 2024 lalu, dia bertemu dengan seorang bisu-tuli yang sedang memeriksakan kandungannya di rumah sakit. Saat itu Vena memperhatikan betapa sulitnya dia berkomunikasi. Demikian juga ketika dia menjalani stase di UGD, ada korban kecelakaan yang tidak lancar berkomunikasi karena bisu-tuli.

“Saya berpikir, semestinya layanan kesehatan untuk semua orang. Tapi karena dia penyandang bisu-tuli, maka dia memperoleh layanan kesehatan minimal. Penyebabnya karena tidak semua dokter paham dan mengerti bentuk komunikasi bahasa isyarat. Itulah yang mendorong saya untuk bisa memiliki keterampilan paham dan mengerti bahasa isyarat,” kata alumni SMA Darul Ulum 2 Jombang tersebut.

Alhamdulillah, kata anak keempat dari pasangan ayah H Ika Yulis Priyadi dan ibu Faidatul Himmah itu menambahkan, jika dia kini sudah lulus level satu untuk memahami bahasa isyarat, sehingga mengerti tentang apa yang diderita pasien jika kebetulan penyandang bisu-tuli menggunakan bahasa isyarat.
“Saya berharap jika banyak dokter dan tenaga kesehatan yang mengerti dan memahami bahasa isyarat tidak ada lagi diskriminasi diterima pasien penyandang bisu-tuli,” kata Vena berkeinginan mengambil spesialis mata.

Bercerita tentang minatnya untuk belajar bahasa isyarat, dokter kelahiran Sidoarjo, 1 November 1998 ini mengungkapkan, di antara rekan-rekannya sesama mahasiswa kedokteran, kini juga banyak yang belajar bahasa isyarat. Bukan karena trend dan ikut-ikutan, tapi mereka lebih memahami bahwa layanan kesehatan adalah hak bagi semua orang, tanpa kecuali.

“Saya belajar bahasa isyarat bersama kakak dan teman-teman ini juga awalnya diberikan wawasan tentang hak bagi seorang pasien,” kata Vena.

Bicara tentang motivasi dan saudara kembarnya yang sama-sama mengambil kedokteran, Vena menjelaskan, bahwa dirinya ingin mengikuti jejak sang kakak pertama, yang kini menyandang dokter spesialis bedah. “Kakak pertama dan keluarga yang menyemangati saya dan Vera untuk mengambil studi di fakultas kedokteran. Sedang pilihan masuk ke Unusa atas pertimbangan nenek,” katanya.

Iklan.

You Might Also Like

Kemenag Serahkan Penghargaan “School Religius Culture” Kepada TK At-Taqwa Bondowoso

TK At-Taqwa Bondowoso Raih Terbaik 1 SRC Tingkat Kabupaten

Rayakan Harlah ke-11, KMNU UNAIR Dorong Revitalisasi Aswaja An-Nahdliyah

Setiap Kamis, Remas-GenZI Masjid Al-Akbar Surabaya Adakan Majelis Sholawat Al-Akbar

Mahasiswa Unusa Ciptakan Smartfoam, Pembersih Sepatu Berbahan Limbah Kulit Buah

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Laboran FT Unusida Terima Hibah Karya Inovasi Kemendikbud Ristek
Next Article MI Masjid Al-Akbar Surabaya Wisuda 80 Siswa yang 100 persen “Tahfidz”

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Ketua BPP Masjid Al-Akbar Surabaya dan Tim Ansor Jatim Kunjungi China pada 23-29 September
Sospol
Polres Bondowoso dan Petani Perkuat Ketahanan Pangandi lahan praktik SMK PP Negeri 1 Tegalampel
Sospol
Kopi “Tujuh Bidadari” Bondowoso Tembus Malaysia
Ekraf
Jadi Mitra BRI sejak 2018, BRILink Cahaya Bintang Layani Warga Jebung Kidul, Bondowoso
Ekraf

You Might also Like

Milenial

Ingin Raih Dua Mimpi, Pemain Persebaya itu Kini Jadi Mahasiswa FK Unusa

08/09/2026
Milenial

Maulid Nabi, Remas-GenZI Masjid Al-Akbar Ganti Kepengurusan untuk Periode 2026-2027

25/08/2026
Milenial

KKN Universitas Bondowoso Cegah Pernikahan Dini di kalangan Pelajar

21/08/2026
Milenial

Gus Mujab: FOMO bisa membuat lalai diri sendiri, umur, dan akhirat

17/08/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?