Surabaya, radar96.com – Tiga mualaf yang beragama Hindu, Katholik, dan Protestan, mengikrarkan diri untuk masuk Islam di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS), Jumat (16/1), yang bertepatan dengan Isra’ Mi’raj.
Tiga mualaf yang melaksanakan Ikrar Mualaf pada momentum Isra’ Mi’raj dengan bimbingan Imam Sholat Jumat MAS, DR KH A Nasikh Hidayatullah Alhafidz, adalah Nyoman Putri Septa Ayu N (24), pemeluk Hindu asal Griya Kebraon Utara, Karangpilang, Surabaya, Jatim.



Selain itu, Iqbal Pambudi Sutomo (28), pemeluk Kristen Protestan asal Tambak Rejo, Waru, Sidoarjo, Jatim; dan Reno Andriawan (30), pemeluk Kristen Katholik asal Jalan Flamboyan, Sumber Pucung, Malang, Jatim.
“Saat ini, kita bersyukur karena bertambah saudara seiman, dengan adanya hamba-hamba Allah yang kembali ke fitrah Allah, karena fitrah manusia itu memang mengakui Allah sebagai Tuhan, tapi dalam perjalanan menjadi non-Muslim, tapi hari ini kembali. Jalan masuk Islam itu macam-macam, semoga Muslim hingga akhir,” kata KH A Nasikh Hidayatullah.
Didampingi Sekretaris BPP MAS H Helmy M Noor, pembimbing Ikrar Mualaf kepada ketiganya itu menjelaskan Islam itu memutus semua dosa yang diperbuat oleh seorang mualaf pada masa sebelum menjadi muslim, karena dimaafkan Allah, sehingga setiap mualaf itu menjadi suci bersih, bahkan kebaikan yang pahalanya tertangguhkan sebelumnya akan dikembalikan.jadi muslim, karena dimaafkan Allah, sehingga setiap mualaf itu menjadi suci bersih, bahkan kebaikan yang pahalanya tertangguhkan sebelumnya akan dikembalikan.
Dalam kesempatan itu, Nyoman Putri yang merupakan anak ketiga dari tiga bersauadara itu mengaku semua keluarganya masih memeluk Hindu. “Saya sendiri yang masuk Islam, tapi saya masuk Islam tanpa ada yang memaksa,” kata Nyoman Putri yang kini bekerja di Tuban itu.
Hal yang sama juga diakui Iqbal Pambudi. “Bapak saya memang Muslim tapi Bapak sudah wafat, sedang Ibu non-Muslim, jadi saya pindah ke Kristen karena ikut Ibu, tapi saat masih kecil sebenarnya Muslim. Kalau sekarang Kembali ke Muslim itu merupakan hasil pergumulan dalam diri saya yang cukup lama,” katanya.
Pengalaman yang mirip juga dijalani Reno Andriawan. “Bapak semula Muslim, tapi pindah ke Katholik, sehingga saya yang tiga bersaudara pun ikut Ibu menjadi Katholik, tapi saya sudah lima tahunan tidak ke gereja dan sekarang bertemu calon isteri yang Muslim. Jadi, saya masuk Islam bukan karena paksaan juga, tapi proses yang sudah lama,” katanya. (*/mas)

