By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Rais Aam PBNU: Muktamar ke-35 NU pada tanggal 1-5 Agustus
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > Rais Aam PBNU: Muktamar ke-35 NU pada tanggal 1-5 Agustus
Nahdliyyin

Rais Aam PBNU: Muktamar ke-35 NU pada tanggal 1-5 Agustus

12/04/2026 Nahdliyyin
SHARE

Tuban, radar96.com – Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftakhul Achyar mengharapkan tanggal pelaksanaan Muktamar ke-35 NU pada 1-5 Agustus 2026.

“Pelaksanaan Muktamar NU pada awal Agustus tanggal 1-5 Agustus itu sudah siklus muktamar, karena muktamar sebelumnya di Jombang juga Agustus,” katanya saat menutup Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) PWNU Jatim di Pesantren Sunan Bejagung 2, Tuban, Minggu (12/4).

Di hadapan ratusan peserta Muskerwil dari pengurus harian dan banom/lembaga PWNU serta PCNU se-Jatim, ia menjelaskan tempat pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU yang belum ada kepastian.

“Soal tempat, kita rapatkan dulu, apakah Surabaya atau Jakarta, bisa juga pesantren, apakah di Pesantren Walisongo, Situbondo, asuhan KH Cholil Asad, yang all in, atau pesantren tuan guru di NTB yang juga sudah lama minta, ataukah di Sumbar yang didukung tiga provinsi,” ujarnya.

Selain hal teknis, kata Kiai Miftah, hal penting adalah sejarah NU yang lahir dari kalangan pesantren. “Jadi, sejarah pesantren itu sudah ada sejak Rasulullah yakni ‘ashabush shuffa’ yang menjadi tempat kaderisasi santri dari berbagai negara, seperti Abu Hurairah kaderisasi Rasul jadi tokoh besar atau Gubernur di Mesir, Shalahuddin Al-Ayyubi, dan banyak tokoh besar lain,” katanya.

Dalam sejarahnya, tokoh-tokoh pesantren yang melahirkan NU antara lain Syekh Nawawi yang menerima isyaroh dan akhirnya isyaroh itu dijalankan Syeikhona Cholil dengan mengirim tiga simbol yakni QS Thoha ayat 17-23, tongkat, dan tasbih. Selain itu, muassis NU juga sudah menegaskan amanah itu dalam Qonun Asasi NU.

“Masalahnya, NU sekarang belum melaksanakan simbol yang dilambangkan tongkat Nabi Musa yang sakti dalam membasmi kemaksiatan dan menyejahterakan umat dengan mengais tanaman atau rezeki. Faktanya, warga NU yang mencapai 87 persen dari 95 persen Muslim Indonesia itu masih unggul ekonomi sekitar 30 persen,” katanya.

Saat pembukaan Muskerwil, Wakil Rais PWNU Jatim, KH Abd Matin Djawahir, juga meminta untuk mengembalikan NU pada Qonun Asasi dan meneguhkan kembali peran syuriyah sebagai pimpinan tertinggi Nahdlatul Ulama.

Ia menyampaikan sejumlah pesan Rais PWNU Jawa Timur, KH Anwar Manshur, untuk dicermati dan ditindaklanjuti yang berbentuk maklumat Rais PWNU Jatim.

Pertama, mendukung suksesnya Muktamar NU pada bulan Agustus 2026. Kedua, penentuan tempat dan tanggal Muktamar mengikuti keputusan Rais Aam Nahdlatul Ulama.

Kiai Matin meminta NU tetap berpegang terhadap Qonun Asasi. NU didirikan ibarat kiai dan santri. Rais Aam ibarat kiai, sedang Ketua Umum ibarat pengurus pondok.

“Kemanapun NU, jangan lupa Qonun Asasi. Jangan sampai melenceng dari sejarah awal berdirinya. Dulu, NU didirikan ibarat kiai dan santri. Rais Aam ibarat kiai, dan Ketua Tanfidziyah ibarat santri,” katanya.

Menurutnya, memasuki abad kedua NU, penting untuk mengembalikan ruh Qonun Asasi dan menempatkan Rais Aam sebagaimana posisi awalnya. Ia juga mengingatkan agar tidak ada lembaga apapun yang posisinya melebihi Rais Aam.

“Jangan sampai ada lembaga di atas PBNU, apapun namanya. Tidak boleh ada yang lebih tinggi dari Rais Aam dan tidak boleh ada yang menghakimi Rais Aam. Supremasi syuriyah harus betul-betul kita perhatikan,” katanya.

Harapan Rais Aam PBNU dan Rais Syuriah PWNU Jatim itu dirumuskan peserta Muskerwil dalam masukan/usulan untuk Munas/Konbes dan Muktamar Ke-35 NU, diantaranya tiga pilar pendampingan pemberdayaan ekonomi (UMKM, hilisari pertanian/perhutanan sosial, Filantroopi/ZIS), Layanan Kesehatan/farmasi berbasis jamaah RS NU/klinik, pelembagaan aswaja dan AHWA. (*/fpnu)

Iklan.

You Might Also Like

Presnas IKAPETE Kutuk Framing Negatif Terkait Halaqoh Qonun Asasi NU di Gedung MPR RI

Silaturahim dengan Dubes Mesir, PBNU Dorong Kolaborasi Pendidikan dan Dakwah

12 Perubahan Penting AD/ART NU Hasil Muktamar Ke-35 Disosialisasikan

NU Care-LAZISNU Jatim Buka Pelatihan Vokasi Teknisi AC Bagi Santri/Kader

Ketua SC Halaqah Kebangsaan Qanun Asasi: “Tudingan Politisasi Adalah Fitnah Besar, Sangat Tidak Etis Mencatut Nama IKAPETE!”

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Muskerwil di Tuban, PWNU Jatim Ingatkan Pentingnya Tradisi Silaturahmi dan Qanun Asasi
Next Article Halal Bihalal dan Rapat Koordinasi Komisi Pendidikan MUI Jatim Perkuat Kaderisasi Ulama dan Respon Isu Strategis Pendidikan

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Peringati HSN 2026, SMP Khadijah dan LKKNU Surabaya Adakan Bimbingan Santri Usia Sekolah
Milenial
Presnas IKAPETE Kutuk Framing Negatif Terkait Halaqoh Qonun Asasi NU di Gedung MPR RI
Nahdliyyin
Silaturahim dengan Dubes Mesir, PBNU Dorong Kolaborasi Pendidikan dan Dakwah
Nahdliyyin
12 Perubahan Penting AD/ART NU Hasil Muktamar Ke-35 Disosialisasikan
Nahdliyyin

You Might also Like

Nahdliyyin

Soal Kondisi NU, Prof Mas’ud Said: Jangan Ada Perpecahan dan Lima Elemen Potensial Ini Harus Dirangkul

08/10/2026
Nahdliyyin

Ketua PW Ikapete Jatim: Agenda di MPR RI Murni Khidmat Alumni, Bebas Politik Praktis

08/10/2026
Nahdliyyin

Oktober-November, PWNU Jatim Adakan 14 Kegiatan Hari Santri Nasional 2026

07/10/2026
Nahdliyyin

Ansor Bondowoso Dorong Kemandirian Petani Muda Lewat Pelatihan Pupuk Organik Cair

06/10/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?