By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: NU Butuh Roadmap Penguatan Ekonomi Komunitas Untuk Kemandirian Organisasi
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > NU Butuh Roadmap Penguatan Ekonomi Komunitas Untuk Kemandirian Organisasi
Nahdliyyin

NU Butuh Roadmap Penguatan Ekonomi Komunitas Untuk Kemandirian Organisasi

13/10/2026 Nahdliyyin
SHARE

Pasuruan, radar96.com –
Sebagai kekuatan masyarakat utama di Indonesia dengan jumlah warga lebih 100 juta, Nahdlatul Ulama perlu membangun kemandirian organisasi melalui pendampingan ekonomi warga melalui perkuatan ekonomi komunitas.

Untuk itu, NU perlu membangun peta jalan atau roadmap yang berangkat dari kesepahaman bersama seluruh tingkat kepengurusan dan unsur yang ada di organisasi NU, serta penerapannya dilakukan di level komunitas lokal setingkat PCNU, MWC dan Ranting.

Hal itu merupakan kesimpulan utama Workshop “Ikhtiar Pemberdayaan Jamaah Menuju Kemandirian Jam’iyah NU” yang digagas PCNU Kabupaten Pasuruan di Prigen, Pasuruan, Sabtu-Ahad, 10-11 Oktober 2026.

Workshop dalam rangkaian Konferensi Cabang (Komfercab) NU itu dihadiri jajaran pengurus harian syuriyah dan tanfidziyah serta ketua lembaga dan banom, dan dibuka oleh Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori. Hadir memberikan input diskusi, Yono Suyono, Ph.D, Deputi Direktur/Kepala Divisi Implementasi Kajian Ekonomi dan Keuangan Daerah (KEDKA) Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Prof. Dr. Hagus Tarno, Ketua LPPNU PWNU Jawa Timur, Guru Besar Pertanian UB, dan
Dr. Tri Chandra Aprianto, Aktivis Perhutanan Sosial Nahdlatul Ulama, Staf Pengajar Universitas Jember serta Dr. Ahmad Hakim Jayli, Wakil Ketua PWNU Jawa Timur yang sekaligus fasilitator.

Yono Suyono mengatakan Peta Jalan Kemandirian Ekonomi diperlukan sebagai bentuk konsensus bersama yang dimulai dari mendefinisikan problem yang sedang terjadi, menganalisis kenapa bisa terjadi serta mencari solusi yang harus dikerjakan. Dengan kata lain, Pengurus NU perlu untuk merumuskan mimpi bersama sebagai bagian penting dalam merumuskan visi-misi yang nantinya akan dituangkan dalam sistematika peta jalan yang disusun secara seksama dan realistis.

“Paling penting, peta jalan itu harus dijalankan secara konsisten dan istiqomah dengan monitoring yang ketat,” jelasnya sambil menjelaskan perlunya ada championship atau model bagi penerapan ikhtiar ini di NU tingkat lokal.

Prof. Agus Tarno menawarkan konsep pemberdayaan ekonomi komunitas yang diinisiasi oleh PWNU Jawa Timur, berupa NU Community Ecomomic disingkat NUconomic yang memiliki tiga pilar pemberdayaan ekonomi. Ketiga pilar itu adalah pendampingan UMKM, pendampingan Petani, Nelayan, Peternak serta pemanfaatan Filantrofi Islam, dalam hal ini Zakat, Infaq, Shadaqah dan Wakaf (ZISWAF) untuk menyokong usaha UMKM dan Kelompok Tani.

“NUconomic bukan sekadar konsep kegiatan sebagaimana pameran, tetapi merupakan gerakan yang menempatkan jamaah atau warga NU sebagai konsumen sekaligus produsen dimana jam’iyah atau organisasi NU berperan sebagai konektor atau orkestrator gerakan, dimulai kebutuhan pasar di hilir dan aspek produksinya di hulu,” tambah guru besar asli Kepanjen, Malang ini.

Tri Chandra Aprianto mengingatkan perlunya NU mengajak warganya masuk dalam industri pertanian yang saat ini menjadi primadona dunia dengan adanya isu ketahanan pangan, bukan sekadar bertani yang menjadikan nasib petani ditentukan oleh pelaku pasar.

Menurutnya, NU memiliki prasyarat bahkan mandat organisasi, mulai keputusan muktamar, konferensi besar hingga kerjasama dengan lembaga pemerintahan dan dunia usaha di bidang pertanian.

“Periode lalu, PBNU telah menjalin kerjasama dengan Kementerian Kehutanan untuk Program Perhutanan Sosial yang memungkinkan Warga NU anggota Kelompok Tani Hutan mengelola puluhan hingga ratusan lahan hutan untuk konservasi dan usaha ekonomi,” tegasnya sambil menyebutkan ada lebih 100 ribu hektar lahan hutan sosial yang dikelola 145 KTH NU di Jawa Timur dan bisa dijadikan kelompok dampingan.

Dalam kesempatan itu, Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan, KH Imron Mutamakkin, menekankan pentingnya pemberdayaan jamaah, sebagai salah satu program unggulan organisasi sebagai upaya mewujudkan Kemandirian jam’iyah.

Bagi Gus Ipong, panggilan akrabnya, upaya tersebut sesuai dengan prinsip hifdzun nafs atau menjaga jiwa dalam Kulliyatul Khams, yang menyebutka pentingnya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat melalui pendekatan qiyamu arkaniha atau memenuhi hak dasar dan daf’u mafasidiha atau melindungi dari hal yang mengancam nasib dan posisi ekonomi warga NU.

“Ini adalah bentuk penerjemahan qiyamu arkaniha. Oleh karena itu, apa yang dibutuhkan, di antaranya, adalah penguatan masyarakat yang masih lemah di bidang ekonomi,” tegasnya.

Masukan dan usulan yang berkembang dalam Workshop ini akan diolah dielaborasi oleh tim materi Konfercab NU menjadi draft materi program PCNU untuk masa khidmah 2026-2031. Workshop tahun ini diharapakan mampu memperbaharui dan meremajakan Rencana Program Jangka Menengah PCNU Kabupaten Pasuruan yang telah berusia 25 tahun sejak ditetapkan dalam Workshop serupa di tahun 2001. (*/fpnu-hj)

Iklan.

You Might Also Like

PW Muslimat NU Jatim Raih Penghargaan Gubernur atas Program Imunisasi

Awali HSN 2026, PWNU-LAZISNU Jatim Serahkan Bantuan Tujuh Bangunan ke PWNU Aceh

PWNU Jatim: Santri Dibutuhkan untuk Padukan Teknologi dengan Moral/Akhlak

Patahkan Framing Negatif Laporan KPK, IKAPETE Jatim Sebut Marwah Alumni Tebuireng Kini Terang Benderang

Perkuat Kaderisasi Santri, ISNUQ Gelar PDO Perdana dengan 250 Peserta

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article MUI Jatim Siap Gelar Ijtima’ Ulama di Mojokerto

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

MUI Jatim Siap Gelar Ijtima’ Ulama di Mojokerto
Sospol
PW Muslimat NU Jatim Raih Penghargaan Gubernur atas Program Imunisasi
Nahdliyyin
Awali HSN 2026, PWNU-LAZISNU Jatim Serahkan Bantuan Tujuh Bangunan ke PWNU Aceh
Nahdliyyin
MSG ke-29 di Masjid Al-Akbar, Gus Amak dan Ning Widad Apresiasi GenZI yang mau Ngaji Subuh di Masjid
Milenial

You Might also Like

Nahdliyyin

FGD “Santri Next” HSN 2026, ISNU Jatim Dorong Kiprah Santri Warnai Transformasi Jatim

10/10/2026
Nahdliyyin

Presnas IKAPETE Kutuk Framing Negatif Terkait Halaqoh Qonun Asasi NU di Gedung MPR RI

10/10/2026
Nahdliyyin

Silaturahim dengan Dubes Mesir, PBNU Dorong Kolaborasi Pendidikan dan Dakwah

09/10/2026
Nahdliyyin

12 Perubahan Penting AD/ART NU Hasil Muktamar Ke-35 Disosialisasikan

09/10/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?