By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: KH Zuhri Zaini ingatkan pentingnya Ekonomi dalam Islam
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Ekraf > KH Zuhri Zaini ingatkan pentingnya Ekonomi dalam Islam
Ekraf

KH Zuhri Zaini ingatkan pentingnya Ekonomi dalam Islam

22/05/2021
Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo, KH Zuhri Zaini, dalam pertemuan di serambi Masjid Jami’ Pondok Pesantren Syekh Abdurrahman Rabah, Sumedangan, Pademawu, Pamekasan, Jumat (21/5/2021) malam. (*/sub)
SHARE

Pamekasan (Radar96.com) – Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo, KH Zuhri Zaini, mengajak umat untuk kembali menyeriusi persoalan ekonomi.

“Ekonomi bukan inti ibadah, tapi menjadi penopang suksesnya ibadah,” katanya dalam pertemuan di serambi Masjid Jami’ Pondok Pesantren Syekh Abdurrahman Rabah, Sumedangan, Pademawu, Pamekasan, Jumat (21/5/2021) malam.

Menurut kaidah ushul fiqih, suatu kewajiban yang tidak bisa sempurna kecuali dengan adanya sarana, maka sarana itu juga menjadi wajib.

“Ibadah bisa menjadi tidak tenang, kalau ekonomi belum stabil,” kata Mustasyar PWNU Jawa Timur itu yang bertutur tentang perjalanan dakwah Islam ke Indonesia yang dibawa oleh para saudagar muslim.

Menurut dia, mereka berdakwah dengan tidak meninggalkan usaha (bisnis). “Jadi yang masuk pertama kali itu bukan gerakan agama ataupun politik, tapi dagang. Memang, media untuk mendekati masyarakat yang paling efektif itu, adalah bisnis,” katanya.

Melalui bisnis, orang bisa masuk tanpa dicurigai. Kalau sudah masuk, baru hal-hal yang lain dapat disampaikan, temasuk dakwah Islam.

Hadir dalam kesempatan itu beberapa pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, Ikatan Alumni Pondok Pesantren Nurul Jadid Korwil Madura, jajaran pengurus KPEU MUI Jatim yang dipimpin oleh Ketua H Noor Shodiq Askandar (Gus Shodiq), Koordinator Bidang Pengembangan Pondok Pesantren OPOP (One Pesantren One Product) Jawa Timur, Ketua Forum IKM Jawa Timur, Ketua Puskopssim Jawa Timur, Manajer Divisi Syariah Bank Jatim, owner gerai Bebek Nelongso, serta beberapa pegiat ekonomi yang lain.

Dalam kesempatan itu, Ketua KPEU MUI Jatim, Gus Shodiq, mengaku pihaknya siap memfasilitasi pengembangan ekonomi pesantren, seperti yang diinginkan para kiai. Sebab salah satu bidang garap KPEU MUI Jatim adalah mengembangkan ekonomi pesantren.

“Jadinya malah klop. Bak gayung bersambut. Pesantren ini menjadi salah satu prioritas bidang garap kami. Kami siap memfasilitasi. Monggo sama-sama bergerak dan bersinergi menyongsong era baru kebangkitan ekonomi umat, khususnya di Jawa Timur,” kata Gus Shodiq.

Meski gerakan ekonomi itu sangat penting dan tidak boleh ditinggalkan, namun KH Zuhri Zaini tetap mengingatkan agar tidak lupa dari tujuan awal, yakni sebagai sarana ibadah.

“Jangan sampai kehilangan ruh ibadahnya,” pesan kiai sepuh itu. (*/sub)

Iklan.

You Might Also Like

Hanya 3 Minggu, PW DMI Jatim Terbitkan 27 Sertifikat Halal bagi UMKM

NU Care-LAZISNU PWNU Jatim Adakan Literasi Keuangan untuk Perempuan Muda

OPOP Camp 2025 Cetak Santri Digital Bebas Finansial

Tutup OPOP Expo 2025, Kadis KUKM Jatim Berharap Koperasi Pesantren Siap Bertarung

Digitalisasi Pemasaran Buka Peluang Lebih Luas bagi Produk Pesantren

Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Khofifah: “pesta ultah itu jauh dari tradisi saya”
Next Article Gubernur Khofifah langsung tinjau daerah terdampak Gempa 5,9 SR di Kabupaten Blitar

Advertisement



Berita Terbaru

BPP MAS Terima Sertifikat Merek “Al-Akbar Ngaji Soccer”
Sospol
Pertama Kali, LPTNU Award 2026 Apresiasi Ilmuwan dan Akademisi PTNU
Nahdliyyin
15.000-an Jamaah Qiyamul Lail Semarakkan Malam 21 Ramadhan di Masjid Al-Akbar
Sospol
Gubernur Khofifah Saksikan Final “Marbot Soccer League” di ASC Masjid Al-Akbar
Sospol

You Might also Like

Ekraf

Fintech sebagai Alternatif Solusi Keuangan Unit Bisnis Pesantren

15/11/2025
Ekraf

Unusa Resmikan TAX Center, Dorong Ekonomi Kreatif Berdampak Global

12/11/2025
Ekraf

Tingkatkan SDM Pesantren, Foker Koppontren Jatim Gandeng BDI

18/09/2025
Ekraf

Gus Kautsar: Surga suka orang yang kembangkan potensi dan jaga mulut

14/09/2025
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?