By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Ada Nama Perempuan di Pengurus Harian PBNU Sekarang
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > Ada Nama Perempuan di Pengurus Harian PBNU Sekarang
Nahdliyyin

Ada Nama Perempuan di Pengurus Harian PBNU Sekarang

12/01/2022
SHARE

Jakarta (Radar96.com) – Selesai sudah penantian banyak orang tentang susunan kepengurusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU ) yang baru masa khidmat 2022-2027. Terjawab pula pertanyaan tentang siapa yang akan menempati posisi Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBNU. Posisi Sekjen itulah yang selama ini paling banyak menjadi teka-teki masyarakat. Melalui pembacaan susunan pengurus PBNU yang dipantau secara virtual, Rabu (12/1/2022), itu dilakukan oleh Ketua Umum KH Yahya Cholil Staquf dan jabatan Sekjen PBNU dalam pengumuman itu diamanatkan kepada H Saifullah Yusuf.

Tapi ada yang menarik pada susunan kepengurusan kali ini. Yakni masuknya nama perempuan ke dalam jajaran pengurus harian. Sebab hal itu belum pernah terjadi. Pada kepengurusan-kepengurusan sebelumnya kaum perempuan biasanya hanya masuk di struktur A’wan (anggota) Syuriah. Tapi kali ini masuk ke jajaran Ketua.

Ada dua nama perempuan yang masuk ke dalam jajaran Ketua dan dua di jajaran Wakil Sekjen. Mereka yang duduk di jajaran Ketua adalah Khofifah Indar Parawansa dan Alissa Qothrunnada Wahid. Sedangkan dua perempuan yang duduk di Wakil Sekjen adalah Ai Rahmayanti dan Isfandiari Mahbub Junaidi.

Sebagaimana diketahui, Khofifah Indar Parawansa saat ini adalah Ketua Umum Pimpinan Muslimat NU dan Gubernur Jawa Timur. Sedangkan Alissa Qothrunnada adalah putri KH Abdurrahman Wahid, mantan Ketua Umum PBNU dan mantan Presiden Republik Indonesia keempat.

Untuk nama Ai Rahmayanti belum banyak diketahui latar belakangnya. Namun untuk Isfandiari sudah dapat ditebak dari nama belakangnya, Mahbub Junaidi. Dia adalah tokoh NU di era pemerintahan Orde Lama dan Orde Baru, pendiri organisasi mahasiswa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Ia adalah tokoh penulis yang banyak dikagumi tidak hanya oleh orang NU, tapi juga oleh para tokoh pers Indonesia.

Sementara itu posisi perempuan di jajaran Mustasyar ada tiga, yaitu Ny Hj Nafisah Sahal Mahfudz, Ny Sinta Nuriyah A Wahid, dan Ny Hj Mahfudhoh Aly Ubaid. Nyai Nafisah adalah istri almarhum KH MA Sahal Mahfudz, mantan Rais Am PBNU; Nyai Sinta Nuriyah adalah istri mendiang KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), dan Nyai Mahfudhoh adalah putri KH Abdul Wahab Hasbullah, Rais Am PBNU setelah Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari. Lebih dari itu Nyai Mahfudhoh adalah Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU).

Sedangkan pada posisi A’wan saat ini ada enam orang perempuan. Mereka adalah Hj Nafisah Ali Maksum, Hj Badriyah Fayumi, Hj Ida Fatimah Zainal, Dr Hj Faizah Ali Sibromalisi, Hj Asasri Warmi, dan Masriyah Amva. (Sh)

Iklan.

You Might Also Like

Sekjen Kemendiktisaintek: PTNU harus Atasi “Mismatch” Pendidikan

KHM Chizni Umar Burhan “Penjaga Rumah Arsip NU” Wafat

PWNU Jatim gagas “Gerakan NUConomic” berbasis tiga pilar pemberdayaan ekonomi warga NU ala “Nahdlatut Tujjar”

Jelang Muktamar, PWNU Jatim Usulkan “Aswaja Center” jadi Lembaga/Badan Khusus NU

PCNU Surabaya Ajak Pemerintah Eksekutif dan Legislatif Bersinergi Atasi Permasalahan Ummat

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Said Aqil, Nyai Shinta, Prof Nuh, Khofifah, Gus Ipul, Alissa Wahid masuk PBNU 2022-2027
Next Article Gubernur Khofifah tegaskan komitmen pada Perlidungan Pekerja di Era Digital dan Robotik

Advertisement



Berita Terbaru

Sekjen Kemendiktisaintek: PTNU harus Atasi “Mismatch” Pendidikan
Nahdliyyin
120 Pelaku UMKM di Jatim Ikuti Pelatihan “Platform Marketplace” ISNU Jatim
Ekraf
Fenomena “Ghosting Berkedok Lupa: Seni Menghilang Tanpa Rasa Bersalah” dalam Perspektif Relasi Sosial dan Etika Keislaman
Kolom
KPK rekomendasikan 7 solusi cegah 8 potensi korupsi program MBG
Sospol

You Might also Like

Nahdliyyin

Rais Aam PBNU: Muktamar ke-35 NU pada tanggal 1-5 Agustus

12/04/2026
Nahdliyyin

Muskerwil di Tuban, PWNU Jatim Ingatkan Pentingnya Tradisi Silaturahmi dan Qanun Asasi

11/04/2026
Nahdliyyin

Jelang Muktamar NU, PWNU Jatim Siapkan Muskerwil di Pesantren Sunan Bejagung, Tuban

08/04/2026
Nahdliyyin

Halalbihalal, KMNU Unair: Silaturahmi jadi Jalan Kebersamaan di Tengah Gejolak Dunia

05/04/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?