Jombang (Radar96.com/NUO) – Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) mengatakan hari santri adalah milik seluruh bangsa Indonesia. Karena para pendahulu berjuang untuk bangsa Indonesia. Lebih dari itu, santri tidak boleh menjadi identitas kesuku-sukuan yang statis, jadi kelompok eklusif yang hanya berpikir untuk diri sendiri saja.
Hal ini disampaikannya saat memimpin upacara hari santri nasional 2022 di lapangan kampus Universitas Hasyim Asy’ari Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Sabtu (22/10/2022). “Hari santri bukan hanya milik satu kelompok tertentu saja; hari santri harus benar-benar dipahami, dihayati, dan ditegakkan sebagai harinya seluruh bangsa Indonesia,” katanya.
Menurut Gus Yahya, pesan tersebut terinspirasi dari para pejuang dari kalangan kiai yang berjuang untuk bangsa Indonesia bukan hanya kelompok tertentu. Baginya, pendahulu tersebut mempersembahkan segalanya yang dimiliki termasuk nyawa. Bukan untuk kepentingan mereka sendiri, bukan juga untuk kelompoknya sendiri, apalagi sekedar menanam saham jasa agar bisa dipetik anak cucu mereka sendiri.
Resolusi jihad yang dikomandoi KH M Hasyim Asy’ari juga ditujukan untuk seluruh bangsa Indonesia, seluruh tumpah darah Indonesia. Agar bisa menikmati kemerdekaan Indonesia. “Pendahulu kita mempersembahkan segalanya demi kemaslahatan dan kejayaan bangsa Indonesia tanpa kecuali,” tegasnya.
Dikatakan, tidak ada cara yang patut untuk memuliakan jasa pendahulu yang berjuang dalam resolusi jihad dan lainnya selain dengan meneladani mereka. Berusaha dan berjuang seperti mereka. Langkah selanjutnya yaitu mempersembahkan khidmah yang ikhlas, kepada semua, kepada seluruh bangsa Indonesia, kepada kemanusiaan seperti para pendahulu kita.
“Dengan cara itu, kita akan memiliki tenaga lahir batin yang cukup untuk memikul tanggung jawab dari mandat sejarah yang luar biasa raksasa, yaitu mandat merawat jagat, membangun peradaban,” tegas tokoh asal Rembang ini.
Gus Yahya mengingatkan, santri tidak boleh hanya jadi kelompok yang menuntut, tapi santri harus menjadi kader-kader yang dinamis, yang terus bergerak, melayani, mempersembahkan yang terbaik untuk bangsa dan negara yang kita cintai ini.
“Para pendahulu kita mulia karena jasa mereka. Kita hari ini bisa mulia ketika kita mampu mempersembahkan jasa yang mulia untuk bangsa dan negara yang kita cintai ini,” tegasnya.
Dalam kesempatan upacara hari santri nasional 2022, Gus Yahya juga mengungkapkan terimakasih ke Presiden Jokowi yang telah menetapkan hari santri. Hal ini jadi sebuah nikmat Allah yang membanggakan.
“Kita berterima kasih kepada pemerintah, kepada presiden Jokowi yang telah menetapkan hari santri sebagai salah satu hari nasional sebagai penghormatan atas jasa para pahlawan dari kalangan para kiai dan para santri,” ungkapnya.
Penetapan hari santri secara khusus atas takdir-Nya yang membesarkan hati dan memberikan kebanggaan kepada semua, santri -santri Indonesia. Namun, kebanggaan ini, tidak boleh hanya berhenti hanya rasa bangga saja. Kebanggaan atas jasa besar para pendahulu kita tidak boleh berhenti pada rasa besar hari dan percaya diri saja. Apalagi rasa bangga ini membuat santri hari ini merasa berhak menuntut balas jasa dari jasa para pendahulu.
“Jangan sampai para santri hari ini merasa punya hak lebih dari yang lain hanya karena jasa besar para pendahulu kita. Nilai kita, harga kita, tidak ditentukan oleh siapa kakek dan kakek buyut kita. Nilai kita ditentukan oleh perbuatan hari ini dan sumbangan kita kepada bangsa dan negara yang kita cintai ini,” tandasnya.
Apel Nasional Hari Santri 2022
Sementara itu, PBNU menggelar Apel Nasional Hari Santri 2022 di Pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur, Sabtu (22/10/2022) pagi. Apel berlangsung mulai pukul 06.50 hingga 07.30 WIB. Acara digelar secara offline dan online dari Tebuireng dan diikuti seluruh PCNU dan PWNU se Indonesia dari daerah mereka masing-masing.
Ketua umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf langsung memimpin apel nasional itu. Ada 528 titik yang menggelar apel serentak itu dan diikuti oleh sebanyak setengah juta lebih santri. “Kita berterima kasih kepada pemerintah kepada Presiden Joko Wdodo yang telah menetapkan hari santri sebagai salah satu hari nasional. Sebagai penghormatan atas jasa para pahlawan dari kalangan para kiai dan para santri,” kata Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf saat menyampaikan amanat upacara.
Gus Yahya juga menjelaskan, penetapan hari santri nasional merupakan apresiasi pemerintah yang dituangkan dalam Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 tertanggal 15 Oktober 2015. Namun, ia mengatakan seperti Hari Nasional lainnya, Hari Santri adalah peringatan jasa dan keteladanan bagi para pahlawan secara umum.
“Hari Santri Nasional dirayakan sebagai momentum mengenang kepahlawanan segenap-bangsa indonesia, bukan hanya satu kelompok tertentu saja; Hari Santri harus benar-benar dipahami, dihayati, dan ditegakkan sebagai harinya seluruh bangsa Indonesia tanpa terkecuali,” kata Gus Yahya.
Kata Gus Yahya, penetapan Hari Santri Nasional berdasarkan Peringatan 70 Tahun Resolusi Jihad yang diabadikan sebagai penghormatan jasa para ulama. Resolusi Jihad dicetuskan oleh KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945. Namun, tegas dia, Hari Santri Nasional bukan dirayakan sebagai bentuk untuk menuntut balas jasa negara kepada Nahdlatul Ulama.
“Karena yang berjasa mempertahankan kemerdekaan negara Indonesia bukan generasi masa kini, bukan kita, melainkan para pahlawan agung dari Generasi 1945 lalu,” kata Gus Yahya saat berpidato dalam apel tersebut. (*/NUO)
Sumber:
*) https://www.nu.or.id/nasional/ketum-pbnu-tegaskan-hari-santri-milik-seluruh-bangsa-indonesia-v0PVW
*) https://www.nu.or.id/nasional/pbnu-gelar-apel-nasional-hari-santri-2022-di-pesantren-tebuireng-oWfks



