By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Gubernur Khofifah: penguatan potensi lokal jadi strategi jitu percepatan kebangkitan pasca-Covid-19
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Ekraf > Gubernur Khofifah: penguatan potensi lokal jadi strategi jitu percepatan kebangkitan pasca-Covid-19
Ekraf

Gubernur Khofifah: penguatan potensi lokal jadi strategi jitu percepatan kebangkitan pasca-Covid-19

08/11/2022 Ekraf
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II tahun 2022 di BPSDM Jawa Timur, Surabaya, Selasa (8/11/2022). (*/hmn)
SHARE

Surabaya (Radar96.com) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut penguatan potensi lokal menjadi salah satu strategi jitu dalam upaya percepatan kebangkitan Indonesia pasca Pandemi Covid-19.

Menurutnya, tidak sedikit potensi lokal yang harus terpinggirkan karena kalah saing dengan berbagai produk asing yang membanjiri pasar Indonesia. Padahal secara kualitas, kata Khofifah, produk-produk lokal tersebut jauh lebih baik.

“Saya yakin kualitas produk-produk lokal akan semakin baik dan dapat bersaing dengan produk negara lain sejalan dengan upaya pemerintah untuk memprioritaskan penggunaan produk lokal dalam pengadaan barang dan jasa,” ungkap Khofifah.

Dalam Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II tahun 2022 di BPSDM Jawa Timur, Surabaya, Selasa (8/11), Khofifah menyebut, jika potensi lokal dapat diolah dan dikembangkan secara massif maka akan memberi nilai tambah bagi ekonomi nasional.

“Maka dari itu, pemerintah harus mampu menemukenali berbagai potensi lokal yang punya prospek bagus di pasar. Selanjutnya kita harus mendorong mereka untuk memperbaiki kualitas, memperbaiki kemasan barang dan juga meningkatkan kualitas pemasaran agar mampu bersaing dengan produk luar negeri,” ujarnya.

“Kita harus mampu memanfaatkan secara optimal pasar dalam negeri dan daya beli masyarakat yang sangat besar agar mampu mempercepat pemulihan ekonomi negeri ini,” tambah dia.

Khofifah melanjutkan, bertemunya banyak kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dari aneka latar belakang daerah, suku, budaya dalam PKN II, diharapkan mampu memberikan perspektif baru terkait potensi lokal untuk direplikasi di daerah lain di Indonesia. Salah satunya, sebut Khofifah, adalah kesempatan bagi potensi desa devisa yang baru.

Khofifah mengatakan, bahwa saat ini Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) sedang mengembangkan Desa Devisa yang memiliki kualifikasi tertentu. Desa ini haruslah memiliki produk khasnya sendiri, yang layak untuk mendapatkan bantuan ekspor dari LPEI.

“LPEI sedang mengembangkan Desa Devisa dengan kualifikasi tertentu. Desa-desa ini punya potensi untuk ekspor, tapi aksesnya terkoneksi melalui apa? Semoga PKN II ini nanti bisa menjadi sarana konektivitas yang saling menghubungkan,” katanya.

Khofifah yang memakai Tenun Gedog khas Tuban itu pun mencontohkan potensi desa devisa baju yang dikenakannya. Ia mengatakan bahwa Batik Tulis Tenun Gedog tersebut sudah ada jauh sebelum zaman Majapahit. Yang artinya, seni dan budaya batik ini telah ada sebelum Batik Jogja dan Solo.

Setelah mengetahui sejarah dan ternyata memiliki kualitas yang baik, Gubernur Khofifah pun kemudian mendaftarkan desa produsen Tenun Gedog ini ke LPEI. Alhasil, desa tersebut pun mendapatkan status sebagai desa devisa, dan menerima bantuan untuk mentoring dari LPEI.

Khofifah, mengimbau, agar BPSDM yang terlibat dalam PKN II jeli dalam menemukenali potensi-potensi macam ini melalui ASN peserta pelatihan dari daerah tertentu. Apalagi, BPSDM memang memiliki fungsi untuk mengembangkan dan memupuk kemampuan sumber daya manusia di daerahnya.

Tak hanya itu, muatan lokal lainnya yang dicontohkan oleh Khofifah adalah adanya Badan Besar Inseminasi Buatan (BBIB) di Singosari, Kabupaten Malang, yang meningkatkan produksi daging di Jatim. Ia pun menyarankan penanaman mangrove di daerah-daerah pesisir.

“Sinkronisasi program pelatihan kepemimpiban dengan berbagai kurikulum, bagaimana inovasinya, digital ekosistembya, yang saya sarankan adalah konten lokal yg bisa memberikan perspektif baru di luar kurikukum. Muatan lokal inilah yang dapat memberikan nilai tambah dan perspektif baru bagi kita semua. Katakanlah sebagai kompetensi teknis bagi ASN. Saya meyakini masung – masing Provinsi memiliki keunggulan kompetitif dan keunggulan komparatif,” ujarnya.

Sejalan dengan Gubernur Khofifah, Kepala LAN RI Adi Suryanto berharap acara tahunan yang diselenggaeakan oleh LAN ini dapat menjadi forum komunikasi awal yang menguatkan sinergi antar BPSDM di Indonesia dalam rangka memberikan penguatan core values pada para ASN.

“Acara ini merupakan acara strategis yang diselenggarakan oleh LAN tiap tahun sebagai koordinasi awal untuk membangun komunikasi dan sinergi untuk PKN II. Semoga core values dapat tertanam dengan baik di diri para ASN dan masukan atas kurikulum baru local content ini dapat memberikan kita perspektif baru,” ungkapnya.

Dalam Rapat koordinasi Penyelenggaraan Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II tahun 2022 ini sendiri diikuti oleh 70 orang dari 23 lembaga BPSDM di seluruh Indonesia. (*/hmn)

Iklan.

You Might Also Like

Biaya Umroh 2026 Naik Akibat Dampak Global, Chatour Travel Beri Solusi Transparan dan Garansi Refund 100%

Dipimpin Dicky Fanani, ABC Unair Perkuat Networking Alumni

120 Pelaku UMKM di Jatim Ikuti Pelatihan “Platform Marketplace” ISNU Jatim

Petani Tembakau Madura Keluarkan Tritura

Kopontren Nurul Hijrah Diapresiasi Kadis Koperasi dan UKM Kalsel

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article 30.000 Kader NU se-Jatim siap ikuti Apel Akbar “Satu Abad NU” di Gresik
Next Article Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV Butuh Sokongan Percepatan Belanja APBN

Advertisement



Berita Terbaru

Biaya Umroh 2026 Naik Akibat Dampak Global, Chatour Travel Beri Solusi Transparan dan Garansi Refund 100%
Ekraf
Kajian Senja Al Yasmin, KH Muzakky AlHafidz : Haji simbolkan manusia itu sama dan fakir
Sospol
Umaha Tebar Beasiswa untuk Generasi Berprestasi hingga Miliaran Rupiah
Sospol
Al-Yasmin dan AKSI Training & Consulting Gagas “Sekolah Keluarga Hebat”
Milenial

You Might also Like

Ekraf

Hanya 3 Minggu, PW DMI Jatim Terbitkan 27 Sertifikat Halal bagi UMKM

10/03/2026
Ekraf

NU Care-LAZISNU PWNU Jatim Adakan Literasi Keuangan untuk Perempuan Muda

13/02/2026
Ekraf

OPOP Camp 2025 Cetak Santri Digital Bebas Finansial

27/11/2025
Ekraf

Tutup OPOP Expo 2025, Kadis KUKM Jatim Berharap Koperasi Pesantren Siap Bertarung

17/11/2025
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?