Surabaya (Radar96.com) – Kader GP Ansor Jatim, Musaffa Safril, mengembangkan produk “Sarung Batik Haromain (Esbeha)” untuk memberdayakan para pengrajin batik tulis, khususnya para pengrajin batik tulis di Madura, agar bisa terus berproduksi serta berdaya di tengah gempuran batik printing.
Saat pandemi covid 19 melanda tidak sedikit para pengrajin batik tulis di Madura yang terpaksa harus gulung tikar dan berhenti bekerja karena sepinya permintaan batik tulis.
Setelah membaca peluang pasar, Safril memutuskan untuk memproduksi sarung dari batik tulis yang kemudian diberi nama sarung esbeha.
Tak disangka, ternyata upayanya tersebut mendapat respons yang luar biasa dari konsumen. Secara bertahap, ia mulai menerima banyak orderan dari konsumen di berbagai daerah di Indonesia.
Ia sempat kuwalahan dalam memenuhi tingginya permintaan pasar, terutama saat menjelang Idul Fitri 2022.
Pria yang akrab disapa Safril ini menceritakan, sarung batik tulisnya juga ternyata diminati oleh kalangan santri, pejabat hingga tokoh masyarakat.
Saat acara pameran yang diselenggarakan oleh Kemenaker RI di Kediri pada puncak peringatan hari santri 2022, beberapa tokoh masyarakat seperti kyai, pejabat, anggota DPR RI ikut membeli sarungnya. Bahkan, Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziah juga ikut memborong Sarung Batik Esbeha.
Safril mengaku senang dengan usaha yang ia jalankan. Sebab, dengan sarung batik tulis yang ia jalankan itu tidak hanya bisa mendapatkan untung secara finansial, tapi juga bisa memberdayakan masyarakat pengrajin batik tulis di kampung halamannya di Madura serta dapat melestarikan warisan budaya Nusantara yang belakangan ini menghadapi serbuan kain batik printing. (*/pna)



