By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Di Universitas Oxford, Gus Yahya Tawarkan Misi Peradaban Islam ala NU
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > Di Universitas Oxford, Gus Yahya Tawarkan Misi Peradaban Islam ala NU
Nahdliyyin

Di Universitas Oxford, Gus Yahya Tawarkan Misi Peradaban Islam ala NU

23/11/2022 Nahdliyyin
Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menjadi Pembicara Kunci di Universitas Oxford, Selasa (22/11/2022). Ia menawarkan Misi Peradaban Islam ala NU. (*/PBNU/NUO)
SHARE

Universitas Oxford, Radar96.com/NUO – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH Yahya Cholil Tsaquf menjadi pembicara kunci di kampus bergengsi dunia, Universitas Oxford, Inggris pada Selasa (22/11/2022).

Mengawali diskusinya, Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh, Rembang, Jawa Tengah yang akrab disapa Gus Yahya itu menyampaikan sejarah panjang dinamika peradaban Islam.

Setelah runtuhnya Ottoman, komunitas muslim dunia menghadapi persoalan global yang cukup kompleks. “Seluruh pihak perlu duduk bersama, mengungkap secara jujur akar pesoalan yang dihadapi, lalu merumuskan solusi bersama secara komprehensif,” ujar Gus Yahya.

Gus Yahya memaparkan empat persoalan yang dihadapi oleh umat Islam saat ini. Pertama, penggunaan istilah “kafir” kepada pemeluk agama yang berbeda. Terminologi ini seringkali secara politis digunakan sebagai dalih untuk melakukan kekerasan kepada pihak lain.

“NU secara tegas menolak hal tersebut. Problem identitas muslim-kafir harus diatasi dengan cara yang tidak boleh menimbulkan masalah baru,” tegas Gus Yahya.

Kedua, perlunya mengembangkan cara pandang baru tentang konsep Syariah. Menurut Gus Yahya, konsep ini seringkali dipahami sebagai sesuatu yang sudah selesai. Padahal pengembangan pemikiran Syariah Islam perlu dilakukan terus-menerus supaya ajaran Islam semakin relevan dengan kondisi dan kearifan masyarakat di seluruh dunia.

Ketiga, perlunya mengatasi berbagai konflik yang terjadi dengan jalan dialog dan perdamaian untuk meminimalkan berbagai benturan baik dalam kelompok-kelompok Islam sendiri maupun Islam dengan pihak lain.

Keempat, isu formalisasi negara Islam. Menurut Gus Yahya, kehidupan organisasi negara sangat tergantung kepada pilihan terbaik dari masyarakat negara yang menjalaninya. Islam secara spesifik tidak menawarkan bentuk negara, namun Islam memberi dasar nilai-nilai universal yang bisa dijadikan rujukan dalam membangun relasi sosial dalam masyarakat negara.

Gus Yahya menegaskan, melalui pengalaman panjang Nahdlatul Ulama dalam mengelola dan mengembangkan peradaban Islam di Indonesia, NU memiliki kemampuan otoritatif sebagai representasi Islam untuk memberi penjelasan kepada masyarakat dunia.

“Dunia hari ini perlu membangun cara pandang baru dalam membangun misi peradaban Islam agar peradaban Islam terasa lebih segar dan kontekstual dengan situasi kita hari ini,” terang Gus Yahya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, imbuh dia, NU terus bekerja sama dengan berbagai tokoh dan organisasi agama di seluruh dunia, salah satunya melalui pertemuan Religion of Twenty (R20) yang baru saja dilakukan di Bali, Indonesia pada 2-3 November 2022.

The Oxford Union Society (berdiri 1823), salah satu lembaga bergengsi di Universitas Oxford, yang sering menghadirkan para pemimpin dan tokoh berpengaruh dunia seperti Albert Einstein, Dalai Lama, Mother Theresa, Stephen Hawking, Michael Jackson, Bill Clinton, David Cameron, Malala Yousafzai, dan tokoh berpengaruh dunia lainnya. (*/NUO)

Sumber: https://www.nu.or.id/internasional/gus-yahya-jadi-pembicara-kunci-di-universitas-oxford-tawarkan-misi-peradaban-islam-ala-nu-QkW7y

Iklan.

You Might Also Like

Waketum PP ISNU Prof Mas’ud Said Lantik 95 Pengurus Baru ISNU Blitar

Siap Diajak Diskusi, ISNU Jatim: Penutupan Prodi Kependidikan Tidak Boleh Tergesa-gesa

Pasangan KH Mahmud Markatam dan H Fathul Ibad Kembali Pimpin MWCNU Sukodono, Siap Optimalkan Lembaga dan Khidmat Nahdliyin

Pesantren Digipreneur Al-Yasmin Surabaya jadi tempat uji kompetensi bagi tour leader internasional

BPJS Ketenagakerjaan Gandeng PWNU Jatim untuk Perlindungan Pekerja Informal

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Pemprov Jatim Buka Seleksi Penerimaan PPPK dengan 3.811 Formasi, Gubernur pastikan Gratis Tanpa Pungutan
Next Article Jatim Jalin “Sister Province” dengan Alexandria – Mesir

Advertisement



Berita Terbaru

Waketum PP ISNU Prof Mas’ud Said Lantik 95 Pengurus Baru ISNU Blitar
Nahdliyyin
Imam Masjid Al-Akbar: Haji adalah Miniatur Kehidupan
Sospol
Masjid Al-Akbar Surabaya Kembangkan “Bioflok Ikan” berbasis Teknologi RAS
Sospol
Perkuat Digipreneur, Al Yasmin Hadiri Rakor Rencana Pengembangan Pesantren
Sospol

You Might also Like

KolomNahdliyyin

KH Mutawakkil Mengundurkan Diri Dari MUI Jatim

24/04/2026
Nahdliyyin

Gus Kikin Hadiri Tahlil Hari Ketujuh KH Moch Chisni Umar Burhan di Gresik

23/04/2026
Nahdliyyin

Hari Bumi, Pokja Perhutanan Sosial PWNU Jatim Ajak Warga NU Rawat Jagat, Lestarikan Hutan

23/04/2026
Nahdliyyin

LAZISNU se-Jatim Kelola Rp208 Miliar Dana ZIS selama Ramadhan 1447 H

21/04/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?