By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Workshop Stikosa AWS dan YDSF:
Penguatan Kreativitas, Kunci Agar Tidak Mudah Tereliminasi
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Milenial > Workshop Stikosa AWS dan YDSF:
Penguatan Kreativitas, Kunci Agar Tidak Mudah Tereliminasi
Milenial

Workshop Stikosa AWS dan YDSF:
Penguatan Kreativitas, Kunci Agar Tidak Mudah Tereliminasi

12/09/2023
SHARE

Surabaya, Radar96.com – Gelombang AI (Artificial Intelligence, kecerdasan buatan) semakin dirasakan di banyak tempat. Teknologi ini, faktanya, memberi banyak keleluasaan yang mengarah pada efektifitas dan efisiensi. Bukan tak mungkin, teknologi AI ke depan akan terus menguat sehingga lebih dibutuhkan daripada sumber daya manusia itu sendiri.

“Hal-hal yang berhubungan dengan sisi unik manusia, mesti dioptimalkan agar AI tetap menjadi teknologi pendukung, bukan kekuatan yang mendominasi,” kata Hendro D Laksono, salah satu narasumber ‘workshop Kreatif: Menulis dan Memotret di Dunia Digital’ di Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi – Almamater Wartawan Surabaya (Stikosa-AWS), Senin (11/9/23) siang.

Di depan 60 peserta workshop, Hendro mengingatkan bahwa kekuatan unik manusia, salah satunya kreativitas, berpeluang menjadi benteng pertahanan agar kita tidak mudah tereliminasi.

“Kreativitas mesti dipahami sebagai bekal yang menguatkan. Dengan demikian, kita tidak akan tergantikan,” tegas alumnus Stikosa-AWS itu.

Pendekatan kreatif, lanjutnya, berpeluang menciptakan konten unik. “Seperti diketahui, search engine, media sosial, bahkan aktivitas marketing communication yang dilakukan secara digital, mensyaratkan hal yang orisinil dan relevan,” jelasnya.

Ia kemudian mengingatkan, segmentasi harus dijawab lewat relevansi. Sementara persaingan media, mesti disikapi dengan konten orisinil dan isu yang unik sekaligus menarik.

“Setelah itu tinggal dukungan teknologi, SEO, pemahaman atas algoritma, dan lain-lain. Tanpa itu semua, konten bagus bakal tak memenuhi syarat ketercarian dan keterbacaan,” tandasnya.

Fenomena Foto AI

Mamuk Ismuntoro, fotografer profesional, juga mengingatkan trend artificial intelligence dalam dunia fotografi. Jika foto AI sebelumnya hanya berseliweran di grup terbatas, kini foto AI mulai muncul di wilayah mainstream. Ia bahkan melihat, ada media mulai menggunakan foto AI sebagai cover majalah.

“Beruntung, dalam keterangan cover disebutkan bahwa ini foto AI, bukan foto yang diperoleh lewat kegiatan pemotretan khusus,” ungkap Mamuk yang juga tercatat sebagai alumnus Stikosa-AWS.

Ia pun menjelaskan, setiap foto memiliki makna informasi. Jika foto AI dibiarkan tumbuh liar, ia berpotensi menciptakan persepsi, bahkan kebohongan. Karena foto berita adalah fakta. Jika foto AI dibiarkan tumbuh seolah foto berita, dampaknya bisa sangat berbahaya.

Pendiri Komunitas Matanesia ini kemudian mengajak peserta workshop kembali mengenali dunia fotografi. Baik dari sisi teknis, hingga filsafat yang melekat dalam aktivitas fotografi itu sendiri.

“Kita berbagi cerita. Apa adanya, berbasis fakta, bukan kenyataan yang mengada-ada. Dan ini melekat di semua elemen dalam foto yang kita publikasikan, baik di portal berita, blog personal, bahkan sosial media,” terangnya.

Kolaborasi Stikosa-AWS dan YDSF

Membuka acara tersebut, Dr Jokhanan Kristiyono, ST, M Med Kom, Ketua Stikosa-AWS, juga mempertegas bahwa menulis konten menarik dan viral di media digital bukanlah tugas yang mudah. Proses ini memerlukan kreativitas dan inovasi yang tinggi.

Dikatakan Jokhanan Kristiyono, visi dan misi Stikosa-AWS adalah mendorong pengembangan sumber daya manusia yang unggul, kreatif, dan inovatif.

“Workshop yang diadakan dengan bekerja sama bareng Yayasan Dana Sosial Al-Falah (YDSF) ini merupakan bagian dari upaya untuk menghasilkan SDM yang memiliki kualitas tersebut,” tegasnya.

Workshop ini, kata Jokhanan, merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Dies Natalis Stikosa-AWS yang ke-59, yang diadakan bekerja sama dengan Civitas Akademika dan IKA Stikosa-AWS.

“Membuat konten tulisan dan foto untuk media digital memerlukan pemahaman akan teknik dan pedoman yang benar. Konten yang diunggah haruslah menarik dan bermanfaat tanpa melanggar regulasi yang berlaku di media digital,” jelasnya.

Sebelumnya, Jauhari Sani, Direktur YDSF, juga sempat berbicara tentang pentingnya memahami aspek etika dan estetika dalam memproduksi konten media digital.

“Lewat konten yang menarik, kita tentu berharap media online, baik portal berita maupun media sosial, tetap setia berbagi inspirasi dan manfaat untuk semua orang,” kata Jauhari.

Untuk itu ia percaya, kebutuhan media akan aspek etika dan estetika adalah keniscayaan. “Saya bersyukur, inisiatif ini kembali menguat sehingga bisa diimplementasikan bersama. Agar nantinya, kita bisa terus berbagi informasi bermanfaat, untuk tujuan-tujuan yang mulia,” tegasnya.

Workshop Kreatif: Menulis dan Memotret di Media Digital yang digelar selama dua hari ini merupakan event pembuka Festival Komunikasi Road to 59th Stikosa AWS. Workshop ini merupakan event kolaboratif yang melibatkan Stikosa-AWS, Ikatan Alumni Stikosa-AWS, Yayasan Pendidikan Wartawan Jawa Timur (YPWJT), dan sejumlah sponsor. *

Iklan.

You Might Also Like

99 GenZi Siap Sambut “Tamu” Qiyamullail di Masjid Al-Akbar Surabaya

Ngaji “Spirit of Ramadhan” di Masjid Al-Akbar, Hanan Attaki: Tiga Cara “Caper Allah”

Dokter Pia Targetkan Pengabdian di Tanah Kelahiran Mobagu, Sulut

Nabila, Dokter Alumni Unusa Siap Mengabdi untuk Masyarakat Papua

Jalur Al-Qur’an Antarkan Alumni Unesa Ainur Roziqin Tampil Qori’ di hadapan Presiden Prabowo dalam 1 Abad NU

Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Unisda Rintis Kerjasama Internasional dengan Universiti Malaysia Kelantan
Next Article 2.154 Mahasiswa Baru Unusa Dikukuhkan

Advertisement



Berita Terbaru

DMI Jatim Luncurkan Program “Masjid Ramah Pemudik & Arus Balik” di Jombang
Sospol
PWNU Jatim Berangkatkan 15 armada bus Mudik Gratis
Nahdliyyin
DMI Jatim Luncurkan Program “Masjid Ramah Pemudik- balik”
Sospol
166 Personel Amankan Shalat Idul Fitri di Masjid Al-Akbar Surabaya
Sospol

You Might also Like

Milenial

Hanan Attaki: Ramadhan Bulan Rehat Mental dan Bulan Caper Terbaik pada Allah

05/02/2026
Milenial

Tim KKN-BBK 7 Unair Dorong UMKM Desa Sekarkurung – Gresik Go Digital melalui TikTok Shop

29/01/2026
Milenial

20 Pelajar Ikuti “Karantina Duta Pelajar 2026” IPPNU Jatim

11/01/2026
Milenial

Remaja Masjid Syuhada Pamekasan “belajar” ke Remas GenZI Masjid Al-Akbar

23/12/2025
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?