By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Di Forum ISPE, Khofifah Sampaikan Visi Jadikan Jatim “Leading Smart Industrial Province”
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Ekraf > Di Forum ISPE, Khofifah Sampaikan Visi Jadikan Jatim “Leading Smart Industrial Province”
Ekraf

Di Forum ISPE, Khofifah Sampaikan Visi Jadikan Jatim “Leading Smart Industrial Province”

17/10/2023 Ekraf
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memaparkan visi dan misi industrialisasi Jawa Timur saat menjadi narasumber dalam forum INDEF School of Political Economy (ISPE) di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga, Surabaya, Senin (16/10/2023) pagi. (*/hmn)
SHARE

Surabaya, Radar96.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memaparkan visi dan misi industrialisasi Jawa Timur saat menjadi narasumber dalam forum INDEF School of Political Economy (ISPE) di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga, Surabaya, Senin (16/10/2023) pagi.

Khofifah mengatakan bahwa pihaknya bertekad untuk menjadikan Jawa Timur sebagai provinsi yang unggul atau leading smart industrial province. Hal itu menjadi visi yang jelas diterapkan di Jatim seiring dengan “Rencana Pembangunan Industri Provinsi”
(RPIP).

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memaparkan visi dan misi industrialisasi Jawa Timur saat menjadi narasumber dalam forum INDEF School of Political Economy (ISPE) di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga, Surabaya, Senin (16/10/2023) pagi. (*/hmn)

“Smart itu meliputi peningkatan partisipasi industri, transformasi budaya masyarakat industri, serta kecerdasan dalam pengelolaan industrialisasi (smart industrial governance),” tegas Khofifah.

“Sedangkan leading (Unggul) meliputi efisien, optimalisasi pemanfaatan SDA , penguatan struktur industri, serta peningkatan pangsa pasar,” lanjutnya.

Untuk bisa mencapai visi leading smart industrial province, misi yang dilakukan di Jatim adalah menguatkan dan memantapkan struktur industri, meningkatkan daya saing industri yang berbasis pada pelestarian lingkungan hidup. Dan juga meningkatkan inklusivitas pertumbuhan ekonomi Jawa Timur.

Lewat berbagai upaya yang dilakukan Pemprov Jatim, berdasarkan data yang ada hingga akhir 2022, industri manufaktur di Jatim sudah mencapai 31,4 persen.

Nilai ini sudah melampaui target nasional pada tahun 2045 di angka 30 persen. Bahkan, dengan adanya pabrik Smelter, pabrik foil tembaga Hailiang, serta 4 hilirisasi dari Smelter yang ada di PIER, maka Jatim akan bisa mencapai 34 persen.

Visi dan misi yang berupaya dicapai Khofifah ini bukan sembarangan. Hal ini karena secara geografis Jatim adalah center of gravity.

Guna mendukung infrastruktur pengembangan industrialisasi di Jatim, yang dilakukan Pemprov Jatim adalah pengembangan Pelabuhan Probolinggo, yang merupakan satu-satunya pelabuhan laut di Indonesia yang kewenangannya diserahkan ke Provinsi.

“Pengembangan ini penting, mengingat Pelabuhan Tanjung Priuk maupun Tanjung Perak sudah padat lalu lintasnya. Jadi pengembangan Pelabuhan Probolinggo ini menjadi prioritas,” terangnya.

Lebih lanjut, Khofifah menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Jatim tumbuh impresif sebesar 5,24 persen (y-on-y) pada Triwulan II tahun 2023. Dan pertumbuhan ekonomi Jatim ini mampu berkontribusi sebesar 14,45 persen terhadap PDB Indonesia dan berkontribusi sebesar 25,23 persen terhadap PDRB Pulau Jawa.

Kemudian, realisasi investasi Jatim, pada triwulan II Tahun 2023 juga tumbuh sebesar 4,0 persen (y-on-y) dan menduduki peringkat 3 dibanding provinsi lain di Indonesia. Jatim juga mampu meraih predikat sebagai provinsi dengan tingkat kemudahan berbisnis tertinggi, dengan tingkat daya saing kedua setelah DKI Jakarta.

“Jadi ICOR Jawa Timur lebih rendah daripada ICOR nasional. Ini menunjukkan berinvestasi di Jatim lebih efisien daripada rata-rata berinvestasi di Indonesia,” terangnya.

Khofifah menambahkan, kekuatan Jatim ini juga ditunjang dengan keberadaan Desa Devisa di Jawa Timur. Dimana, per September 2023 tercatat 149 Desa Devisa berada di Jawa Timur dari total 613 Desa Devisa di Indonesia.

Lewat Desa Devisa ini, akan dilakukan pendampingan oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) bagaimana mengakses pasar global.

Terkait, peningkatan kinerja perdagangan di Jatim, Khofifah menyampaikan, hal ini ditunjang lewat Misi Dagang yang digelar Pemprov Jatim baik antar provinsi maupun luar negeri. Bahkan, program Misi Dagang antar provinsi ini merupakan ciri khas Jawa Timur yang tidak dilakukan oleh provinsi lainnya.

“Saat misi dagang, kita membawa Trader sekaligus buyer . Dan ini hanya ada di Jawa Timur. Pertemuan antara keduanya ini adalah bukti pentingnya Seeing is Believing ,” tegasnya.

“Melalui misi dagang ini, kami mengadakan mediasi bagi pelaku-pelaku UMKM. Ini penting, karena Indonesia marketnya sangat besar, jadi kalau bukan kita yang mengisi siapa lagi,” imbuhnya.

Keunggulan lainnya, lanjut Khofifah, yaitu posisi Jatim sebagai lumbung pangan. Dimana, berdasarkan data BPS, selama tiga tahun berturut-turut produksi padi di Jatim selalu tertinggi nasional. Begitupun untuk jumlah komoditas jagung, daging sapi, maupun telur ayam.

Pada kesempatan ini, Khofifah juga menjelaskan 4 pilar prioritas pertumbuhan ekonomi Jatim. Yaitu, penguatan daya saing manufaktur dan perdagangan, peningkatan nilai tambah agroindustri, percepatan pertumbuhan industri pariwisata dan pengembangan industri mikro, kecil dan menengah.

Gubernur Khofifah berharap lewat forum INDEF School of Political Economy akan lahir rekomendasi-rekomendasi strategis bagi Jawa Timur. Untuk itu, peran perguruan tinggi strategis seperti FEB UNAIR, menjadi bagian yang sangat penting untuk memberikan penguatan agar masyarakat Jatim tidak hanya menjadi penonton.

“Saya berharap bahwa dari apa yang saya sampaikan akan hadir rekomendasi rekomendasi strategis bagi Pemprov Jawa Timur untuk terus berbenah dan terus tumbuh kedepan,” pungkasnya.

Sementara itu, Prof. Dr. Didin S. Damanhuri, S.E, M.S.,D.E. selaku Ekonom Senior INDEF, menjelaskan ISPE merupakan program unggulan dari INDEF yang sudah berlangsung selama lebih dari lima tahun dan dilaksanakan di kota-kota besar Indonesia, bahkan ke Washington, Moscow, Berlin, dan Tokyo.

Ia menyebutkan kontribusi Gubernur Khofifah di bidang ekonomi bukan hanya bermanfaat bagi Jatim dan Indonesia, namun juga sebagai pembelajaran bagi institusi tingkat nasional dan internasional seperti INDEF.

“Saya menyampaikan dan sudah saya tulis bahwa siapa pun akan pasti membutuhkan ibu Khofifah dengan berbagai pemikiran serta terobosan beliau di bidang ekonomi. Terimakasih atas kerjasama dengan FEB UNAIR dan atensi yang Bu Gubernur berikan, semoga kami bisa turut berkontribusi pada kemajuan Jatim,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Prof. Dr. Dian Agustia, S.E., M.Si. Ak menyebutkan bahwa Gubernur Khofifah merupakan sosok yang mampu menjawab tantangan ketidakpastian ekonomi global.

Ia memaparkan, ada tiga kunci menjawab tantangan ini, yaitu memahami implikasi kesejahteraan ekonomi global, memahami tantangan bagi pemerintah, partisipasi aktif dalam pengambilan keputusan.

“Bu Gubernur telah menunjukkan resiliensinya lewat solusi-solusi yang mendongkrak perekonomian. Bu Gubernur sangat commit dalam mencari solusi bersama lewat pertimbangan ide dan pengetahuan seputar permasalahan ekonomi,” pungkasnya. (*/hmn)

Iklan.

You Might Also Like

Serukan Tritura Nelayan, Gus Lilur Desak Prabowo Bentuk Satgas Berantas Penyelundupan BBL

Biaya Umroh 2026 Naik Akibat Dampak Global, Chatour Travel Beri Solusi Transparan dan Garansi Refund 100%

Dipimpin Dicky Fanani, ABC Unair Perkuat Networking Alumni

120 Pelaku UMKM di Jatim Ikuti Pelatihan “Platform Marketplace” ISNU Jatim

Petani Tembakau Madura Keluarkan Tritura

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Hari Santri, CHATour travel Siapkan 22 Paket Umroh Gratis
Next Article Hari Santri, Pelukis Nabila Dewi Gayatri Gelar Pameran Tunggal Drawing ‘Owah Gingsir’

Advertisement



Berita Terbaru

IPNU Jatim Targetkan Kader Kuasai Sektor Strategis
Nahdliyyin
Serukan Tritura Nelayan, Gus Lilur Desak Prabowo Bentuk Satgas Berantas Penyelundupan BBL
Ekraf
Biaya Umroh 2026 Naik Akibat Dampak Global, Chatour Travel Beri Solusi Transparan dan Garansi Refund 100%
Ekraf
Kajian Senja Al Yasmin, KH Muzakky AlHafidz : Haji simbolkan manusia itu sama dan fakir
Sospol

You Might also Like

Ekraf

Kopontren Nurul Hijrah Diapresiasi Kadis Koperasi dan UKM Kalsel

28/03/2026
Ekraf

Hanya 3 Minggu, PW DMI Jatim Terbitkan 27 Sertifikat Halal bagi UMKM

10/03/2026
Ekraf

NU Care-LAZISNU PWNU Jatim Adakan Literasi Keuangan untuk Perempuan Muda

13/02/2026
Ekraf

OPOP Camp 2025 Cetak Santri Digital Bebas Finansial

27/11/2025
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?