By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Empat Ulama Mesir Hadiri Haul Ke-30 Pendiri YTPSNU Khadijah
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > Empat Ulama Mesir Hadiri Haul Ke-30 Pendiri YTPSNU Khadijah
Nahdliyyin

Empat Ulama Mesir Hadiri Haul Ke-30 Pendiri YTPSNU Khadijah

27/01/2025 Nahdliyyin
SHARE

Surabaya, radar96.com – Empat ulama Mesir yakni Syeikh Prof Dr Muhammad Abdusshomad Mehanna, Syeikh Abdul Azis as-Syahawi, Syeikh Prof DR Yusri Rusydi Jabr al-Hasani al-Azhari, dan Syeikh Ahmad Muhammad Mabruk al-Husaini menghadiri Haul Ke-30 Pendiri Yayasan Taman Pendidikan dan Sosial NU (YTPSNU) “Khadijah” yakni KHA Wahab Turcham.

Dalam Haul ke-30 KHA Wahab Turcham yang dihadiri Ketua Pembina YTPSNU Hj Khofifah Indar Parawansa, di YTPSNU Khadijah, Surabaya, Senin, Syeikh Prof Dr Muhammad Abdusshomad Muhanna mengapresiasi YTPSNU “Khadijah” yang fokus pada pendidikan khusus perempuan, karena mendidik perempuan itu sama dengan mendidik sebuah bangsa.

“YTPSNU Khadijah yang memperhatikan pendidikan khusus perempuan itu merupakan perjuangan yang hebat. Nama Yayasan Khadijah ini sungguh menyentuh hati saya, karena Khadijah memang benar-benar sosok yang memahami Islam sejak diturunkan. Khadijah disebut Rasulullah sebagai orang yang beriman pada saat semua orang tidak percaya kepada Rasulullah. Orang yang membenarkan semua ucapan Rasulullah ketika semua orang mendustakan,” kata Syeikh Muhammad Abdusshomad Muhanna.

Lebih dari itu, katanya, Siti Khadijah juga mendukung dengan harta pada saat semua orang menghalangi hartanya untuk membantu Rasulullah. “Khadijah itu benar-benar sosok yang mengumandangkan dakwah Islam sejak Rasulullah mengumandangkan. Khadijah itu nama sosok yang sangat mendukung dakwah,” katanya dalam acara yang juga dihadiri tokoh pendidikan NU Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim itu.

Terkait dakwah, Rasulullah sendiri meletakkan pondasi dakwah Islam dengan dimulai pembelajaran yang diikuti lima orang yakni Bilal (budak), Khadijah (perempuan), Ali (muda/kecil), Abu Bakar (pembenar pertama), dan Rasulullah sendiri. Kelima tokoh yang dianggap lemah inilah yang mengubah peradaban dari perbudakan ke rahmat.

“Bagaimana cara mengubah peradaban itu? Rasulullah mengubahnya dengan kejujuran. Kalau niat kita luhur pasti dituntun Allah. Jalan menuju ke kejujuran adalah ikhlas, ilmu, iman, yang semuanya tidak dapat dicapai, kecuali dengan pendidikan. Pnmdidikan itu pondasi, sedang perempuan itu pondasi bangsa, maka mendidik perempuan itu sama dengan membangun bangsa,” katanya.

Apresiasi lain juga datang dari ulama Mesir lain yang hadir dalam Haul Pendiri YTPSNU Khadijah itu, yakni Syeikh Abdul Azis As-Syahawi. Ia mengapresiasi langkah Ketua Pembina YTPSNU, Khofifah Indar Parawansa, yang membangun pendidikan Islam, apalagi dengan nama Khadijah yang bernuansa pendidikan.

“Manhaj (metode) terbaik dalam pendidikan/kehidupan adalah manhaj yang diajarkan Rasulullah, tidak ada metode yang lebih baik daripada yang diajarkan Rasulullah, karena beliau ibarat Alquran yang berjalan, beliau memberi contoh dengan akhlak. Kitab As-sifa karya Imam Al-Qodi’iyat menyebut sifat lembut, saja’ah/berani, dan tidak pernah marah. Jangan marah, kata Rasul, maka kamu akan masuk surga,” katanya.

Senada dengan itu, Syeikh Prof DR Yusri Rusydi Jabr Al-Hasani Al-Azhari dari Mesir juga mengapresiasi YTPSNU Khadijah yang memberi perjuangan pendidikan kepada perempuan. “Wanita yang baik ada empat tokoh yakni Fatimah, Khadijah, Maryam, dan Aisyah, jadi nama YTPSNU ini menggambarkan kebesaran Khadijah,” katanya.

Sementara ulama lain dari Mesir, Syeikh Ahmad Muhammad Mabruk al-Husaini juga menekankan pendidikan yang dicontohkan Rasulullah dengan dua akhlak yakni jujur dan amanah. “Bahkan, musuh yang memburu Rasulullah saat perjalanan Mekkah-Madinah, yakni Suraqah bin Malik juga percaya kepada Rasulullah karena jujur,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Khofifah mengucapkan terima kasih kepada para ulama Mesir yang bersedia hadir ke YTPSNU Khadijah, Surabaya, sebelum mengisi konferensi internasional di Pesantren Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto, yang diasuh Prof Dr KH Asep Syaifuddin Chalim.

“KH Abd Wahab Turcham yang kelahiran Peneleh, Surabaya pada 5 Januari 1915 itu mendirikan Madrasah Mualimat di Kawatan, Surabaya pada 1954, lalu pindah ke Wonokromo, Surabaya pada 1959 dan baru ada lulusan pertama pada 1960, lalu berganti nama menjadi Khadijah pada 1975.

Kiai Wahab Turcham yang juga alumni Madrasah Nahdlatul Wathan (embrio NU) itu memilih fokus murid perempuan, karena pendidikan bagi laki-laki sudah banyak yang memperhatikan,” katanya. (*)

Iklan.

You Might Also Like

Waketum PP ISNU Prof Mas’ud Said Lantik 95 Pengurus Baru ISNU Blitar

Siap Diajak Diskusi, ISNU Jatim: Penutupan Prodi Kependidikan Tidak Boleh Tergesa-gesa

Pasangan KH Mahmud Markatam dan H Fathul Ibad Kembali Pimpin MWCNU Sukodono, Siap Optimalkan Lembaga dan Khidmat Nahdliyin

Pesantren Digipreneur Al-Yasmin Surabaya jadi tempat uji kompetensi bagi tour leader internasional

BPJS Ketenagakerjaan Gandeng PWNU Jatim untuk Perlindungan Pekerja Informal

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article 3 Universitas Peraih Anugerah Pendidikan NU 2025 Kategori Perguruan Tinggi
Next Article LP Ma’arif NU Surabaya Gelar Lomba Semarakkan Harlah ke-102 NU dan Isra’ Mi’raj

Advertisement



Berita Terbaru

PW JKSN Gorontalo Resmi Dilantik, Usung Misi Kemandirian Umat
Sospol
Waketum PP ISNU Prof Mas’ud Said Lantik 95 Pengurus Baru ISNU Blitar
Nahdliyyin
Imam Masjid Al-Akbar: Haji adalah Miniatur Kehidupan
Sospol
Masjid Al-Akbar Surabaya Kembangkan “Bioflok Ikan” berbasis Teknologi RAS
Sospol

You Might also Like

KolomNahdliyyin

KH Mutawakkil Mengundurkan Diri Dari MUI Jatim

24/04/2026
Nahdliyyin

Gus Kikin Hadiri Tahlil Hari Ketujuh KH Moch Chisni Umar Burhan di Gresik

23/04/2026
Nahdliyyin

Hari Bumi, Pokja Perhutanan Sosial PWNU Jatim Ajak Warga NU Rawat Jagat, Lestarikan Hutan

23/04/2026
Nahdliyyin

LAZISNU se-Jatim Kelola Rp208 Miliar Dana ZIS selama Ramadhan 1447 H

21/04/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?