Surabaya, radar96.com – Dalam Ngaji ‘Spirit of Ramadhan’ di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS), pendakwah milenial Ustadz Hanan Attaki menyebutkan tiga cara “caper (cari perhatian) Allah” dan akhirnya viral di langit yakni membiasakan taubat, memperbanyak amalan sunnah setelah wajib, dan beramal dalam sunyi.
“11 bulan, kita sudah caper kepada manusia dan terbukti caper kepada manusia itu melelahkan, karena ego dan suka melupakan kebaikan kita. Sekarang, saat Ramadhan ini perlu kita geser untuk caper kepada Allah,” katanya dalam “Spirit of Ramadhan” yang diadakan PT Panglima Express Travel di Masjid Al-Akbar, Surabaya, Ahad.
Di hadapan 40.000-an peserta yang mayoritas GenZI (Generasi Z Islami) itu, Ustadz Hanan Attaki menjelaskan caper kepada manusia itu benar-benar melelahkan, karena manusia itu pelupa, sulit menghargai orang/ego, dan suka iri.
“Coba saja caper di sosmed, semua di posting sampai habis-habisan, terbukti netizen itu manusia dan caper ke manusia itu pelit ngasih comment yang baik, bahkan lihat saja nggak, diposting privat pun seminggu nggak dilihat, kalau ketemu pas scrolling nggak sengaja dan nggak like,” katanya, tersenyum.
Oleh karena itu, Ramadhan merupakan saat yang tepat untuk menggeser dari caper manusia ke caper kepada Allah. “InSya-Allah, siapa yang memperbaiki hubungan dengan Allah, maka Allah yang akan memperbaiki hubungan kita dengan Allah dan juga dengan manusia, karena Allah yang melapangkan dada kita akibat beban ego, sehingga kita mau memaafkan,” katanya.
Menurut dia, manusia yang caper kepada manusia dan mencari viral di bumi itu tidak akan bisa puas, karena kalau raga itu bisa kenyang dengan unsur-unsur bumi karena raga manusia tercipta dari tanah, tapi jiwa manusia hanya bisa kenyang dengan unsur-unsur langit, karena jiwa manusia tercipta dari langit.
“Caper pertama kepada Allah adalah menjadikan taubat sebagai habit/kebiasaan, minimal 2-3 kali sehari bertaubat dengan istighfar dan Sholat Taubat. Allah itu cinta kepada orang yang rajin taubat, sebagaimana Surah Al Baqoroh 222 (Allah menyukai orang yang bertaubat, menyucikan diri), tentu kita ingin dicintai Allah,” katanya.
Caper kedua kepada Allah adalah memperbanyak amalan sunnah setelah wajib. “Amalan sunnah yang menjadi favorit saya adalah membiasakan atau sering berdzikir, minimal tasbih 33x. Kalau memperbanyak sunnah sampai Allah cinta, maka apapun akan diberikan oleh Allah,” katanya, mengutip Hadits.
Namun, ia mengingatkan dzikir tidak harus di masjid, bahkan Nabi menyatakan dzikir di pasar itu memiliki pahala lebih besar, karena ada malaikat yang khusus berjalan-jalan di muka bumi untuk mencari orang yang berdzikir. “Kalau kita selalu ingat, ingatan Allah ke kita lebih besar, tapi amalan sunnah yang lain juga bisa, seperti sedekah,” katanya.
Caper ketiga kepada Allah adalah beramal dalam sunyi atau menyembunyikan/merahasiakan amal saleh. “Ini yang paling sulit, apalagi GenZi yang paling suka menonjolkan posting, flexing, pamer. Ini amalan sufi, tapi kalau kita bisa akan membuat kita bisa viral di langit, bukan viral di bumi,” katanya. (*/mas)




