Surabaya, radar96.com – Ketua Badan Pelaksana Pengelola (BPP) Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS) DR KHM Sudjak MAg menerima Sertifikat HKI (Hak Kekayaan Intelektual) untuk merek “Al-Akbar Ngaji Soccer” dari Dirjen HKI KemenkumHAM RI.
Dalam penyerahan Sertifikat HKI pada saat Final “Marbot Soccer League” di ASC Masjid Al-Akbar Surabaya, Selasa (10/3) malam, BPP MAS menerima Sertifikat Merek Nomor IDM001420901 tertanggal 23 Juli 2025 untuk merek “Al-Akbar Ngaji Soccer”.
Selain sertifikat merek untuk “Al-Akbar Ngaji Soccer” itu, Inisiator “Marbot Soccer League (MSL)” H Helmy M Noor juga menerima Surat Pencatatan Ciptaan (Hak Cipta) Nomor 001165900 tertanggal 8 Maret 2026 untuk poster MSL.
Kedua surat sertifikat itu diserahkan oleh Kepala Kanwil KemenkumHAM Jatim Haris Sukamto AKS SH MH kepada Gubernur Jawa Timur Hj Khofifah Indar Parawansa, lalu Gubernur Khofifah menyerahkannya kepada DR KHM Sudjak MAg dan H Helmy M Noor.
“Terima kasih kepada Masjid Al-Akbar yang menjadi inisiator Al-Akbar Ngaji Soccer yang menguatkan silaturrahmi antar-masjid melalui olahraga, apalagi juga ada Marbot Soccer League, yang nantinya memasyarakatkan olahraga antar-masjid,” kata Gubernur Khofifah, mengapresiasi.
Dalam final Liga Marbot itu, Gubernur Khofifah juga mengapresiasi 32 takmir masjid yang mengirimkan tim marbot ke MSL 2026 dengan uang pembinaan Rp1 juta per-takmir, medali, dan bingkisan untuk takmir dan tim marbot yang berjumlah ratusan orang.


Sementara itu, Inisiator MSL MAS H Helmy M Noor menyampaikan terima kasih atas atensi pihak KemenkumHAM kepada BPP MAS melalui sertifikat hak kekayaan intelektual yang bersifat perlindungan hukum dan surat pencatatan ciptaan yang bersifat pengakuan atas lisensi.
“Peserta ‘Marbot Soccer League 2026’ yang berlangsung pada 1-10 Maret dan bekerja sama dengan Pengurus Wilayah (PW) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jatim itu juga meningkat dua kali lipat dibandingkan dengan tahun lalu,” kata Helmy M Noor yang juga Humas MAS itu.
Tahun 2026, Marbot Soccer League (MSL) diikuti 448 marbot (petugas/perawat masjid) dari 32 masjid dari Surabaya, Mojokerto, Malang, Sidoarjo, dan Gresik yang masing-masing didampingi oleh seorang official dan seorang pelatih, sehingga tercatat ada 64 pendamping. (*/mas)



