By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: 50 Pengurus DMI se-Jatim Ikuti Pelatihan dan Praktek Tanggap Bencana di BPBD
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Sospol > 50 Pengurus DMI se-Jatim Ikuti Pelatihan dan Praktek Tanggap Bencana di BPBD
Sospol

50 Pengurus DMI se-Jatim Ikuti Pelatihan dan Praktek Tanggap Bencana di BPBD

11/07/2026 Sospol
SHARE

Surabaya, radar96.com – Sebanyak 50 orang Pengurus Daerah (PD) Dewan Masjid Indonesia (DMI) se-Jawa Timur mengikuti pelatihan dan praktek tanggap bencana yang diadakan Yayasan Demasindo Jatim bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur secara lesehan di Taman Edukasi Bencana BPBD Jatim, Sabtu (11/7/2026).

Saat membuka pelatihan itu, Ketua PW DMI Jatim Dr KHM Sudjak MAg menegaskan bahwa DMI yang lahir 54 tahun lalu (22 Juni 1972) itu memiliki sejumlah fungsi pembinaan masjid yakni fungsi ibadah, fungsi idaroh (tata kelola), fungsi imaroh (memakmurkan masjid), fungsi tarbiyah (pendidikan), fungsi riayah (pemeliharaan), dan fungsi ijtimaiyah (fungsi sosial/ pemberdayaan masyarakat sekitar masjid).

“Fungsi riayah atau pemeliharaan dan perawatan masjid itu penting agar masjid tetap suci, bersih, sehat, indah, dan tahan terhadap bencana, karena itu Pelatihan Peningkatan Kapasitas Kebencanaan ini penting, mengingat potensi bencana juga ada di Jatim. Selain bencana, tantangan lain adalah program merangkul anak muda ke masjid, program digitalisasi, dan program pemberdayaan UMKM melalui Halal Center,” katanya.

Sementara itu, Ketua Departemen Sosial-Kemanusiaan, Lingkungan Hidup, dan Tanggap Bencana PW DMI Jatim H Lilik Halimy menambahkan pelatihan bertujuan membekali pengurus DMI se-Jatim dengan materi terkait potensi bencana di Jatim dan penanggulangannya agar mereka memahami ikhtiar penanggulangan bencana dan pengurangan risiko bencana, serta penguatan sinergi DMI-BPBD di daerah.

Dalam pelatihan itu, Ketua Tim Pencegahan/Penanggulangan BPBD Jatim Dadang Iswandi MT saat menyampaikan materi tentang potensi bencana menjelaskan potensi bencana pada setiap kabupaten/kota itu berbeda, tapi potensi bencana itu maksimal ada 14 potensi, diantaranya gempa bumi, gunung api/erupsi, bencana asap/kebakaran hutan, banjir, kekeringan, longsor, dan tsunami.

“Untuk gempa di Indonesia itu berkisar 10-20 detik, kalau gempa terlama itu di Kobe-Jepang pada 1995 yang berkisar 40 detik dan 9,5 skala richter, sehingga jembatan tol pun rusak. Yang menarik, 94,9 persen dari masyarakat yang selamat hingga mencapai 15.000 orang selamat itu justru karena tahu cara menyelamatkan diri dan dibantu keluarga/saudara/ teman/tetangga dan hanya 1,7 persen dari regu penolong/BPBD,” katanya.

Artinya, mengetahui cara penyelamatan diri saat terjadi bencana itu penting, selain bersikap baik kepada orang terdekat (keluarga/saudara/teman/tetangga) agar cepat ada bantuan. “Kalau gempa, cara penyelamatan adalah merunduk dan berlindung di bawah meja/kursi serta menutupi kepala bagian belakang (paling rawan). Jepang mengajarkan cara bertahan saat terjebak bencana adalah selalu bawa peluit, cokelat (2 batang untuk 72 jam/3 hari), dan sarung tangan,” katanya.

Selain materi, peserta juga diajak praktek pertolongan pertama saat bencana/kecelakaan (pijat jantung) dan merasakan langsung bencana dan dampaknya di Ruang Simulator, Virtual Reality (VR), dan Puskodalops BPBD Jatim yang merupakan satu-satunya ruang simulasi bencana (gempa, gunung api, kebakaran, banjir, longsor) yang dimiliki BPBD di Indonesia yang hingga 2025 dikunjungi 12.000 orang/pelajar dari 24 provinsi (45 kabupaten/kota).

Sebelumnya (6/7), Yayasan Demasindo Jatim bersama Departemen Pemberdayaan ZISWAF PW DMI Jatim juga mengadakan Workshop “Transformasi ZISWAF: Menuju Kemandirian Ekonomi Ummat” di Kantor BPN Jatim yang diikuti 70 peserta dari BPN, PD DMI Surabaya/Sidoarjo, serta para takmir masjid, pengelola nazhir wakaf, akademisi ekonomi syariah, serta mitra pemberdayaan ekonomi umat.

Dalam workshop dengan narasumber DR. KH. Ahsanul Haq, MPdI (Katib Syuriah PWNU Jatim), DR H. Asep Heri, SH,M (Kepala Kanwil BPN Jatim), dan DR H. Moh. Arwani. M.HI (Wakil ketua BWI Jatim) itu disampaikan pentingnya membangunkan “Wakaf Tertidur” melalui wakaf produktif untuk Kejayaan Peradaban Islam Indonesia.

Selama ini, wakaf masih identik dengan pembangunan masjid, musala, makam, atau sarana ibadah lainnya, tentu fungsi itu penting, namun membatasi wakaf hanya pada fungsi ritual akan mengerdilkan peran besar wakaf dalam sejarah peradaban Islam. Dalam lintasan sejarah, universitas besar dunia Islam, rumah sakit, perpustakaan, pusat riset, hingga layanan sosial masyarakat berkembang melalui dukungan wakaf produktif sebagai instrumen distribusi kesejahteraan dan penguatan ekonomi umat, bukan sebatas jariyah. (*/dmi)

Iklan.

You Might Also Like

Arjunu–RJI International Forum 2026 Perkuat Kolaborasi Dorong Jurnal Indonesia Menuju Scopus

BAZNAS Jatim Hadirkan Layanan Ambulans Gratis di Kediri dan Sekitarnya

Dari Nasi hingga Apel Hijau, Menu MBG SPPG Grujugan Kidul 01 Bondowoso

Semarak Pawai Budaya, Anak-Anak TK Alifya Bondowoso Belajar Arti Persatuan dalam Keberagaman

Al Irsyad Bondowoso Buka Program Milad dengan Pendaftaran Gratis dan Dukungan Biaya Rp1 Juta

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Bupati Fawait Dukung Penuh Merdeka Ride, HDCI Jember Siap Sambut Ribuan Rider
Next Article Gus Yahya: Delegasi Indonesia ke Iran Sampaikan Belasungkawa dan Dorong Perdamaian

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Gerakan Eksternal Menjelang Muktamar NU ke-35: Antara Khidmah, Kontestasi, dan Independensi Jam’iyyah
Kolom
Arjunu–RJI International Forum 2026 Perkuat Kolaborasi Dorong Jurnal Indonesia Menuju Scopus
Sospol
BAZNAS Jatim Hadirkan Layanan Ambulans Gratis di Kediri dan Sekitarnya
Sospol
Superpower Keikhlasan: Mengurai Akar Akuntabilitas dalam Tradisi NU
Kolom

You Might also Like

Sospol

Agnostik Prancis Ikrarkan Masuk Islam di Masjid Al-Akbar Surabaya

21/08/2026
Sospol

Prof. Halim Soebahar Raih “The Religious Leadership, Education, and Social Harmony Award”

21/08/2026
Sospol

Santri Jember Zaky Faizal Huda Buktikan Santri Bisa Juara MQK Jatim

18/08/2026
Sospol

Kado HUT ke-81 Kemerdekaan RI, BAZNAS Salurkan 81 Paket Bantuan Bedah Rumah

17/08/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?