By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Gus Kautsar: Surga suka orang yang kembangkan potensi dan jaga mulut
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Ekraf > Gus Kautsar: Surga suka orang yang kembangkan potensi dan jaga mulut
Ekraf

Gus Kautsar: Surga suka orang yang kembangkan potensi dan jaga mulut

14/09/2025 Ekraf
SHARE

Surabaya, radar96.com/MAS – Ulama muda dari Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur, KHM Abdurrahman Al-Kautsar (Gus Kautsar), menyebutkan ciri-ciri orang yang disukai surga adalah orang yang maksimal dalam mengembangkan potensi diri dan selalu menjaga mulut.

“Dalam sebuah kitab hadits, Rasulullah mengingatkan bahwa Muslim yang mengembangkan diri dalam karya itu lebih baik daripada Muslim yang lemah atau tidak berkembang,” katanya dalam ‘Tabligh Akbar FESyar Jawa 2025’ di Masjid Al Akbar Surabaya, Sabtu (13/9) malam.

Dalam “Tabligh Akbar FESyar Jawa 2025” yang juga dihadiri Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah BI Imam Hartono, Kepala BI Kantor Perwakilan (KPw) Jatim H Ibrahim, dan Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak itu, Gus Kautsar menegaskan bahwa Islam tidak tertarik dengan orang yang tidak mau berkembang sesuai potensinya.

“Surga itu punya ciri-ciri penghuni, termasuk ciri-ciri penghuni yang masuk surga tapi mampir dulu ke neraka. Nah, ciri agar kita nggak mampir neraka dulu adalah kita lebih baik dari diri kita yang kemarin, bukan lebih baik dari orang lain, karena itu hasud, tapi kita berkembang terus lebih baik dari hari kemarin,” katanya.

Di hadapan ribuan peserta tabligh yang juga disemarakkan dengan Special Performance bersama K.H. Hafidzul Hakim Noer dan Hadrah Syubbanul Muslimin itu, Gus Kautsar mengatakan orang yang lebih baik dari orang lain itu biasanya terjebak pada hasud (iri/benci), sehingga harus dihindari agar disukai surga.

“Tapi, kalau diri kita tidak berkembang menjadi lebih baik dari diri kita yang kemarin juga tidak disukai surga, karena kita bisa menjadi miskin dan orang miskin itu mudah menjadi kafir, karena dia akan suka melakukan pelanggaran hingga lalai dengan agama,” katanya.

Oleh karena itu, Muslim yang baik itu selalu mengembangkan potensi diri, banyak belajar, sering menambah wawasan dalam kajian/pengajian, mampu membaca peluang, dan cerdas, sehingga disukai surga, karena imannya kuat, tidak hasud/iri, tidak lemah/miskin, dermawan/belas kasih, dan selalu tergerak untuk melakukan kebaikan.

“Kemampuan berkembang dan kemauan terus belajar itu akan membangun sebuah bangunan yang hebat demi generasi berikutnya, kalauj kita tidak berkembang dan bahkan ceroboh akan dapat menghapus kejayaan masa lalu. Meski tidak hebat, tapi kalau kita berkembang lebih baik terus akan membuat keluarga dan bangsa menjadi terangkat,” katanya.

Satu lagi yang disukai surga, kata Gus Kautsar adalah menjaga mulut, karena orang yang paling banyak masuk neraka adalah karena omongan. “Nabi pernah menyatakan yang pertama hilang dari umatnya adalah bisa dipercaya. Itu karena 90 persen orang ngomong itu bisa disalahpahami sehingga bisa menjadi masalah, jadi harus dijaga,” katanya.

Dalam sambutan pembuka, Wagub Jatim Emil Dardak menegaskan bahwa Ekonomi Syariah itu bukan sekadar bank syariah, menabung bebas riba, produk halal, pakaian muslim, hingga ekonomi pesantren, namun prinsip ekonomi yang rahmatan lil alamin, tidak spekulasi atau merugikan mitra, berkeadilan dan menyejahterakan.

“Ekonomi Syariah juga potensial, karena 97 persen dari 42 juta penduduk Jatim adalah Islam, ada 7.334 pesantren dengan 923.000 santri mukim, ada 97 perguruan tinggi yang memiliki prodi ekonomi keuangan dan manajemen syariah, 21 sentra produk halal, 12 pemeriksa produk halal, 347.000 penyelia halal, 17.775 pendamping halal, dan 66 lembaga pendamping produk halal, mari kita jadikan maju dan unggul,” katanya. (*/mas)

Iklan.

You Might Also Like

Dipimpin Dicky Fanani, ABC Unair Perkuat Networking Alumni

120 Pelaku UMKM di Jatim Ikuti Pelatihan “Platform Marketplace” ISNU Jatim

Petani Tembakau Madura Keluarkan Tritura

Kopontren Nurul Hijrah Diapresiasi Kadis Koperasi dan UKM Kalsel

Hanya 3 Minggu, PW DMI Jatim Terbitkan 27 Sertifikat Halal bagi UMKM

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article PCK ISNU Airlangga di Unair Resmi Terbentuk
Next Article Unusa Terima 210 Guru TK dan SD Program Pemenuhan Kualifikasi Akademik

Advertisement



Berita Terbaru

MEMBINCANG PELUANG SUARA, DALAM ARAH KOALISI MUKTAMAR NU KE 35
Kolom
Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar NU ke-35
Kolom
Sowan Rektor, Pesantren Digipreneur Al Yasmin Perkuat Kolaborasi dengan UPN “Veteran” Jawa Timur
Sospol
Siap Diajak Diskusi, ISNU Jatim: Penutupan Prodi Kependidikan Tidak Boleh Tergesa-gesa
Nahdliyyin

You Might also Like

Ekraf

NU Care-LAZISNU PWNU Jatim Adakan Literasi Keuangan untuk Perempuan Muda

13/02/2026
Ekraf

OPOP Camp 2025 Cetak Santri Digital Bebas Finansial

27/11/2025
Ekraf

Tutup OPOP Expo 2025, Kadis KUKM Jatim Berharap Koperasi Pesantren Siap Bertarung

17/11/2025
Ekraf

Digitalisasi Pemasaran Buka Peluang Lebih Luas bagi Produk Pesantren

16/11/2025
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?