Forum Rektor dukung MUI bangkitkan ekonomi halal di Jatim

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memimpin "Deklarasi Situbondo" untuk mewujudkan Mata Rantai Industri Halal Jatim di Pesantren Salafiyah Syafi'iyah, Asembagus, Situbondo, Jatim, Rabu (26/5//2021). (*/pna)
Bagikan yuk..!

Situbondo (Radar96.com) – Ketua Forum Rektor Prof Maskuri menegaskan bahwa pihaknya mendukung Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat (KPEU) MUI Jawa Timur untuk membangkitkan ekonomi halal di Jatim, karena Jatim memiliki potensi besar untuk menjadi pusat ekonomi halal di Indonesia.

“Sinergi berbagai elemen yang diinisiasi KPEU MUI Jatim ini merupakan bagian dari upaya menggerakkan berbagai elemen terkait pengembangan ekonomi dan produk halal di Jatim yang sangat potensial,” katanya disela-sela Deklarasi Situbondo untuk mewujudkan mata rantai ekonomi halal di Pesantren Asembagus, Situbondo, Jatim, Rabu.

Deklarasi bersama itu melibatkan MUI Jatim, Pemprov Jatim, BI Jatim, Rektor Unisma Malang, Rektor Nurul Jadid Probolinggo, Universita Brawijaya, Unair, ITS, Unesa, UINSA, Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo, Universitas KH. Wahab Jombang, Universita Jember, Universitas Ibrahim Sukoharjo, OPOP, Hebitren, NUjek, Forum IKM Jatim, Bank Jatim Syariah, ISNU, Satgas Halal Jatim, dan Kemenag Jatim.

“Ya, berbagai komponen diundang, lembaga ekonomi dan lembaga pendidikan diharapkan sinergi, pergurusn tinggi bisa memberi pelatihan manajemen dan SDM, lalu dari sisi lembaga usaha bisa mendukung produk masyarakat agar akses pasar lebih baik,” katanya.

Menurut dia, deklarasi dan MoU itu harus dievaluasi dari tahun ke tahun agar aksi menjadi nyata. “Teman-teman MUI punya ghirah yang luar biasa sehingga bisa menjadi modal kebangkitan Jatim yang di-drive MUI bersama berbagai elemen di Jatim. Yang jelas, Indonesia punya peluang karena mayoritas Muslim, apalagi Situbondo juga kota santri,” katanya.

Senada dengan itu, Ketua KPEU MUI Jatim KH Noor Sodiq Askandar menyatakan pihaknya memang melihat peluang yang bisa dikembangkan untuk membangun wadah pemasaran bagi produk lokal dan produk Jatim yang sudah bersertifikat halal. Pelaku usaha sangat membutuhkan pendampingan dan pemberdayaan dalam menunjang pemasaran yang selama ini menjadi kendala.

“Sektor ini dapat menjadi tulang punggung perekonomian nasional karena salah satu cara untuk mendukung ekonomi kecil adalah melalui berbagai inisiatif pengembangan serta pemberdayaan pelaku IKM/UMKM, agar dapat meningkatkan kemampuan dan meraih peluang usaha sehingga potensi yang dimiliki bisa berkembang,” katanya.

Ia menambahkan deklarasi yang dilakukan kali ini merupakan suatu wujud kebersaman dalam menunjang program pemerintah untuk meningkatkan ekonomi masyarakat kecil di saat pemulihan pasca pandemi yang melanda dunia.

Langkah KPEU MUI Jatim itu diapresiasi ketua Forum IKM Jatim M Oskar. Pihaknya mendukung inisiatif pemberdayaan ekonomi umat oleh KPEU MUI Jatim dan berharap dapat memberi semangat kewirausahaan sehingga para pelaku IKM/UMKM bisa meningkatkan daya saing dengan wadah yang difasilitasi di Situbondo.

“Wisata halal Pasir Putih Situbondo yang dimiliki KPEU MUI Jatim dapat menjadi wadah yang diharapkan pelaku usaha sebagai pusat oleh-oleh Jatim di pesisir timur. Ini akan sangat membantu pelaku industri, apalagi kalau IKM yang berpartisipasi dipantau secara berkala untuk melihat perkembangannya, sehingga menjadi pembelajaran untuk meningkatkan performa IKM di masa yang akan datang,” katanya. (*/pna)

Komentar Facebook

BeritaTerkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *