By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: PCNU Bogor usulkan RINU atau Ranting Istimewa NU di perumahan
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > PCNU Bogor usulkan RINU atau Ranting Istimewa NU di perumahan
Nahdliyyin

PCNU Bogor usulkan RINU atau Ranting Istimewa NU di perumahan

18/12/2021 Nahdliyyin
Para pengurus NU di tingkat lokal se-Bogor melakukan konsolidasi jam’iyah Nahdlatul Ulama di Kantor NU Bogor, Kamis (16/12/2021). (*/mz)
SHARE

Bogor (Radar96.com) – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama dan Syuriah MWCNU Se-Kabupaten Bogor, merespons perkembangan masyarakat perkotaan di perumahan dan afirmasi terhadap alumni pondok pesantren dengan mengusulkan perlunya Ranting Istimewa NU (RINU) dalam Muktamar ke 34 NU di Lampung 23-25 Desember 2021 yang dimajukan menjadi 22-23 Desember 2021.

Para pengurus NU di tingkat lokal itu melakukan konsolidasi jam’iyah Nahdlatul Ulama di Kantor NU Bogor, Kamis (16/12/2021), dengan merujuk pada waktu pelaksanaan Muktamar ke 34 sesuai surat PBNU nomor 4288/A.I.01/12/2021 tertanggal 10 jumadil ula 1443 H, 15 Desember 2021.

PCNU Kabupaten Bogor merasa penting untuk menyampaikan aspirasi dan gagasan untuk perkembangan dan kemajuan gerakan (harokah) ajaran ahlussunnah waljamaah di Kabupaten Bogor dan di Nusantara, yang ditandatangani Panitia Pelaksana Pendidikan Pengembangan Wawasan Keulamaan (PPWK) PCNU Kabupaten Bogor selaku Ketua Panitia FGD dan PPWK Syuriah NU KH. Abbas Ma’ruf, S.Pd.I. dan Sekretaris Panitia KH Ahmad Ikrom, S.HI.

Dalam aspirasi yang sepengetahuan Rais Syuriah PCNU KH. Bundari Abbas dan Ketua Tanfidziyah PCNU Dr. KH. Aim Zaimudin, MA itu, PCNU merespons kondisi obyektif di masyarakat perkotaan, khususnya warga di perumahan yang terkesan tertutup dengan warga sekitar, termasuk sikap pergaulannya terhadap penduduk asli nampak kurang terbangun relasi yang kurang baik.

Selain itu, masyarakat perkotaan masih memandang alumni pondok pesantren dengan minor, padahal para alumni pondok pesantren yang sebagian besar memiliki bekal keagamaan yang mumpuni. Bahkan, negara telah menjamin eksistensi peran dan kontribusi pesantren sejak sebelum Indonesia merdeka melalui UU Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pondok Pesantren, dan Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren.

“Kami Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama bersama Pengurus Msjelis Cabang NU se Kab. Bogor, mengimbau kepada Panitia Muktamar dan seluruh Muktamirin dapat mempertimbangkan usulan-usulan kami yang kami pandang sudah menjadi kebutuhan bersama dan menjadi rekomendasi gerakan yang perlu dibahas di forum permusyawaratan tertinggi Jamiyah NU,” kata
Sekretaris Panitia KH Ahmad Ikrom, S.HI.

Melihat fakta masyarakat, terutama di perkotaan dalam perumahan-perumahan, baik yang sudah lama atau perumahan baru yang warganya minim memahami fikrah dan kiprah NU di masyarakat, PCNU Kabupaten Bogor telah membentuk struktur baru di lewel desa atau kelurahan terkhusus di dalam perumahan dengan membentuk Ranting Istimewa Nahdlatul Ulama (RINU).

“Setelah melihat efektifitas pendirian RINU di dalam perumahan perkotaan kami mengusulkan kepada PBNU dan Muktamirin untuk menerima RINU sebagai Ranting, kami berharap RINU dapat di akui dalam AD/ART Nahdlatul Ulama,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga memohon kepada PBNU dan seluruh warga Nahdliyin untuk lebih serius mengawal Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pondok Pesantren dan Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren.

Dalam hal ini terutama terkait dengan “Afirmasi” (pengakuan) terhadap Alumni Pondok Pesantren agar betul-betul dapat diakui pendidikannya sebagaimana diakuinya sekolah pada umumnya.

“Kami berharap Muktamar NU dapat berjalan lancar dan tanpa meninggalkan sisa-sisa perbedaan pendapat selama muktamar berlangsung, tetap menjaga ukhuwah serta terus semangat dalam membangun kaderisasi di seluruh kepengurusan baik di struktur inti, lembaga dan badan otonom agar keberlanjutan NU dapat tumbuh kembang sesuai kebutuhan zamannya,” katanya. (*/mz)

Iklan.

You Might Also Like

Sowan PCNU Kota Surabaya, PKS Siap Wujudkan Tokoh NU sebagai Nama Jalan di Surabaya

Menag Nasaruddin Umar dan KH Imam Jazuli Bertemu Jelang Muktamar ke-35

PCNU Surabaya turba ke MWCNU Mulyorejo yang rantingnya miliki Mobil Ambulans

PCNU Surabaya: Jadikan Demokrasi Ruang Mencari Solusi, Bukan Menyebar Kebencian

Sambut Dies Natalis ke-13 Unusa Luncurkan Sekolah Manajemen dan Kesehatan Berkelanjutan

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Gubernur Khofifah ajak pemkab/pemkot sepanjang selatan Jatim perkuat mitigasi gempa-tsunami
Next Article Akademisi NU se-Jatim rekomendasikan PBNU kembangkan teknologi berbasis karakter tradisi

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Resmi Diwisuda, Bupati Abdul Hamid Wahid Sandang Gelar Doktor di Tengah Kesibukan Pimpin Bondowoso
Uncategorized
MANIFESTO TAMBAKBERAS 2026
Kolom
PMII Jatim: Kasus Kekerasan Seksual Anak di Sampang Harus Diusut Tuntas
Sospol
Lantik 41 Pejabat, Bupati Bondowoso: Jabatan Bukan Pribadi tapi Amanah
Sospol

You Might also Like

Nahdliyyin

Pesantren Krapak Mayong Muliakan Anak Yatim di Hari Asyuro

27/06/2026
Nahdliyyin

Unusa Tembus Tiga Besar Nasional untuk SDG Kesehatan

25/06/2026
Nahdliyyin

Presiden Minta Dukungan NU Atasi Kebocoran 346 Miliar Dolar AS ke Luar Negeri

24/06/2026
Nahdliyyin

Kritik Kapitalisme Global, ISNU Ingatkan Pentingnya Kemandirian Ekonomi Internasional

21/06/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?